Dika D

25 Mei 2024 10:39

Dika D

25 Mei 2024 10:39

Pertanyaan

Apa sejarah di Indonesia

Apa sejarah di Indonesia

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

05

:

35

:

29

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Kevin L

Gold

25 Mei 2024 10:47

Jawaban terverifikasi

1. **Pendahuluan:** - Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan kaya, mencakup berbagai peristiwa dan perubahan sejak zaman prasejarah hingga masa modern. 2. **Zaman Prasejarah:** - Awal sejarah Indonesia dimulai dengan munculnya manusia purba di wilayah ini. Beberapa situs purbakala yang ditemukan, seperti Situs Gua Batu, menunjukkan adanya kehidupan manusia purba di Indonesia. 3. **Zaman Kuno:** - Zaman ini ditandai dengan munculnya peradaban awal di wilayah Indonesia, seperti Kerajaan Tarumanagara di Jawa Barat dan Kerajaan Kutai di Kalimantan. 4. **Zaman Pertengahan:** - Pada periode ini, beberapa kerajaan besar muncul, seperti Mataram Kuno, Sriwijaya, dan Majapahit. Sriwijaya menjadi pusat perdagangan internasional di Asia Tenggara. 5. **Zaman Modern Awal:** - Masa kolonialisme Eropa dimulai pada abad ke-16 dengan tiba Portugis dan Belanda. Belanda berhasil menguasai banyak wilayah di Indonesia. 6. **Pergerakan Nasionalisasi:** - Pada abad ke-20, gerakan nasionalis berkembang kuat dalam masyarakat Indonesia untuk merdeka dari penjajahan Belanda. 7. **Kemerdekaan:** - Setelah Perang Dunia II, gerakan nasionalis mencapai puncaknya dengan kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. 8. **Masa Republik Indonesia:** - Sejak merdeka, Republik Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi dan politik tetapi juga menghadapi tantangan sosial-politik serta isu-isu regionalisme. 9. **Pembaruan Modern:** - Pada abad ke-21, Indonesia terlibat dalam globalisasi dan modernisasi politik serta ekonomi.


Navniaaa N

25 Mei 2024 14:15

Jawaban terverifikasi

<p>1. Kedatangan Bangsa Eropa</p><p>Dilansir dari buku Sejarah Indonesia Modern (2007) oleh MC Ricklefs, bangsa Eropa yang datang pertama kali di Indonesia adalah Portugis di Malaka tahun 1509. Meski berhasil diusir, Portugis yang dipimpin Alfonso de Albuquerque kembali datang pada 1511 dan menguasai wilayah tersebut.</p><p><br>&nbsp;</p><p>Belanda baru datang ke Banten pada 1596 dalam ekspedisi Cornelis de Houtman. Mereka membawa banyak rempah-rempah ke Belanda. Pada 1602, terbentuklah Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) yang kemudian mengambil alih kekuasaan Portugis.</p><p><br><br>&nbsp;</p><p>VOC dibubarkan pada 31 Desember 1799 dan diambil alih pemerintah Belanda. Di sela pendudukan Belanda, terdapat masa Prancis (1800-1811) dan Inggris (1811-1816), baru kemudian diserahkan kembali kepada Belanda.</p><p><br>&nbsp;</p><p>2. Lahirnya Budi Utomo (1908)</p><p>Masih dalam masa penjajahan Belanda, lahirlah organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Budi Utomo didirikan beberapa mahasiswa STOVIA (Sekolah Kedokteran di Jawa). Tokohnya seperti Soetomo dan Wahidin Soedirohoesodo. Lahirnya organisasi ini menjadi tonggak perjuangan kemerdekaan Indonesia.</p><p><br>&nbsp;</p><p>3. Sumpah Pemuda (1928)</p><p>Setelah Budi Utomo, muncul berbagai organisasi, yaitu Tri Koro Dharmo dan organisasi kesukuan, seperti Jong Java, Jong Celebes, hingga Jong Batak. Gagasan untuk menyatukan wilayah Nusantara semakin kuat dan digelarlah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.</p><p><br>&nbsp;</p><p>Nama Indonesia semakin dikenal setelah setelah pertemuan ini. Saat itu diperkenalkan pula lagu Indonesia Raya oleh Wage Rudolf Supratman. Para pemuda pun mengikrarkan Sumpah Pemuda sebagai bentuk tekad memerdekakan Indonesia.</p><p><br>&nbsp;</p><p>4. Indonesia Dikuasai Jepang (1942)</p><p>Tahun 1942, Jepang menduduki sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Batavia. Akhirnya Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang dengan ditandainya penandatanganan Perjanjian Kalijati pada 8 Maret 1942. Di masa Jepang inilah terjadi perubahan luar biasa dalam perjuangan kemerdekaan.</p><p><br>&nbsp;</p><p>5. Soekarno Memperkenalkan Pancasila (1 Juni 1945)</p><p>Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dengan membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Sidang pertama BPUPKI pertama dibuka 29 Mei 1945. Pada 1 Juni 1945, Soekarno mengusulkan dasar negara Indonesia dengan nama Pancasila.</p>

1. Kedatangan Bangsa Eropa

Dilansir dari buku Sejarah Indonesia Modern (2007) oleh MC Ricklefs, bangsa Eropa yang datang pertama kali di Indonesia adalah Portugis di Malaka tahun 1509. Meski berhasil diusir, Portugis yang dipimpin Alfonso de Albuquerque kembali datang pada 1511 dan menguasai wilayah tersebut.


 

Belanda baru datang ke Banten pada 1596 dalam ekspedisi Cornelis de Houtman. Mereka membawa banyak rempah-rempah ke Belanda. Pada 1602, terbentuklah Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) yang kemudian mengambil alih kekuasaan Portugis.



 

VOC dibubarkan pada 31 Desember 1799 dan diambil alih pemerintah Belanda. Di sela pendudukan Belanda, terdapat masa Prancis (1800-1811) dan Inggris (1811-1816), baru kemudian diserahkan kembali kepada Belanda.


 

2. Lahirnya Budi Utomo (1908)

Masih dalam masa penjajahan Belanda, lahirlah organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Budi Utomo didirikan beberapa mahasiswa STOVIA (Sekolah Kedokteran di Jawa). Tokohnya seperti Soetomo dan Wahidin Soedirohoesodo. Lahirnya organisasi ini menjadi tonggak perjuangan kemerdekaan Indonesia.


 

3. Sumpah Pemuda (1928)

Setelah Budi Utomo, muncul berbagai organisasi, yaitu Tri Koro Dharmo dan organisasi kesukuan, seperti Jong Java, Jong Celebes, hingga Jong Batak. Gagasan untuk menyatukan wilayah Nusantara semakin kuat dan digelarlah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.


 

Nama Indonesia semakin dikenal setelah setelah pertemuan ini. Saat itu diperkenalkan pula lagu Indonesia Raya oleh Wage Rudolf Supratman. Para pemuda pun mengikrarkan Sumpah Pemuda sebagai bentuk tekad memerdekakan Indonesia.


 

4. Indonesia Dikuasai Jepang (1942)

Tahun 1942, Jepang menduduki sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Batavia. Akhirnya Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang dengan ditandainya penandatanganan Perjanjian Kalijati pada 8 Maret 1942. Di masa Jepang inilah terjadi perubahan luar biasa dalam perjuangan kemerdekaan.


 

5. Soekarno Memperkenalkan Pancasila (1 Juni 1945)

Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dengan membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Sidang pertama BPUPKI pertama dibuka 29 Mei 1945. Pada 1 Juni 1945, Soekarno mengusulkan dasar negara Indonesia dengan nama Pancasila.


Navniaaa N

25 Mei 2024 14:16

Jawaban terverifikasi

6. Peristiwa Rengasdengklok (16 Agustus 1945) Meski Jepang sudah berjanji akan memberi kemerdekaan, kalangan pemuda tidak setuju dengan hal itu. Golongan pemuda ingin Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan sendiri. Dilansir dari situs setneg.go.id, pada dini hari 16 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta terpaksa diculik para pemuda ke Rengasdengklok. Tindakan itu diambil agar Bung Karno segera memproklamasikan kemerdekaan. 7. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945) Sempat terjadi perdebatan panas di Rengasdengklok. Namun akhirnya Bung Karno setuju memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Mereka kembali ke Jakarta dan berkumpul di rumah Laksamana Maeda yang menjamin keamanan mereka. Di sana mereka menyusun naskah proklamasi dan membuat bendera merah putih. Kemerdekaan pun diproklamasikan oleh Soekarno di rumahnya, Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada pukul 10.00 WIB. 8. Pertempuran Medan Area (Oktober 1945) Kemerdekaan Indonesia tidak serta merta membebaskan negara dari berbagai upaya negara lain merebut wilayah. Salah satunya adalah kedatangan tentara Sekutu yang diboncengi Netherlands Indies Civil Administration (NICA) atau Pemerintahan Sipil Hindia Belanda pada 9 Oktober 1945 ingin merebut wilayah Indonesia. Para pemuda Medan segera membentuk TKR untuk melawan. Pada 13 Oktober 1945 terjadi pertempuran yang dikenal dengan nama Medan Area. 9. Pertempuran Ambarawa (Oktober 1945) Pasukan Sekutu yang dipimpin Brigjen Bethel mendarat di Semarang pada 20 Oktober 1945. Saat Sekutu menuju Magelang, masyarakat menyerang mereka hingga terjadi kerusuhan. Di bawah kepemimpinan Kolonel Sudirman, pasukan TKR mengejar dan mengepung tentara Sekutu hingga terjadi pertempuran empat hari (12-15 Desember 1945) yang dikenal sebagai 'Palagan Ambarawa'. Pasukan TKR menang pada 15 Desember 1945. Tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Juang Kartika TNI-AD. 10. Pertempuran Surabaya (10 November 1945) Pada 25 Oktober 1945, Brigjen AWS Mallaby dan tentara Sekutunya tiba di Surabaya. Pertempuran antara rakyat Surabaya melawan Sekutu tak terelakkan. AWS Mallaby tewas dalam pertempuran itu. Sekutu marah dan meminta rakyat bersenjata menyerahkan diri pada tanggal 9 November 1945 sebelum pukul 18.00. Bahkan mereka mengultimatum akan menyerang Surabaya secara besar-besaran pada tanggal 10 November 1945. Tak gentar, Bung Tomo justru membakar semangat para rakyat Surabaya untuk melawan. Terjadilah pertempuran besar pada 10 November 1945 yang dimenangkan oleh rakyat Indonesia. Tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Pahlawan. 11. Peristiwa Merah Putih di Manado (14 Februari 1946) Di Sulawesi, yakni di Manado, juga terjadi upaya dari Belanda untuk merebut kembali kemerdekaan Indonesia. Rakyat Sulawesi melawan dengan menyerbu markas militer Belanda di Teling, Manado pada 14 Februari 1946. Rakyat merobek bendera Belanda yang berwarna merah-putih-biru menjadi bendera merah putih. Oleh karenanya penyerbuan ini disebut Peristiwa Merah Putih. 12. Pertempuran Bandung Lautan Api (23 Maret 1946) Salah satu pertempuran paling terkenal adalah Bandung Lautan Api yang dimulai ketika pasukan Sekutu diboncengi NICA tiba di Bandung pada 13 Oktober 1945. Mereka mengeluarkan ultimatum kepada para pejuang agar meninggalkan wilayah Bandung Utara, namun para pejuang menolak. Tentara Republik Indonesia (TRI) turun tangan dan bersedia mengosongkan Bandung. Namun sebelum meninggalkan Bandung, pada tanggal 23-24 Maret 1946, para pejuang menyerbu pos-pos Sekutu dan membumihanguskan kota Bandung menjadi seperti lautan api. 13. Perjanjian Linggarjati (15 November 1946) Belanda tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto dan terus berusaha menduduki berbagai wilayah Indonesia. Untuk mengakhiri ini, dilakukanlah Perjanjian Linggarjati di Kuningan, Jawa Barat pada 10-15 November 1946 dan disahkan pada 25 Maret 1947. Indonesia saat itu diwakili Sutan Sjahrir, sedangkan Belanda diwakili oleh Prof. Schermerhorn. Hasilnya antara lain Belanda mengakui RI secara de facto yang terdiri atas Jawa, Madura, dan Sumatra. Indonesia merupakan bagian dari negara federal Republik Indonesia Serikat. 14. Perjanjian Renville (18 Januari 1948) Rupanya Belanda melanggar Perjanjian Linggarjati dan kembali melancarkan serangan yang disebut Agresi Militer Belanda (AMB) I pada 21 Juli 1947 ke kota-kota besar di wilayah Jawa dan Sumatra. PBB membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) dengan anggota Richard C. Kirby dari Australia sebagai perwakilan Indonesia, Paul Van Zeeland dari Belgia sebagai perwakilan Belanda, dan Prof. Dr. Frank Graham dari Amerika Serikat sebagai penengah. Kemudian dilakukan perundingan yang disebut Perjanjian Renville karena terjadi di atas kapal milik Amerika Serikat, USS Renville yang sedang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok pada 17 Januari 1948. Hasil perjanjian ini menyatakan Belanda tetap berdaulat sampai terbentuknya RIS, dan RI kedudukannya sejajar dengan Belanda, RI akan menjadi bagian dari RIS dan akan diadakan pemilu untuk membentuk Konstituante RIS. Tentara Indonesia di daerah Belanda juga harus dipindahkan. Namun Perjanjian Renville kemudian dikhianati oleh Belanda dengan melancarkan AMB II pada 19 Desember 1948. 15. Pemberontakan DI/TII (1948-1949) Selain harus menangani AMB II, Indonesia juga harus menghadapi pemberontakan dari dalam, yaitu terjadinya Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Ini adalah konflik politik pertama pasca-kemerdekaan. Gerakan DI/TII bertujuan agar Indonesia menjadi negara Islam. Gerakan yang dimulai oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo ini berawal dari Jawa Barat dan menyebar ke Jawa Tengah, Aceh, Sulawesi Selatan dan Kalimantan

— Tampilkan 1 balasan lainnya

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Jelaskan akibat keberagaman masyarakat Indonesia! 2. Jelaskan dan berilah masing-masing dua contoh akibat positif dari konflik yang terjadi dalam masyarakat! 3. Jelaskan macam-macam konflik yang terjadi akibat keberagaman masyarakat dan berilah contohnya! 4. Mengapa dalam masyarakat yang memiliki keberagaman diperlukan harmoni? 5. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman baik dilihat dari agama, suku, ras, bahasa, dan budaya. Berdasarkan pernyataan tersebut, apa yang dapat kalian lakukan untuk menjaga keberagaman supaya terhindar dari konflik?

33

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi