Nur I

03 September 2023 06:53

Nur I

03 September 2023 06:53

Pertanyaan

apa saja ciri-ciri fasisme dijepang

apa saja ciri-ciri fasisme dijepang

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

13

:

50

:

09

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Alin Z

03 September 2023 13:37

Jawaban terverifikasi

<p><strong>1)Tidak percaya pada kemampuan nalar</strong></p><p>Bagi fasisme, keyakinan yang bersifat fanatik dan dogmatik adalah sesuatu yang sudah pasti benar dan tidak boleh lagi didiskusikan.</p><p><br><strong>2) Pengingkaran derajat kemanusiaan</strong></p><p>Bagi fasisme, manusia tidaklah sama karena ketidaksamaan itu yang justru bisa mendorong munculnya idealisme mereka.</p><p><br><strong>3) Kode perilaku yang didasarkan pada kekerasan dan kebohongan</strong></p><p>Bagi fasisme, jika ada pertentangan dengan kehendak negara, maka penentang adalah musuh yang harus dimusnahkan.</p><p><br><strong>4) Pemerintahan oleh kelompok elit</strong></p><p>Dalam prinsip fasis, pemerintahan harus dipimpin oleh segelintir elit yang lebih tahu keinginan seluruh anggota masyarakat. Jika terdapat pertentangan pendapat maka yang berlaku adalah pendapat kelompok elit tersebut</p><p><br><strong>5) Totaliterisme</strong></p><p>Untuk mencapai tujuannya, fasisme adalah total atau menyeluruh dalam menyingkirkan sesuatu yang dianggap "Kaum Pinggiran". Hal ini dialami kaum wanita di mana mereka hanya ditempatkan di wilayah 3 K yakni kinder (anak-anak), kuche (dapur), dan kirche (gereja).</p><p><br><strong>6) Rasialisme dan imperialisme</strong></p><p>menurut doktrin fasis, dalam suatu negara, kaum elit lebih yang lebih unggul dari dukungan masa dapat memaksakan kekeran kepada rakyatnya.</p><p><br><strong>7) Berani menantang hukum dan ketertiban Internasional</strong></p><p>Jika konsensus Internasional diciptakan agar tercipta pola hubungan antar negara yang sejajar dan damai, maka hal itu berbanding terbalik dengan prinsip fasis yang menolak adanya persamaan.</p><p><br>&nbsp;</p>

1)Tidak percaya pada kemampuan nalar

Bagi fasisme, keyakinan yang bersifat fanatik dan dogmatik adalah sesuatu yang sudah pasti benar dan tidak boleh lagi didiskusikan.


2) Pengingkaran derajat kemanusiaan

Bagi fasisme, manusia tidaklah sama karena ketidaksamaan itu yang justru bisa mendorong munculnya idealisme mereka.


3) Kode perilaku yang didasarkan pada kekerasan dan kebohongan

Bagi fasisme, jika ada pertentangan dengan kehendak negara, maka penentang adalah musuh yang harus dimusnahkan.


4) Pemerintahan oleh kelompok elit

Dalam prinsip fasis, pemerintahan harus dipimpin oleh segelintir elit yang lebih tahu keinginan seluruh anggota masyarakat. Jika terdapat pertentangan pendapat maka yang berlaku adalah pendapat kelompok elit tersebut


5) Totaliterisme

Untuk mencapai tujuannya, fasisme adalah total atau menyeluruh dalam menyingkirkan sesuatu yang dianggap "Kaum Pinggiran". Hal ini dialami kaum wanita di mana mereka hanya ditempatkan di wilayah 3 K yakni kinder (anak-anak), kuche (dapur), dan kirche (gereja).


6) Rasialisme dan imperialisme

menurut doktrin fasis, dalam suatu negara, kaum elit lebih yang lebih unggul dari dukungan masa dapat memaksakan kekeran kepada rakyatnya.


7) Berani menantang hukum dan ketertiban Internasional

Jika konsensus Internasional diciptakan agar tercipta pola hubungan antar negara yang sejajar dan damai, maka hal itu berbanding terbalik dengan prinsip fasis yang menolak adanya persamaan.


 


Ilhamhaqiqi I

04 September 2023 12:29

Jawaban terverifikasi

<p>Fasisme adalah sebuah ideologi politik yang berkembang pada awal abad ke-20, terutama di Italia, Jerman, dan beberapa negara Eropa lainnya. Namun, ada beberapa ciri-ciri yang dapat dikaitkan dengan fasis atau fasisme di Jepang selama periode sejarah tertentu, terutama selama era Perang Dunia II. Beberapa ciri-ciri fasis di Jepang pada saat itu termasuk:</p><p>1. **Pemerintahan Otoriter:** Selama periode 1930-an hingga 1940-an, Jepang diperintah oleh rezim militer yang sangat otoriter. Kekuasaan berpusat pada militer dan kaisar, dan oposisi politik dibungkam.</p><p>2. **Kultus Kaisar:** Fasisme di Jepang sering kali mengedepankan kultus kaisar sebagai simbol nasionalisme dan persatuan. Kaisar diberikan status ilahi dan digunakan sebagai alat propaganda untuk memotivasi rakyat Jepang.</p><p>3. **Imperialisme dan Eksansinya:** Seperti fasisme di negara-negara lain, Jepang juga mengadopsi ambisi imperialistik. Mereka menjalankan ekspansi wilayah dengan agresi militer, seperti invasi ke Tiongkok dan perang di Asia Tenggara selama Perang Dunia II.</p><p>4. **Kemiliteran:** Kekuatan militer menjadi sangat berpengaruh dalam pemerintahan. Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara memiliki kendali besar atas kebijakan luar negeri dan domestik.</p><p>5. **Nasionalisme Ekstremis:** Pemerintah Jepang mendukung nasionalisme ekstremis yang menganggap Jepang sebagai bangsa yang superior dan memiliki hak untuk menguasai wilayah-wilayah di Asia. Ini menciptakan ketegangan dengan negara-negara tetangga.</p><p>6. **Censorship dan Represi:** Pemerintahan Jepang melaksanakan sensor dan represi terhadap oposisi politik, serta media yang tidak mendukung rezim.</p><p>7. **Ketidaksetujuan terhadap Demokrasi:** Fasisme di Jepang menentang prinsip-prinsip demokrasi liberal dan sistem multipartai. Pemerintahan lebih suka kendali otoriter dan kontrol atas masyarakat.</p><p>8. **Perang:** Fasisme Jepang mengarah pada keterlibatan aktif dalam Perang Dunia II, termasuk serangan ke Pearl Harbor dan serangkaian kampanye militer di Asia Pasifik.</p><p>Perlu diingat bahwa fasis dan fasisme bisa memiliki nuansa yang berbeda di berbagai negara. Selain itu, era fasisme di Jepang berakhir setelah kekalahan mereka dalam Perang Dunia II, dan Jepang berubah menjadi negara demokratis pasca-perang. Oleh karena itu, ciri-ciri tersebut merujuk pada periode sejarah tertentu dalam sejarah Jepang.</p>

Fasisme adalah sebuah ideologi politik yang berkembang pada awal abad ke-20, terutama di Italia, Jerman, dan beberapa negara Eropa lainnya. Namun, ada beberapa ciri-ciri yang dapat dikaitkan dengan fasis atau fasisme di Jepang selama periode sejarah tertentu, terutama selama era Perang Dunia II. Beberapa ciri-ciri fasis di Jepang pada saat itu termasuk:

1. **Pemerintahan Otoriter:** Selama periode 1930-an hingga 1940-an, Jepang diperintah oleh rezim militer yang sangat otoriter. Kekuasaan berpusat pada militer dan kaisar, dan oposisi politik dibungkam.

2. **Kultus Kaisar:** Fasisme di Jepang sering kali mengedepankan kultus kaisar sebagai simbol nasionalisme dan persatuan. Kaisar diberikan status ilahi dan digunakan sebagai alat propaganda untuk memotivasi rakyat Jepang.

3. **Imperialisme dan Eksansinya:** Seperti fasisme di negara-negara lain, Jepang juga mengadopsi ambisi imperialistik. Mereka menjalankan ekspansi wilayah dengan agresi militer, seperti invasi ke Tiongkok dan perang di Asia Tenggara selama Perang Dunia II.

4. **Kemiliteran:** Kekuatan militer menjadi sangat berpengaruh dalam pemerintahan. Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara memiliki kendali besar atas kebijakan luar negeri dan domestik.

5. **Nasionalisme Ekstremis:** Pemerintah Jepang mendukung nasionalisme ekstremis yang menganggap Jepang sebagai bangsa yang superior dan memiliki hak untuk menguasai wilayah-wilayah di Asia. Ini menciptakan ketegangan dengan negara-negara tetangga.

6. **Censorship dan Represi:** Pemerintahan Jepang melaksanakan sensor dan represi terhadap oposisi politik, serta media yang tidak mendukung rezim.

7. **Ketidaksetujuan terhadap Demokrasi:** Fasisme di Jepang menentang prinsip-prinsip demokrasi liberal dan sistem multipartai. Pemerintahan lebih suka kendali otoriter dan kontrol atas masyarakat.

8. **Perang:** Fasisme Jepang mengarah pada keterlibatan aktif dalam Perang Dunia II, termasuk serangan ke Pearl Harbor dan serangkaian kampanye militer di Asia Pasifik.

Perlu diingat bahwa fasis dan fasisme bisa memiliki nuansa yang berbeda di berbagai negara. Selain itu, era fasisme di Jepang berakhir setelah kekalahan mereka dalam Perang Dunia II, dan Jepang berubah menjadi negara demokratis pasca-perang. Oleh karena itu, ciri-ciri tersebut merujuk pada periode sejarah tertentu dalam sejarah Jepang.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Upaya yang dapat dilakukan pelajar dalam rangka mendukung upaya bela negara adalah…

44

3.7

Jawaban terverifikasi

1.Bagaimana hubungan antar Perundang - undangan sesuai dg herarkis tata urutan ? 2. Simaklah beberapa peraturan perundangan apakah peraturan tersebut SBG terjemahan atas peraturan perundangan atau tumpang tindih ? ( UU no 12 Tahun 2011, UU no 23Tahun 2014, UU No 25 Tahun 2004 ) 3 . Tuliskan peraturan perundangan yg di undangkan atas perintah TAP MPR NO I / MPR/ 2003 4.sebutkan produk UU atas perintah UUD NRI Tahun 1945 ( pasal18, pasal 22, pasal 23, Pasal 26 , Pasal 27,pasal ,pasal 28, pasal 29, pasal 30 ,pasal 31 dan pasal 33 )

28

2.2

Lihat jawaban (3)