Naila N

17 Agustus 2024 11:12

Naila N

17 Agustus 2024 11:12

Pertanyaan

bagaimana kesadaram akan keberagaman perspektif dapat mempengaruhi interpretasi peristiwa sejarah dan mengapa hal ini penting dalam peristiwa sejarah !

bagaimana kesadaram akan keberagaman perspektif dapat mempengaruhi interpretasi peristiwa sejarah dan mengapa hal ini penting dalam peristiwa sejarah !

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

00

:

53

:

12

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Olivia C

27 Agustus 2024 10:27

Jawaban terverifikasi

<p>Hai kak, semoga jawabannya bisa membantu ya...</p><p>Kesadaran akan keberagaman perspektif dalam memahami peristiwa sejarah sangat penting karena dapat mengubah cara kita menginterpretasikan dan memahami peristiwa tersebut. &nbsp;Berikut adalah bagaimana kesadaran ini mempengaruhi interpretasi sejarah dan mengapa hal ini penting:<br><br>1. Mengakui Multi-Perspektif:<br><br>- Sejarah Bukanlah Monolitik: &nbsp;Sejarah bukanlah narasi tunggal yang pasti, melainkan kumpulan cerita dan sudut pandang yang berbeda-beda. &nbsp;Setiap kelompok, individu, atau budaya memiliki perspektif unik tentang peristiwa yang sama.&nbsp;<br>- Menghindari Bias: &nbsp;Kesadaran akan keberagaman perspektif membantu kita menghindari bias dalam interpretasi sejarah. &nbsp;Seringkali, sejarah ditulis dari sudut pandang pemenang atau kelompok dominan, mengabaikan perspektif yang berbeda.<br><br>2. Memahami Konteks:<br><br>- Peristiwa Sejarah Terjadi dalam Konteks: &nbsp;Setiap peristiwa sejarah terjadi dalam konteks sosial, politik, ekonomi, dan budaya tertentu. &nbsp;Memahami konteks ini penting untuk memahami mengapa peristiwa tersebut terjadi dan apa dampaknya.&nbsp;<br>- Perbedaan Perspektif Mencerminkan Konteks: &nbsp;Perbedaan perspektif tentang suatu peristiwa seringkali mencerminkan perbedaan konteks atau pengalaman hidup dari kelompok yang berbeda. &nbsp;Misalnya, interpretasi perang dari sudut pandang tentara akan berbeda dengan interpretasi dari sudut pandang warga sipil.<br><br>3. Meningkatkan Pemahaman yang Lebih Mendalam:<br><br>- Membuka Pandangan Baru: &nbsp;Mengakui keberagaman perspektif membuka kemungkinan untuk memahami sejarah dari sudut pandang yang berbeda. &nbsp;Ini dapat mengungkap aspek-aspek baru dari suatu peristiwa yang sebelumnya tidak terlihat.<br>- Menghindari Kesimpulan yang Terburu-buru: &nbsp;Kesadaran akan keberagaman perspektif membantu kita menghindari kesimpulan yang terburu-buru tentang suatu peristiwa sejarah. &nbsp;Dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan nuanced.&nbsp;<br><br>Mengapa Hal Ini Penting dalam Peristiwa Sejarah?<br><br>- Keadilan Historis: &nbsp;Menghormati keberagaman perspektif penting untuk mencapai keadilan historis. &nbsp;Ini berarti memberikan ruang bagi semua kelompok untuk menceritakan kisah mereka dan mendapatkan pengakuan atas pengalaman mereka.<br>- Memahami Masa Kini: &nbsp;Memahami sejarah dengan berbagai perspektif membantu kita memahami masa kini. &nbsp;Peristiwa sejarah dapat memberikan pelajaran berharga tentang konflik, perubahan sosial, dan perkembangan budaya.<br>- Membangun Masyarakat yang Lebih Baik: &nbsp;Kesadaran akan keberagaman perspektif dapat membantu kita membangun masyarakat yang lebih toleran, inklusif, dan adil. &nbsp;Dengan memahami pengalaman dan perspektif yang berbeda, kita dapat membangun dialog yang lebih konstruktif dan menyelesaikan konflik dengan lebih damai.<br><br>Kesimpulan:<br><br>Kesadaran akan keberagaman perspektif adalah kunci untuk memahami sejarah dengan lebih akurat dan mendalam. &nbsp;Dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang, kita dapat menghindari bias, memahami konteks, dan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang peristiwa sejarah. &nbsp;Hal ini penting untuk mencapai keadilan historis, memahami masa kini, dan membangun masyarakat yang lebih baik.</p>

Hai kak, semoga jawabannya bisa membantu ya...

Kesadaran akan keberagaman perspektif dalam memahami peristiwa sejarah sangat penting karena dapat mengubah cara kita menginterpretasikan dan memahami peristiwa tersebut.  Berikut adalah bagaimana kesadaran ini mempengaruhi interpretasi sejarah dan mengapa hal ini penting:

1. Mengakui Multi-Perspektif:

- Sejarah Bukanlah Monolitik:  Sejarah bukanlah narasi tunggal yang pasti, melainkan kumpulan cerita dan sudut pandang yang berbeda-beda.  Setiap kelompok, individu, atau budaya memiliki perspektif unik tentang peristiwa yang sama. 
- Menghindari Bias:  Kesadaran akan keberagaman perspektif membantu kita menghindari bias dalam interpretasi sejarah.  Seringkali, sejarah ditulis dari sudut pandang pemenang atau kelompok dominan, mengabaikan perspektif yang berbeda.

2. Memahami Konteks:

- Peristiwa Sejarah Terjadi dalam Konteks:  Setiap peristiwa sejarah terjadi dalam konteks sosial, politik, ekonomi, dan budaya tertentu.  Memahami konteks ini penting untuk memahami mengapa peristiwa tersebut terjadi dan apa dampaknya. 
- Perbedaan Perspektif Mencerminkan Konteks:  Perbedaan perspektif tentang suatu peristiwa seringkali mencerminkan perbedaan konteks atau pengalaman hidup dari kelompok yang berbeda.  Misalnya, interpretasi perang dari sudut pandang tentara akan berbeda dengan interpretasi dari sudut pandang warga sipil.

3. Meningkatkan Pemahaman yang Lebih Mendalam:

- Membuka Pandangan Baru:  Mengakui keberagaman perspektif membuka kemungkinan untuk memahami sejarah dari sudut pandang yang berbeda.  Ini dapat mengungkap aspek-aspek baru dari suatu peristiwa yang sebelumnya tidak terlihat.
- Menghindari Kesimpulan yang Terburu-buru:  Kesadaran akan keberagaman perspektif membantu kita menghindari kesimpulan yang terburu-buru tentang suatu peristiwa sejarah.  Dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan nuanced. 

Mengapa Hal Ini Penting dalam Peristiwa Sejarah?

- Keadilan Historis:  Menghormati keberagaman perspektif penting untuk mencapai keadilan historis.  Ini berarti memberikan ruang bagi semua kelompok untuk menceritakan kisah mereka dan mendapatkan pengakuan atas pengalaman mereka.
- Memahami Masa Kini:  Memahami sejarah dengan berbagai perspektif membantu kita memahami masa kini.  Peristiwa sejarah dapat memberikan pelajaran berharga tentang konflik, perubahan sosial, dan perkembangan budaya.
- Membangun Masyarakat yang Lebih Baik:  Kesadaran akan keberagaman perspektif dapat membantu kita membangun masyarakat yang lebih toleran, inklusif, dan adil.  Dengan memahami pengalaman dan perspektif yang berbeda, kita dapat membangun dialog yang lebih konstruktif dan menyelesaikan konflik dengan lebih damai.

Kesimpulan:

Kesadaran akan keberagaman perspektif adalah kunci untuk memahami sejarah dengan lebih akurat dan mendalam.  Dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang, kita dapat menghindari bias, memahami konteks, dan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang peristiwa sejarah.  Hal ini penting untuk mencapai keadilan historis, memahami masa kini, dan membangun masyarakat yang lebih baik.


Ilhamhaqiqi I

10 Maret 2025 20:59

<p>Kesadaran akan keberagaman perspektif sangat memengaruhi cara kita menginterpretasikan peristiwa sejarah, karena sejarah itu sendiri sering kali kompleks dan dipahami secara berbeda oleh berbagai kelompok masyarakat. Mari kita bahas lebih dalam mengapa hal ini penting!</p><p><strong>Menghindari Bias Tunggal</strong><br>Jika kita hanya melihat sejarah dari sudut pandang satu kelompok, kita berisiko mengabaikan narasi lain yang sama pentingnya. Misalnya, penjajahan bisa dilihat sebagai "penyebaran peradaban" oleh pihak penjajah, tetapi bagi masyarakat yang dijajah, itu adalah periode penderitaan dan perlawanan.</p><p><strong>Menghargai Kompleksitas Realitas Masa Lalu</strong><br>Setiap peristiwa sejarah melibatkan banyak pihak dengan pengalaman dan pandangan berbeda. Misalnya, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tidak hanya melibatkan tokoh nasional, tetapi juga perjuangan rakyat dari berbagai latar belakang budaya dan agama.</p><p><strong>Mendorong Kritis dan Empati</strong><br>Memahami perspektif yang beragam melatih kita untuk berpikir kritis dan berempati. Ini membantu kita memahami mengapa kelompok tertentu bertindak seperti yang mereka lakukan dan bagaimana dampak sejarah terasa berbeda bagi masing-masing kelompok.</p><p><strong>Memperkuat Rekonsiliasi dan Keadilan</strong><br>Dalam kasus konflik sejarah, mendengarkan semua perspektif dapat menjadi langkah penting menuju rekonsiliasi. Contohnya, pengungkapan berbagai sudut pandang dalam Tragedi 1965 di Indonesia memungkinkan generasi berikutnya belajar dari masa lalu tanpa terjebak dalam narasi yang menguntungkan satu pihak saja.</p><p><strong>Membentuk Identitas Kolektif yang Inklusif</strong><br>Mengakui keberagaman perspektif membantu membangun identitas nasional atau sosial yang lebih inklusif. Dengan mengakui kontribusi semua kelompok dalam sejarah, kita memperkaya pemahaman kolektif tentang siapa kita sebagai masyarakat saat ini.</p><p>Kesadaran ini penting karena sejarah bukan hanya tentang "apa yang terjadi," tapi juga tentang "siapa yang bercerita dan bagaimana cerita itu disampaikan." Dengan mendengarkan banyak suara, kita bisa mendapatkan gambaran sejarah yang lebih utuh dan adil. Gimana, menarik nggak untuk dijelajahi lebih dalam?</p>

Kesadaran akan keberagaman perspektif sangat memengaruhi cara kita menginterpretasikan peristiwa sejarah, karena sejarah itu sendiri sering kali kompleks dan dipahami secara berbeda oleh berbagai kelompok masyarakat. Mari kita bahas lebih dalam mengapa hal ini penting!

Menghindari Bias Tunggal
Jika kita hanya melihat sejarah dari sudut pandang satu kelompok, kita berisiko mengabaikan narasi lain yang sama pentingnya. Misalnya, penjajahan bisa dilihat sebagai "penyebaran peradaban" oleh pihak penjajah, tetapi bagi masyarakat yang dijajah, itu adalah periode penderitaan dan perlawanan.

Menghargai Kompleksitas Realitas Masa Lalu
Setiap peristiwa sejarah melibatkan banyak pihak dengan pengalaman dan pandangan berbeda. Misalnya, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tidak hanya melibatkan tokoh nasional, tetapi juga perjuangan rakyat dari berbagai latar belakang budaya dan agama.

Mendorong Kritis dan Empati
Memahami perspektif yang beragam melatih kita untuk berpikir kritis dan berempati. Ini membantu kita memahami mengapa kelompok tertentu bertindak seperti yang mereka lakukan dan bagaimana dampak sejarah terasa berbeda bagi masing-masing kelompok.

Memperkuat Rekonsiliasi dan Keadilan
Dalam kasus konflik sejarah, mendengarkan semua perspektif dapat menjadi langkah penting menuju rekonsiliasi. Contohnya, pengungkapan berbagai sudut pandang dalam Tragedi 1965 di Indonesia memungkinkan generasi berikutnya belajar dari masa lalu tanpa terjebak dalam narasi yang menguntungkan satu pihak saja.

Membentuk Identitas Kolektif yang Inklusif
Mengakui keberagaman perspektif membantu membangun identitas nasional atau sosial yang lebih inklusif. Dengan mengakui kontribusi semua kelompok dalam sejarah, kita memperkaya pemahaman kolektif tentang siapa kita sebagai masyarakat saat ini.

Kesadaran ini penting karena sejarah bukan hanya tentang "apa yang terjadi," tapi juga tentang "siapa yang bercerita dan bagaimana cerita itu disampaikan." Dengan mendengarkan banyak suara, kita bisa mendapatkan gambaran sejarah yang lebih utuh dan adil. Gimana, menarik nggak untuk dijelajahi lebih dalam?


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Jelaskan Dalam bentuk apa dukungan Vatikan dalam merespon berita proklamasi???

9

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi