Alya T

06 Maret 2024 13:11

Alya T

06 Maret 2024 13:11

Pertanyaan

1. Pembantaian yang terjadi di Nyanmar pada masyarakat Rohinya sesungguhnya sebuah potret pelanggaran HAM yang berat . Bahkan masyarakat sebagai penduduk Nyanmar tersebut harus meninggalkan tempat tinggal dari wilayah negaranya. Mereka melarikan diri dan menuju tempat pengungsinya yang belum jelas arahnya. Sehingga mereka melakukan pengungsian sesuai kehendaknya dalam rangka menyelamatkan nyawa dirinya.Hal ini karena adanya perbedaan keyakinan yang mendasar. Kejadian diatas jika dikaji Secara mendasar sesungguhnya terdapat pelanggaran HAM dibidang …… A. Personal B. Property C. Social culture D. ekonomi E. Legality of law

1.      Pembantaian yang terjadi di  Nyanmar pada masyarakat Rohinya sesungguhnya sebuah potret pelanggaran HAM yang berat . Bahkan masyarakat sebagai penduduk Nyanmar tersebut harus meninggalkan tempat tinggal dari wilayah negaranya. Mereka melarikan diri dan menuju tempat pengungsinya yang belum jelas arahnya. Sehingga mereka  melakukan pengungsian sesuai kehendaknya dalam rangka menyelamatkan nyawa dirinya.Hal ini karena adanya perbedaan keyakinan yang mendasar.

Kejadian diatas jika dikaji Secara mendasar sesungguhnya terdapat pelanggaran HAM dibidang ……

A.            Personal

B.            Property

C.            Social culture

D.            ekonomi

E.             Legality of law

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

19

:

28

:

06

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Salsabila M

Community

11 Maret 2024 06:40

Jawaban terverifikasi

<p>A. Personal</p><p>Pelanggaran HAM yang terjadi di Myanmar terkait dengan pengusiran dan kekerasan terhadap masyarakat Rohingya mengarah pada pelanggaran HAM dalam konteks personal atau hak asasi individu. Hal ini melibatkan hak-hak dasar individu seperti hak hidup, kebebasan dari penyiksaan, dan kebebasan untuk tidak dianiaya berdasarkan perbedaan keyakinan. Pelanggaran HAM di sini berkaitan dengan perlakuan tidak adil dan kejam terhadap individu dan kelompok etnis tertentu.</p>

A. Personal

Pelanggaran HAM yang terjadi di Myanmar terkait dengan pengusiran dan kekerasan terhadap masyarakat Rohingya mengarah pada pelanggaran HAM dalam konteks personal atau hak asasi individu. Hal ini melibatkan hak-hak dasar individu seperti hak hidup, kebebasan dari penyiksaan, dan kebebasan untuk tidak dianiaya berdasarkan perbedaan keyakinan. Pelanggaran HAM di sini berkaitan dengan perlakuan tidak adil dan kejam terhadap individu dan kelompok etnis tertentu.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Kelompok separatis jelas-jelas sangat bertentangan dengan nasionalisme Indonesia. Dalam upaya mewujudkan keinginannya tidak jarang mereka melakukan teror kepada penduduk yang tidak sepaham dengan mereka. Perilaku tersebut merupakan pelanggaran HAM yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai praksis Pancasila sila ke-....

17

5.0

Jawaban terverifikasi

1) Apa perbedaan antara minimal usia kerja dan maksimal usia kerja? Jelaskan! (Jika perlu) 2) Perhatikan kutipan berita berikut! Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan uji materiil UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2023. Hakim konstitusi menyatakan batas usia pelamar kerja tidak termasuk bentuk diskriminasi. "Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," ujar Ketua MK Suhartoyo saat membacakan putusan perkara Nomor 35/PUU-XXII/2024 di Gedung MK RI, Jakarta, Selasa (30/7). Permohonan itu menggugat Pasal 35 Ayat (1) yang menyatakan tiap pemberi kerja bisa merekrut sendiri tenaga kerja yang dibutuhkan atau melalui pelaksana penempatan kerja. Pemohon mempersoalkan isu diskriminasi dalam mendapatkan pekerjaan. Hakim konstitusi Arief Hidayat menyatakan sesuai Pasal 1 Angka 3 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM), tindakan diskriminatif apabila terjadi pembedaan yang didasarkan pada agama, suku, ras, etnis, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, dan keyakinan politik. Karena itu, kata Arief, syarat seperti batasan usia, pengalaman kerja, dan latar belakang pendidikan bukan merupakan tindakan diskriminatif. "Terlebih, pengaturan mengenai larangan diskriminasi bagi tenaga kerja telah tegas dinyatakan dalam Pasal 5 UU 13/2003 yang menyatakan, 'setiap tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan'," katanya. Namun, satu hakim konstitusi yaitu M Guntur Hamzah punya pendapat berbeda atau dissenting opinion. Guntur berpendapat bahwa permohonan pemohon mestinya dikabulkan sebagian. Menurut dia, bunyi Pasal 35 Ayat (1) dapat diubah dan ditambahkan, sehingga pemberi kerja dilarang mengumumkan lowongan pekerjaan yang mensyaratkan usia, berpenampilan menarik, ras, warna kulit, jenis kelamin, agama, pandangan politik, kebangsaan atau asal usul keturunan, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan. Guntur menyebut jika dilihat dari segi hukum (sense of legality), pasal yang diuji oleh pemohon secara umum memang sepertinya tidak memiliki persoalan konstitusionalitas. Namun, jika dilihat dari kacamata keadilan (sense of justice), Guntur melihat norma Pasal 35 Ayat (1) potensial disalahgunakan, sehingga membutuhkan penegasan karena sangat bias terkait dengan larangan diskriminasi in casu dalam persyaratan pada lowongan pekerjaan. Menurut dia, Pasal 35 Ayat (10) sangat jelas menimbulkan ketidakpastian hukum (legal uncertainty) bagi para pencari kerja. Khususnya, dalam frasa "merekrut sendiri tenaga kerja yang dibutuhkan" yang diletakkan pada pertimbangan subjektif pemberi kerja. Guntur berpandangan persyaratan hendaknya diletakkan pada kualifikasi dan kompetensi, sehingga tak masalah berapapun usia calon pekerja, sepanjang telah memasuki usia kerja dan memiliki kualifikasi dan kompetensi sesuai formasi atau lowongan pekerjaan dimaksud. Berdasarkan kutipan diatas : • Apa saja penyebab sektor formal hanya dikhususkan anak pemuda usia 18-25 tahun? • Apakah hanya Negara Indonesia saja yang menerapkan batas usia 25 tahun? (Dibandingkan negara lain) Jelaskan situasi! (Jika perlu) • Mengapa batas usia bukan diskriminasi oleh MK dan mengapa batas usia di negara lain cenderung diskriminasi? Jelaskan perbandingannya! (Jika perlu) 3) Apa jadinya kalau batas usia kerja Indonesia dihapus sepenuhnya &amp; merekut tenaga kerja di semua umur? Jelaskan dampaknya!

3

5.0

Jawaban terverifikasi

Saya kira dewasa ini banyak berjumpa dengan yang disebut “Fundamentalisme agama”. Gerakan fundamentalisme agama ini merupakan ideologi yang berdasarkan nilai-nilai agama tertentu. Gerakan fundamentalisme yang berkembang ini memuculkan sifat fanatik dan eksklusif karena menganggap agama lain itu salah. Nilai toleransi pun menjadi hilang sehingga dapat menimbulkan tindak kekerasan antar pemeluk agama. Perilaku seperti ini jelas bertentangan dengan nilai Pancasila, karena nilai-nilai Pancasila telah mengakui berbagai agama dan toleransi sesuai agama dan keyakinan individu. Masalah agama adalah masalah individu yang tidak dapat dipaksakan oleh siapapun bahkan negara sekalipun. Dari wacana tersebut, manakah solusi yang manakah solusi yang bisa dilakukan dalam mengatasi masalah diatas? 1. Masyarakat cenderung pro aktif dalam hal pertahanan dan keamanan 2. Harus bisa mengikuti agama lain agar memahami semua aturan yang berlaku 3. Masyarakat dapat memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan dari masalah yang ada 4. Mengintesifkan pembelajaran Pancasila di sekolah dengan penekanan pada implementasi nilai-nilai Pancasila. 5. Menerapkan pembiasaan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik dengan membuat keyakinan kelas 6. Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya toleransi dalam masyarakat majemuk melalui iklan layanan masyarakat 7. Mengintensifkan kinerja aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan represif kepada pihak-pihak yang disinyalir sebagai pelaku intoleransi A. 1, 2, 3 B. 2, 3, 4 C. 3, 4, 5 D. 4, 5, 6 E. 5, 6, 7

1

0.0

Jawaban terverifikasi