Fanny A
02 Oktober 2023 01:23
Fanny A
02 Oktober 2023 01:23
Pertanyaan
1. jelaskan perlawanan terhadap kolonialisme
a. perlawanan terhadap portugis
b. perlawanan terhadap kolonialisme belanda
(latar belakang, jalannya perang, dan akhir)
4
1
Rendi R

Community
15 September 2024 00:44
A. Perlawanan Terhadap Portugis
Latar Belakang: Kedatangan Portugis di Nusantara pada awal abad ke-16 bertujuan untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di kawasan Maluku dan sekitarnya. Setelah berhasil menaklukkan Malaka pada tahun 1511, Portugis berusaha memperluas pengaruhnya di berbagai wilayah, termasuk di Ternate dan Tidore (kawasan Maluku). Portugis mencoba memonopoli perdagangan rempah-rempah yang sangat menguntungkan. Namun, tindakan Portugis yang menggunakan kekerasan, eksploitasi ekonomi, dan kurang menghargai adat setempat memicu perlawanan dari kerajaan-kerajaan di Nusantara.
Jalannya Perlawanan:
Perlawanan Ternate (1512-1575): Sultan Ternate, terutama Sultan Baabullah, memimpin perlawanan melawan Portugis. Setelah Portugis mendirikan benteng di Ternate dan mengendalikan perdagangan rempah, hubungan antara penguasa lokal dan Portugis memburuk. Puncak ketegangan terjadi setelah Sultan Khairun, ayah dari Sultan Baabullah, dibunuh oleh Portugis pada tahun 1570. Hal ini membuat Sultan Baabullah marah dan memulai perlawanan besar-besaran.
Sultan Baabullah memimpin rakyat Ternate dan berhasil mengusir Portugis dari Maluku pada tahun 1575 setelah pengepungan Benteng Sao Paulo di Ternate selama lima tahun. Perlawanan Ternate melibatkan berbagai taktik, termasuk kerja sama dengan beberapa kerajaan lokal lain dan dengan kekuatan asing seperti Spanyol, yang juga bersaing dengan Portugis.
Perlawanan di Malaka: Selain di Maluku, beberapa kerajaan Melayu juga melakukan perlawanan terhadap Portugis di Malaka. Salah satu perlawanan yang signifikan dipimpin oleh Kesultanan Aceh, terutama pada masa Sultan Iskandar Muda, yang melakukan serangan terhadap Malaka dalam upaya mengusir Portugis dan menguasai kembali jalur perdagangan strategis tersebut.
Akhir Perlawanan: Di Maluku, perlawanan yang dipimpin oleh Sultan Baabullah berakhir dengan pengusiran Portugis dari Ternate pada tahun 1575. Portugis kemudian hanya mampu mempertahankan posisinya di Timor Timur. Sementara di Malaka, dominasi Portugis baru berakhir ketika VOC (Belanda) bekerja sama dengan Kesultanan Johor berhasil menaklukkan Malaka pada tahun 1641.
B. Perlawanan Terhadap Kolonialisme Belanda
Latar Belakang: Kolonialisme Belanda dimulai ketika VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), perusahaan dagang Belanda, mulai aktif di Nusantara pada awal abad ke-17. VOC berupaya memonopoli perdagangan rempah-rempah dengan mendirikan benteng-benteng dan menjalin hubungan diplomatik, termasuk memaksa kerajaan-kerajaan lokal untuk tunduk pada kekuasaannya. Setelah VOC bangkrut dan dibubarkan pada tahun 1799, pemerintah kolonial Belanda mengambil alih langsung administrasi Hindia Belanda. Kebijakan eksploitasi ekonomi yang dilakukan oleh Belanda, seperti Tanam Paksa (Cultuurstelsel), serta campur tangan dalam urusan internal kerajaan-kerajaan lokal, memicu banyak perlawanan di berbagai wilayah.
Jalannya Perlawanan:
Perlawanan Diponegoro (1825-1830):
Perang Aceh (1873-1904):
Perlawanan Bali (1846-1908):
Akhir Perlawanan Terhadap Belanda: Perlawanan-perlawanan melawan kolonialisme Belanda sebagian besar berakhir dengan kekalahan karena superioritas militer Belanda dan taktik diplomasi yang cerdik. Namun, semangat perlawanan ini terus menjadi inspirasi bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia di kemudian hari. Berbagai perlawanan menunjukkan bahwa meskipun Belanda berhasil menguasai Nusantara, resistensi terhadap kolonialisme selalu ada hingga akhirnya Indonesia merdeka pada tahun 1945.
· 0.0 (0)
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!