Ammo A

19 November 2023 20:24

Ammo A

19 November 2023 20:24

Pertanyaan

apa prosedur dalam penelitian sejarah?

apa prosedur dalam penelitian sejarah?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

21

:

06

:

00

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Erwin A

Community

20 November 2023 02:28

Jawaban terverifikasi

<p>Prosedur dalam penelitian sejarah adalah serangkaian langkah-langkah yang harus dilakukan oleh sejarawan dalam rangka mengkaji dan meneliti peristiwa sejarah secara sistematis dan objektif. Prosedur ini bertujuan untuk menghasilkan karya sejarah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.</p><p>Secara umum, prosedur penelitian sejarah terdiri dari lima tahap, yaitu:</p><ol><li><strong>Pemilihan topik</strong></li></ol><p>Tahap ini merupakan tahap awal dalam penelitian sejarah. Dalam tahap ini, sejarawan harus menentukan topik yang akan diteliti. Topik penelitian sejarah harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu:</p><ul><li><strong>Relevan</strong>, yaitu berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.</li><li><strong>Masih terbuka</strong>, yaitu belum banyak diteliti oleh sejarawan lain.</li><li><strong>Mudah diakses</strong>, yaitu sumber-sumber yang berkaitan dengan topik tersebut mudah didapatkan.</li></ul><ol><li><strong>Heuristik (pengumpulan sumber)</strong></li></ol><p>Tahap ini merupakan tahap pengumpulan sumber-sumber sejarah yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Sumber sejarah dapat dibagi menjadi dua, yaitu sumber primer dan sumber sekunder.</p><ul><li><strong>Sumber primer</strong> adalah sumber sejarah yang berasal dari pelaku atau saksi peristiwa sejarah. Sumber primer dapat berupa dokumen tertulis, artefak, atau lisan.</li><li><strong>Sumber sekunder</strong> adalah sumber sejarah yang berasal dari orang yang tidak mengalami peristiwa sejarah secara langsung. Sumber sekunder dapat berupa buku, artikel, atau penelitian terdahulu.</li></ul><ol><li><strong>Verifikasi (kritik sumber)</strong></li></ol><p>Tahap ini merupakan tahap penilaian terhadap sumber-sumber sejarah yang telah dikumpulkan. Tujuannya adalah untuk mengetahui keabsahan dan kredibilitas sumber tersebut. Dalam tahap ini, sejarawan menggunakan metode kritik internal dan kritik eksternal.</p><ul><li><strong>Kritik internal</strong> adalah metode kritik yang dilakukan dengan cara menganalisis isi sumber sejarah secara mendalam. Tujuannya adalah untuk mengetahui keaslian, keautentikan, dan kelengkapan sumber tersebut.</li><li><strong>Kritik eksternal</strong> adalah metode kritik yang dilakukan dengan cara menganalisis konteks penulisan sumber sejarah. Tujuannya adalah untuk mengetahui latar belakang penulisan sumber tersebut, serta tujuan dan kepentingan penulisnya.</li></ul><ol><li><strong>Interpretasi</strong></li></ol><p>Tahap ini merupakan tahap penafsiran terhadap sumber-sumber sejarah yang telah diverifikasi. Dalam tahap ini, sejarawan menggunakan berbagai pendekatan dan metode historiografi untuk menginterpretasikan sumber-sumber tersebut.</p><ol><li><strong>Historiografi (penulisan sejarah)</strong></li></ol><p>Tahap ini merupakan tahap penulisan sejarah berdasarkan hasil interpretasi yang telah dilakukan. Dalam tahap ini, sejarawan harus menyajikan hasil penelitiannya secara sistematis dan objektif.</p><p>Berikut adalah penjelasan lebih rinci dari masing-masing tahap penelitian sejarah:</p><p><strong>Pemilihan topik</strong></p><p>Pemilihan topik merupakan tahap yang sangat penting dalam penelitian sejarah. Topik yang dipilih harus memenuhi kriteria yang telah disebutkan sebelumnya. Selain itu, sejarawan juga harus mempertimbangkan kemampuan dan sumber daya yang dimilikinya.</p><p><strong>Heuristik (pengumpulan sumber)</strong></p><p>Pada tahap ini, sejarawan harus mengumpulkan sumber-sumber sejarah yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Sumber sejarah dapat dicari di berbagai tempat, seperti perpustakaan, museum, atau situs-situs sejarah. Sejarawan juga harus menggunakan berbagai metode untuk mengumpulkan sumber sejarah, seperti wawancara, observasi, atau penelitian pustaka.</p><p><strong>Verifikasi (kritik sumber)</strong></p><p>Tahap ini merupakan tahap yang sangat penting dalam penelitian sejarah. Tujuannya adalah untuk mengetahui keabsahan dan kredibilitas sumber tersebut. Pada tahap ini, sejarawan menggunakan metode kritik internal dan kritik eksternal untuk menganalisis sumber-sumber yang telah dikumpulkan.</p><p><strong>Interpretasi</strong></p><p>Pada tahap ini, sejarawan menggunakan berbagai pendekatan dan metode historiografi untuk menginterpretasikan sumber-sumber sejarah yang telah diverifikasi. Interpretasi bertujuan untuk memahami makna dan signifikansi peristiwa sejarah yang diteliti.</p><p><strong>Historiografi (penulisan sejarah)</strong></p><p>Pada tahap ini, sejarawan menyajikan hasil penelitiannya secara sistematis dan objektif. Penulisan sejarah harus mengikuti kaidah-kaidah penulisan ilmiah.</p><p>Prosedur penelitian sejarah merupakan suatu proses yang kompleks dan membutuhkan keahlian khusus. Sejarawan harus memiliki pengetahuan yang luas tentang sejarah, metodologi penelitian, dan penulisan ilmiah.</p>

Prosedur dalam penelitian sejarah adalah serangkaian langkah-langkah yang harus dilakukan oleh sejarawan dalam rangka mengkaji dan meneliti peristiwa sejarah secara sistematis dan objektif. Prosedur ini bertujuan untuk menghasilkan karya sejarah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Secara umum, prosedur penelitian sejarah terdiri dari lima tahap, yaitu:

  1. Pemilihan topik

Tahap ini merupakan tahap awal dalam penelitian sejarah. Dalam tahap ini, sejarawan harus menentukan topik yang akan diteliti. Topik penelitian sejarah harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu:

  • Relevan, yaitu berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
  • Masih terbuka, yaitu belum banyak diteliti oleh sejarawan lain.
  • Mudah diakses, yaitu sumber-sumber yang berkaitan dengan topik tersebut mudah didapatkan.
  1. Heuristik (pengumpulan sumber)

Tahap ini merupakan tahap pengumpulan sumber-sumber sejarah yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Sumber sejarah dapat dibagi menjadi dua, yaitu sumber primer dan sumber sekunder.

  • Sumber primer adalah sumber sejarah yang berasal dari pelaku atau saksi peristiwa sejarah. Sumber primer dapat berupa dokumen tertulis, artefak, atau lisan.
  • Sumber sekunder adalah sumber sejarah yang berasal dari orang yang tidak mengalami peristiwa sejarah secara langsung. Sumber sekunder dapat berupa buku, artikel, atau penelitian terdahulu.
  1. Verifikasi (kritik sumber)

Tahap ini merupakan tahap penilaian terhadap sumber-sumber sejarah yang telah dikumpulkan. Tujuannya adalah untuk mengetahui keabsahan dan kredibilitas sumber tersebut. Dalam tahap ini, sejarawan menggunakan metode kritik internal dan kritik eksternal.

  • Kritik internal adalah metode kritik yang dilakukan dengan cara menganalisis isi sumber sejarah secara mendalam. Tujuannya adalah untuk mengetahui keaslian, keautentikan, dan kelengkapan sumber tersebut.
  • Kritik eksternal adalah metode kritik yang dilakukan dengan cara menganalisis konteks penulisan sumber sejarah. Tujuannya adalah untuk mengetahui latar belakang penulisan sumber tersebut, serta tujuan dan kepentingan penulisnya.
  1. Interpretasi

Tahap ini merupakan tahap penafsiran terhadap sumber-sumber sejarah yang telah diverifikasi. Dalam tahap ini, sejarawan menggunakan berbagai pendekatan dan metode historiografi untuk menginterpretasikan sumber-sumber tersebut.

  1. Historiografi (penulisan sejarah)

Tahap ini merupakan tahap penulisan sejarah berdasarkan hasil interpretasi yang telah dilakukan. Dalam tahap ini, sejarawan harus menyajikan hasil penelitiannya secara sistematis dan objektif.

Berikut adalah penjelasan lebih rinci dari masing-masing tahap penelitian sejarah:

Pemilihan topik

Pemilihan topik merupakan tahap yang sangat penting dalam penelitian sejarah. Topik yang dipilih harus memenuhi kriteria yang telah disebutkan sebelumnya. Selain itu, sejarawan juga harus mempertimbangkan kemampuan dan sumber daya yang dimilikinya.

Heuristik (pengumpulan sumber)

Pada tahap ini, sejarawan harus mengumpulkan sumber-sumber sejarah yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Sumber sejarah dapat dicari di berbagai tempat, seperti perpustakaan, museum, atau situs-situs sejarah. Sejarawan juga harus menggunakan berbagai metode untuk mengumpulkan sumber sejarah, seperti wawancara, observasi, atau penelitian pustaka.

Verifikasi (kritik sumber)

Tahap ini merupakan tahap yang sangat penting dalam penelitian sejarah. Tujuannya adalah untuk mengetahui keabsahan dan kredibilitas sumber tersebut. Pada tahap ini, sejarawan menggunakan metode kritik internal dan kritik eksternal untuk menganalisis sumber-sumber yang telah dikumpulkan.

Interpretasi

Pada tahap ini, sejarawan menggunakan berbagai pendekatan dan metode historiografi untuk menginterpretasikan sumber-sumber sejarah yang telah diverifikasi. Interpretasi bertujuan untuk memahami makna dan signifikansi peristiwa sejarah yang diteliti.

Historiografi (penulisan sejarah)

Pada tahap ini, sejarawan menyajikan hasil penelitiannya secara sistematis dan objektif. Penulisan sejarah harus mengikuti kaidah-kaidah penulisan ilmiah.

Prosedur penelitian sejarah merupakan suatu proses yang kompleks dan membutuhkan keahlian khusus. Sejarawan harus memiliki pengetahuan yang luas tentang sejarah, metodologi penelitian, dan penulisan ilmiah.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi