Dhea R

13 Oktober 2023 11:07

Dhea R

13 Oktober 2023 11:07

Pertanyaan

Apa pendapat anda tentang gaya kepemimpinan otoriter yang telah terbukti progresif dalam pengembangan pada masa orde baru

Apa pendapat anda tentang gaya kepemimpinan otoriter yang telah terbukti progresif dalam pengembangan pada masa orde baru

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

23

:

36

:

49

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Vincent M

Community

14 Oktober 2023 03:31

Jawaban terverifikasi

<p>Gaya kepemimpinan otoriter ditandai oleh konsentrasi kekuasaan dalam tangan pemimpin atau pemerintah dengan sedikit ruang bagi partisipasi publik atau mekanisme pengawasan yang kuat. Selama masa Orde Baru di Indonesia, yang dipimpin oleh Presiden Soeharto, pemerintahan cenderung otoriter. Ada berbagai pandangan terkait dengan dampak dan hasil dari pemerintahan otoriter ini:</p><p>Pertumbuhan Ekonomi: Selama masa Orde Baru, Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Kebijakan-kebijakan ekonomi seperti "Paket Pembangunan" diterapkan, yang mendukung pembangunan infrastruktur dan industrialisasi. Hal ini membantu menciptakan stabilitas ekonomi dan pertumbuhan.</p><p>Pembangunan Infrastruktur: Pemerintahan otoriter dapat dengan cepat mengimplementasikan proyek-proyek infrastruktur besar, seperti jalan raya, bandara, dan proyek-proyek pembangunan lainnya, yang memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan konektivitas.</p><p>Ketahanan dan Keamanan: Pemerintah otoriter sering kali dianggap memiliki kendali yang lebih kuat dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Hal ini dapat mengurangi ketidakstabilan politik dan konflik.</p><p>Namun, ada juga kritik terhadap gaya kepemimpinan otoriter selama Orde Baru, termasuk:</p><p>Pelanggaran Hak Asasi Manusia: Kritikus menyatakan bahwa pemerintahan otoriter ini terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia, seperti pembatasan kebebasan berbicara dan menekan oposisi politik.</p><p>Korupsi: Korupsi dianggap merajalela di bawah pemerintahan otoriter, dengan elit politik dan bisnis yang sangat terkait.</p><p>Ketidaksetaraan: Meskipun pertumbuhan ekonomi yang signifikan, ada ketidaksetaraan ekonomi yang signifikan di Indonesia selama masa Orde Baru, dengan sebagian keuntungan yang dikendalikan oleh segelintir kelompok.</p><p>Penting untuk diingat bahwa penilaian terhadap masa Orde Baru dan kepemimpinan otoriter dapat bervariasi tergantung pada sudut pandang individu dan pemahaman sejarah. Sementara beberapa melihat dampak positif dalam hal pembangunan ekonomi dan stabilitas, yang lain menyoroti pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Gaya kepemimpinan otoriter ditandai oleh konsentrasi kekuasaan dalam tangan pemimpin atau pemerintah dengan sedikit ruang bagi partisipasi publik atau mekanisme pengawasan yang kuat. Selama masa Orde Baru di Indonesia, yang dipimpin oleh Presiden Soeharto, pemerintahan cenderung otoriter. Ada berbagai pandangan terkait dengan dampak dan hasil dari pemerintahan otoriter ini:

Pertumbuhan Ekonomi: Selama masa Orde Baru, Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Kebijakan-kebijakan ekonomi seperti "Paket Pembangunan" diterapkan, yang mendukung pembangunan infrastruktur dan industrialisasi. Hal ini membantu menciptakan stabilitas ekonomi dan pertumbuhan.

Pembangunan Infrastruktur: Pemerintahan otoriter dapat dengan cepat mengimplementasikan proyek-proyek infrastruktur besar, seperti jalan raya, bandara, dan proyek-proyek pembangunan lainnya, yang memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan konektivitas.

Ketahanan dan Keamanan: Pemerintah otoriter sering kali dianggap memiliki kendali yang lebih kuat dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Hal ini dapat mengurangi ketidakstabilan politik dan konflik.

Namun, ada juga kritik terhadap gaya kepemimpinan otoriter selama Orde Baru, termasuk:

Pelanggaran Hak Asasi Manusia: Kritikus menyatakan bahwa pemerintahan otoriter ini terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia, seperti pembatasan kebebasan berbicara dan menekan oposisi politik.

Korupsi: Korupsi dianggap merajalela di bawah pemerintahan otoriter, dengan elit politik dan bisnis yang sangat terkait.

Ketidaksetaraan: Meskipun pertumbuhan ekonomi yang signifikan, ada ketidaksetaraan ekonomi yang signifikan di Indonesia selama masa Orde Baru, dengan sebagian keuntungan yang dikendalikan oleh segelintir kelompok.

Penting untuk diingat bahwa penilaian terhadap masa Orde Baru dan kepemimpinan otoriter dapat bervariasi tergantung pada sudut pandang individu dan pemahaman sejarah. Sementara beberapa melihat dampak positif dalam hal pembangunan ekonomi dan stabilitas, yang lain menyoroti pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi.

 

 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

38

5.0

Jawaban terverifikasi