Virna V

24 Oktober 2023 06:22

Virna V

24 Oktober 2023 06:22

Pertanyaan

apa yang dimaksud defisit anggaran dan bagaimana pengaruhnya?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

23

:

36

:

16

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

S. Anugrah

Mahasiswa/Alumni Universitas Atma Jaya

24 Oktober 2023 10:57

Jawaban terverifikasi

<p>Jawab:</p><p>Defisit anggaran adalah selisih antara pengeluaran pemerintah dengan penerimaan pemerintah, yang sama dengan jumlah utang baru yang dibutuhkan pemerintah untuk mendanai operasinya.</p><p>&nbsp;</p><p>Pengaruh defisit anggaran:</p><p>1. Tingkat inflasi</p><p>Naik nya harga barang pokok.</p><p>&nbsp;</p><p>2. Tingkat suku bunga</p><p>Pemerintah harus menambah modal karena kurangnya penerimaan.</p><p>&nbsp;</p><p>3. Konsumsi dan tabungan</p><p>Pendapatan ril berkurang mengakibatkan konsumsi dan tabungan berkurang.</p><p>&nbsp;</p><p>4. Pengganguran</p><p>Penurunan investasi mengakibatkan pengganguran.</p><p>&nbsp;</p>

Jawab:

Defisit anggaran adalah selisih antara pengeluaran pemerintah dengan penerimaan pemerintah, yang sama dengan jumlah utang baru yang dibutuhkan pemerintah untuk mendanai operasinya.

 

Pengaruh defisit anggaran:

1. Tingkat inflasi

Naik nya harga barang pokok.

 

2. Tingkat suku bunga

Pemerintah harus menambah modal karena kurangnya penerimaan.

 

3. Konsumsi dan tabungan

Pendapatan ril berkurang mengakibatkan konsumsi dan tabungan berkurang.

 

4. Pengganguran

Penurunan investasi mengakibatkan pengganguran.

 


Vincent M

Community

25 Oktober 2023 01:03

Jawaban terverifikasi

<p>Hubungan antara Tingkat Harga dan Konsumsi: Tingkat harga dalam ekonomi mengacu pada harga umum barang dan jasa yang diukur dalam mata uang. Hubungan antara tingkat harga dan konsumsi adalah sebagai berikut:</p><ul><li>Ketika tingkat harga naik (inflasi), daya beli uang seseorang turun, artinya mereka harus membayar lebih banyak uang untuk membeli jumlah barang dan jasa yang sama. Ini cenderung mengurangi daya beli konsumen, yang dapat mengakibatkan penurunan dalam jumlah barang dan jasa yang mereka beli.</li><li>Sebaliknya, ketika tingkat harga turun (deflasi), daya beli uang meningkat, dan konsumen mungkin lebih mampu membeli lebih banyak barang dan jasa.</li></ul><p>Konsumsi saat Terjadi Inflasi dan Deflasi:</p><ul><li>Inflasi: Saat terjadi inflasi, konsumen cenderung lebih berhati-hati dalam pengeluaran mereka karena daya beli uang mereka menurun. Mereka mungkin mengurangi konsumsi barang-barang tertentu atau mencari alternatif yang lebih murah. Ini dapat menyebabkan penurunan permintaan terhadap beberapa produk dan mempengaruhi sektor ekonomi tertentu. Namun, sektor-spesifik yang merasakan dampak inflasi dapat bervariasi.</li><li>Deflasi: Deflasi adalah penurunan umum dalam tingkat harga barang dan jasa. Meskipun mungkin terdengar menguntungkan bagi konsumen karena daya beli meningkat, deflasi yang berkelanjutan bisa menjadi masalah. Konsumen dapat menunda pembelian dalam harapan bahwa harga akan turun lebih lanjut, yang dapat menyebabkan penurunan permintaan secara keseluruhan dan potensial resesi ekonomi.</li></ul><p>Dampak Inflasi dan Deflasi pada Pertumbuhan Ekonomi:</p><ul><li>Inflasi: Inflasi dalam batas tertentu dianggap sebagai tanda pertumbuhan ekonomi yang sehat. Ini dapat mencerminkan peningkatan permintaan konsumen dan investasi bisnis. Namun, jika inflasi terlalu tinggi dan tidak terkendali, itu dapat mengurangi daya beli konsumen, membingungkan perencanaan ekonomi, dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara negatif.</li><li>Deflasi: Deflasi yang signifikan dapat mengancam pertumbuhan ekonomi. Konsumen mungkin menunda pembelian karena mereka berharap harga akan terus turun. Hal ini dapat mengurangi permintaan agregat dalam ekonomi dan mengganggu investasi bisnis. Selain itu, deflasi dapat meningkatkan risiko utang karena nilai riil utang meningkat, yang dapat membahayakan stabilitas keuangan.</li></ul><p>Penting untuk dicatat bahwa tingkat inflasi yang moderat sering dianggap sebagai normal dalam ekonomi modern, sementara deflasi yang berkelanjutan merupakan sumber kekhawatiran. Kebijakan moneter dan fiskal dapat digunakan untuk mengelola inflasi dan deflasi serta menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil.</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Hubungan antara Tingkat Harga dan Konsumsi: Tingkat harga dalam ekonomi mengacu pada harga umum barang dan jasa yang diukur dalam mata uang. Hubungan antara tingkat harga dan konsumsi adalah sebagai berikut:

  • Ketika tingkat harga naik (inflasi), daya beli uang seseorang turun, artinya mereka harus membayar lebih banyak uang untuk membeli jumlah barang dan jasa yang sama. Ini cenderung mengurangi daya beli konsumen, yang dapat mengakibatkan penurunan dalam jumlah barang dan jasa yang mereka beli.
  • Sebaliknya, ketika tingkat harga turun (deflasi), daya beli uang meningkat, dan konsumen mungkin lebih mampu membeli lebih banyak barang dan jasa.

Konsumsi saat Terjadi Inflasi dan Deflasi:

  • Inflasi: Saat terjadi inflasi, konsumen cenderung lebih berhati-hati dalam pengeluaran mereka karena daya beli uang mereka menurun. Mereka mungkin mengurangi konsumsi barang-barang tertentu atau mencari alternatif yang lebih murah. Ini dapat menyebabkan penurunan permintaan terhadap beberapa produk dan mempengaruhi sektor ekonomi tertentu. Namun, sektor-spesifik yang merasakan dampak inflasi dapat bervariasi.
  • Deflasi: Deflasi adalah penurunan umum dalam tingkat harga barang dan jasa. Meskipun mungkin terdengar menguntungkan bagi konsumen karena daya beli meningkat, deflasi yang berkelanjutan bisa menjadi masalah. Konsumen dapat menunda pembelian dalam harapan bahwa harga akan turun lebih lanjut, yang dapat menyebabkan penurunan permintaan secara keseluruhan dan potensial resesi ekonomi.

Dampak Inflasi dan Deflasi pada Pertumbuhan Ekonomi:

  • Inflasi: Inflasi dalam batas tertentu dianggap sebagai tanda pertumbuhan ekonomi yang sehat. Ini dapat mencerminkan peningkatan permintaan konsumen dan investasi bisnis. Namun, jika inflasi terlalu tinggi dan tidak terkendali, itu dapat mengurangi daya beli konsumen, membingungkan perencanaan ekonomi, dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara negatif.
  • Deflasi: Deflasi yang signifikan dapat mengancam pertumbuhan ekonomi. Konsumen mungkin menunda pembelian karena mereka berharap harga akan terus turun. Hal ini dapat mengurangi permintaan agregat dalam ekonomi dan mengganggu investasi bisnis. Selain itu, deflasi dapat meningkatkan risiko utang karena nilai riil utang meningkat, yang dapat membahayakan stabilitas keuangan.

Penting untuk dicatat bahwa tingkat inflasi yang moderat sering dianggap sebagai normal dalam ekonomi modern, sementara deflasi yang berkelanjutan merupakan sumber kekhawatiran. Kebijakan moneter dan fiskal dapat digunakan untuk mengelola inflasi dan deflasi serta menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil.

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Salah satu faktor penghambat perdagangan internasional adalah ....

59

5.0

Jawaban terverifikasi