Bacalah puisi berikut dengan saksama. Sungai Batu Nenden Lilis Aisyah Aku tak memiliki apa-apa dalam tubuhku Tapi para petani menugalnya seakan tubuhku tanah Kami akan menanam benih, seru mereka Kau pun datang, begitu saja melinggis dadaku Aku haus tedas darah, desahmu Aku katakan padamu Di dadaku tinggal sungai kering berbatu Tak ada lagi yang mengalir Batu? Batu pun tak apa-apa Tiba-tiba kau dan petani-petani itu berebut "Yang kita butuhkan sekarang memang batu!" Dan batu, satu-satunya milikku yang tersisa, Mereka ambil Identifikasilah diksi, majas, pengimajian, kata konkret, dan kata konotatif dalam puisi tersebut
Bacalah puisi berikut dengan saksama. Sungai Batu Nenden Lilis Aisyah Aku tak memiliki apa-apa dalam tubuhku Tapi para petani menugalnya seakan tubuhku tanah Kami akan menanam benih, seru mereka Kau pun datang, begitu saja melinggis dadaku Aku haus tedas darah, desahmu Aku katakan padamu Di dadaku tinggal sungai kering berbatu Tak ada lagi yang mengalir Batu? Batu pun tak apa-apa Tiba-tiba kau dan petani-petani itu berebut "Yang kita butuhkan sekarang memang batu!" Dan batu, satu-satunya milikku yang tersisa, Mereka ambilIdentifikasilah diksi, majas, pengimajian, kata konkret, dan kata konotatif dalam puisi tersebut