Satya R

11 Desember 2023 03:57

Satya R

11 Desember 2023 03:57

Pertanyaan

Apa perbedaan antara sejarah sebagai ilmu dan narasi sejarah biasa? Berikan contoh bagaimana pendekatan ilmiah membedakan keduanya.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

22

:

25

:

07

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Nuzula D

24 Desember 2023 16:13

Jawaban terverifikasi

<p>Sejarah sebagai ilmu berfokus pada metode ilmiah, penelitian, dan analisis objektif terhadap fakta-fakta sejarah. &nbsp;Sejarah sebagai ilmu biasanya memanfaatkan bukti-bukti tertulis yang didasarkan pada fakta.</p><p>&nbsp;</p><p>Sedangkan, narasi sejarah biasanya bersifat subjektif dan dapat dipengaruhi oleh pandangan penulis. Narasi sejarah juga lebih dramatis, terdapat penekanan karakter, atau peristiwa yang menarik.</p>

Sejarah sebagai ilmu berfokus pada metode ilmiah, penelitian, dan analisis objektif terhadap fakta-fakta sejarah.  Sejarah sebagai ilmu biasanya memanfaatkan bukti-bukti tertulis yang didasarkan pada fakta.

 

Sedangkan, narasi sejarah biasanya bersifat subjektif dan dapat dipengaruhi oleh pandangan penulis. Narasi sejarah juga lebih dramatis, terdapat penekanan karakter, atau peristiwa yang menarik.


Nanda R

Community

07 April 2024 03:19

Jawaban terverifikasi

<p>Perbedaan antara sejarah sebagai ilmu dan narasi sejarah biasa terletak pada pendekatan dan metodologi yang digunakan dalam memahami serta menginterpretasi masa lalu. Berikut adalah perbedaan antara keduanya beserta contoh bagaimana pendekatan ilmiah membedakan keduanya:</p><p><strong>Sejarah sebagai Ilmu:</strong></p><ul><li>Sejarah sebagai ilmu menggunakan metodologi ilmiah dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi bukti-bukti sejarah untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam tentang masa lalu.</li><li>Pendekatan ilmiah dalam sejarah melibatkan penggunaan sumber-sumber primer, seperti dokumen sejarah, artefak, dan bukti fisik lainnya, serta menerapkan metodologi historis untuk menafsirkan dan menyusun kembali bukti-bukti ini.</li><li>Para sejarawan menggunakan pendekatan kritis dan analitis dalam mengevaluasi sumber-sumber sejarah, mempertimbangkan konteks, bias, dan keandalan masing-masing sumber.</li><li>Contoh: Seorang sejarawan yang mengkaji peristiwa Revolusi Industri akan mempelajari dokumen-dokumen kontemporer, data ekonomi, dan artefak-industri untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi dan konsekuensi dari revolusi tersebut.</li></ul><p><strong>Narasi Sejarah Biasa:</strong></p><ul><li>Narasi sejarah biasa cenderung berfokus pada penyampaian cerita atau narasi tentang peristiwa-peristiwa masa lalu tanpa menggunakan pendekatan ilmiah yang sistematis.</li><li>Narasi sejarah sering kali didasarkan pada sumber-sumber sekunder atau terkadang hanya pada sudut pandang atau penilaian subjektif dari penulisnya, tanpa melakukan evaluasi kritis yang mendalam terhadap sumber-sumber sejarah.</li><li>Pada umumnya, narasi sejarah biasa lebih bersifat deskriptif dan naratif, menceritakan kronologi peristiwa tanpa memberikan analisis yang mendalam atau mencoba mencapai pemahaman yang lebih kompleks.</li><li>Contoh: Buku sejarah populer yang menceritakan perjalanan sejarah suatu negara dengan menyoroti tokoh-tokoh terkenal dan peristiwa penting, tanpa melakukan penyelidikan atau analisis yang mendalam tentang latar belakang sosial, ekonomi, dan politik yang mempengaruhi peristiwa tersebut.</li></ul>

Perbedaan antara sejarah sebagai ilmu dan narasi sejarah biasa terletak pada pendekatan dan metodologi yang digunakan dalam memahami serta menginterpretasi masa lalu. Berikut adalah perbedaan antara keduanya beserta contoh bagaimana pendekatan ilmiah membedakan keduanya:

Sejarah sebagai Ilmu:

  • Sejarah sebagai ilmu menggunakan metodologi ilmiah dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi bukti-bukti sejarah untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam tentang masa lalu.
  • Pendekatan ilmiah dalam sejarah melibatkan penggunaan sumber-sumber primer, seperti dokumen sejarah, artefak, dan bukti fisik lainnya, serta menerapkan metodologi historis untuk menafsirkan dan menyusun kembali bukti-bukti ini.
  • Para sejarawan menggunakan pendekatan kritis dan analitis dalam mengevaluasi sumber-sumber sejarah, mempertimbangkan konteks, bias, dan keandalan masing-masing sumber.
  • Contoh: Seorang sejarawan yang mengkaji peristiwa Revolusi Industri akan mempelajari dokumen-dokumen kontemporer, data ekonomi, dan artefak-industri untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi dan konsekuensi dari revolusi tersebut.

Narasi Sejarah Biasa:

  • Narasi sejarah biasa cenderung berfokus pada penyampaian cerita atau narasi tentang peristiwa-peristiwa masa lalu tanpa menggunakan pendekatan ilmiah yang sistematis.
  • Narasi sejarah sering kali didasarkan pada sumber-sumber sekunder atau terkadang hanya pada sudut pandang atau penilaian subjektif dari penulisnya, tanpa melakukan evaluasi kritis yang mendalam terhadap sumber-sumber sejarah.
  • Pada umumnya, narasi sejarah biasa lebih bersifat deskriptif dan naratif, menceritakan kronologi peristiwa tanpa memberikan analisis yang mendalam atau mencoba mencapai pemahaman yang lebih kompleks.
  • Contoh: Buku sejarah populer yang menceritakan perjalanan sejarah suatu negara dengan menyoroti tokoh-tokoh terkenal dan peristiwa penting, tanpa melakukan penyelidikan atau analisis yang mendalam tentang latar belakang sosial, ekonomi, dan politik yang mempengaruhi peristiwa tersebut.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi