Nur H

12 November 2023 04:31

Nur H

12 November 2023 04:31

Pertanyaan

Apakah tiga kekuasaan besar (Soekarno, TNI AD, PKI) di masa demokrasi terpimpin sesuai dengan UUD 1945 ?

Apakah tiga kekuasaan besar (Soekarno, TNI AD, PKI) di masa demokrasi terpimpin sesuai dengan UUD 1945?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

13

:

54

:

11

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Erwin A

Community

12 November 2023 09:40

Jawaban terverifikasi

<p>Secara singkat, tidak. Ketiga kekuasaan besar di masa demokrasi terpimpin tidak sesuai dengan UUD 1945.</p><p>UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial, di mana kekuasaan eksekutif berada di tangan presiden. Presiden dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum dan bertanggung jawab kepada rakyat.</p><p>Pada masa demokrasi terpimpin, kekuasaan eksekutif tidak hanya berada di tangan presiden, tetapi juga berada di tangan TNI AD dan PKI. Hal ini terjadi karena presiden Soekarno menunjuk para tokoh TNI AD dan PKI untuk mengisi posisi-posisi penting di pemerintahan.</p><p>Selain itu, UUD 1945 juga menganut sistem multi partai, di mana setiap warga negara berhak mendirikan partai politik. Pada masa demokrasi terpimpin, PKI menjadi partai politik yang dominan. Hal ini terjadi karena PKI didukung oleh presiden Soekarno dan TNI AD.</p><p>Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ketiga kekuasaan besar di masa demokrasi terpimpin tidak sesuai dengan UUD 1945 karena:</p><ul><li>Kekuasaan eksekutif tidak hanya berada di tangan presiden, tetapi juga berada di tangan TNI AD dan PKI.</li><li>Sistem multi partai tidak berjalan dengan baik karena PKI menjadi partai politik yang dominan.</li></ul><p>Berikut adalah beberapa contoh penyimpangan UUD 1945 yang dilakukan oleh ketiga kekuasaan besar tersebut:</p><ul><li>Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959, yang membubarkan Konstituante dan menetapkan kembali UUD 1945. Dekrit ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap UUD 1945 karena tidak melalui persetujuan DPR.</li><li>TNI AD melakukan intervensi politik dalam berbagai bidang, termasuk pemilihan umum. Hal ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap UUD 1945 karena TNI AD merupakan alat negara yang seharusnya tidak terlibat dalam politik.</li><li>PKI melakukan kampanye untuk menyebarkan paham komunisme. Hal ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap UUD 1945 karena Pancasila sebagai dasar negara Indonesia menganut paham Pancasila, bukan komunisme.</li></ul><p>Akibat penyimpangan-penyimpangan tersebut, demokrasi terpimpin akhirnya berakhir dengan peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965.</p>

Secara singkat, tidak. Ketiga kekuasaan besar di masa demokrasi terpimpin tidak sesuai dengan UUD 1945.

UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial, di mana kekuasaan eksekutif berada di tangan presiden. Presiden dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum dan bertanggung jawab kepada rakyat.

Pada masa demokrasi terpimpin, kekuasaan eksekutif tidak hanya berada di tangan presiden, tetapi juga berada di tangan TNI AD dan PKI. Hal ini terjadi karena presiden Soekarno menunjuk para tokoh TNI AD dan PKI untuk mengisi posisi-posisi penting di pemerintahan.

Selain itu, UUD 1945 juga menganut sistem multi partai, di mana setiap warga negara berhak mendirikan partai politik. Pada masa demokrasi terpimpin, PKI menjadi partai politik yang dominan. Hal ini terjadi karena PKI didukung oleh presiden Soekarno dan TNI AD.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ketiga kekuasaan besar di masa demokrasi terpimpin tidak sesuai dengan UUD 1945 karena:

  • Kekuasaan eksekutif tidak hanya berada di tangan presiden, tetapi juga berada di tangan TNI AD dan PKI.
  • Sistem multi partai tidak berjalan dengan baik karena PKI menjadi partai politik yang dominan.

Berikut adalah beberapa contoh penyimpangan UUD 1945 yang dilakukan oleh ketiga kekuasaan besar tersebut:

  • Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959, yang membubarkan Konstituante dan menetapkan kembali UUD 1945. Dekrit ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap UUD 1945 karena tidak melalui persetujuan DPR.
  • TNI AD melakukan intervensi politik dalam berbagai bidang, termasuk pemilihan umum. Hal ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap UUD 1945 karena TNI AD merupakan alat negara yang seharusnya tidak terlibat dalam politik.
  • PKI melakukan kampanye untuk menyebarkan paham komunisme. Hal ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap UUD 1945 karena Pancasila sebagai dasar negara Indonesia menganut paham Pancasila, bukan komunisme.

Akibat penyimpangan-penyimpangan tersebut, demokrasi terpimpin akhirnya berakhir dengan peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi