Nur H

30 November 2023 05:38

Nur H

30 November 2023 05:38

Pertanyaan

Bagaimana peristiwa inflasi pada masa demokrasi terpimpin? apa faktor pendorongnya dan langkah yang diambil pemerintah pada masa itu?

Bagaimana peristiwa inflasi pada masa demokrasi terpimpin? apa faktor pendorongnya dan langkah yang diambil pemerintah pada masa itu?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

10

:

38

:

12

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Selvina S

30 November 2023 10:37

Jawaban terverifikasi

Ijin menjawab Pada masa Demokrasi Terpimpin, Indonesia mengalami peristiwa inflasi yang signifikan, terutama hiperinflasi pada tahun 1963-1966. Beberapa faktor pendorong inflasi tersebut antara lain konflik Indonesia-Malaysia, kebijakan ekonomi yang terlalu fokus pada politik, kerugian anggaran, kebijakan moneter yang tidak tepat, serta menipisnya cadangan devisa dan merosotnya ekspor dan investasi. Pemerintah pada masa itu mengambil langkah-langkah untuk mengatasi inflasi, salah satunya adalah melakukan penyederhanaan nilai Rupiah (redenominasi) dari 1000 Rupiah menjadi 1 Rupiah pada tanggal 13 Desember 1965. Selain itu, pemerintah juga melakukan kebijakan moneter seperti sanering untuk menahan laju inflasi


Nanda R

Community

21 Juni 2024 12:56

Jawaban terverifikasi

<p>Peristiwa inflasi pada masa Demokrasi Terpimpin di Indonesia terjadi pada awal tahun 1960-an. Inflasi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor pendorong utama, antara lain:</p><p><strong>Defisit Anggaran:</strong> Pada masa itu, pemerintah Indonesia menghadapi masalah defisit anggaran yang cukup besar. Defisit ini terjadi karena pengeluaran pemerintah yang melebihi pendapatannya, terutama untuk membiayai pembangunan dan program-program sosial ekonomi.</p><p><strong>Ekspansi Moneter:</strong> Untuk mendukung pembangunan dan membiayai defisit anggaran, Bank Indonesia melakukan ekspansi moneter yang cukup besar. Ekspansi moneter ini termasuk pencetakan uang baru dan peningkatan kredit oleh bank-bank, yang dapat menyebabkan inflasi jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang seimbang.</p><p><strong>Kenaikan Harga Komoditas Internasional:</strong> Pada masa itu, terjadi kenaikan harga beberapa komoditas internasional yang penting bagi ekonomi Indonesia, seperti minyak mentah dan bahan pangan. Kenaikan ini dapat mempengaruhi harga-harga di dalam negeri dan menjadi faktor tambahan yang mendorong inflasi.</p><p>Langkah-langkah yang diambil pemerintah pada masa Demokrasi Terpimpin untuk mengatasi inflasi antara lain:</p><p><strong>Pengendalian Harga:</strong> Pemerintah mencoba mengendalikan harga-harga barang penting dengan mengatur harga pasar dan impor, serta mengontrol distribusi barang agar tetap tersedia bagi masyarakat.</p><p><strong>Pengawasan Ekspansi Moneter:</strong> Bank Indonesia berupaya mengendalikan ekspansi moneter agar tidak berlebihan, misalnya dengan mengatur suku bunga dan kebijakan kredit untuk membatasi pertumbuhan jumlah uang beredar.</p><p><strong>Stabilitas Sosial-Ekonomi:</strong> Pemerintah juga berusaha mempertahankan stabilitas sosial-ekonomi dengan mengimplementasikan program-program sosial ekonomi seperti pembangunan infrastruktur, pemberian bantuan sosial, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p><p>&nbsp;</p>

Peristiwa inflasi pada masa Demokrasi Terpimpin di Indonesia terjadi pada awal tahun 1960-an. Inflasi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor pendorong utama, antara lain:

Defisit Anggaran: Pada masa itu, pemerintah Indonesia menghadapi masalah defisit anggaran yang cukup besar. Defisit ini terjadi karena pengeluaran pemerintah yang melebihi pendapatannya, terutama untuk membiayai pembangunan dan program-program sosial ekonomi.

Ekspansi Moneter: Untuk mendukung pembangunan dan membiayai defisit anggaran, Bank Indonesia melakukan ekspansi moneter yang cukup besar. Ekspansi moneter ini termasuk pencetakan uang baru dan peningkatan kredit oleh bank-bank, yang dapat menyebabkan inflasi jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang seimbang.

Kenaikan Harga Komoditas Internasional: Pada masa itu, terjadi kenaikan harga beberapa komoditas internasional yang penting bagi ekonomi Indonesia, seperti minyak mentah dan bahan pangan. Kenaikan ini dapat mempengaruhi harga-harga di dalam negeri dan menjadi faktor tambahan yang mendorong inflasi.

Langkah-langkah yang diambil pemerintah pada masa Demokrasi Terpimpin untuk mengatasi inflasi antara lain:

Pengendalian Harga: Pemerintah mencoba mengendalikan harga-harga barang penting dengan mengatur harga pasar dan impor, serta mengontrol distribusi barang agar tetap tersedia bagi masyarakat.

Pengawasan Ekspansi Moneter: Bank Indonesia berupaya mengendalikan ekspansi moneter agar tidak berlebihan, misalnya dengan mengatur suku bunga dan kebijakan kredit untuk membatasi pertumbuhan jumlah uang beredar.

Stabilitas Sosial-Ekonomi: Pemerintah juga berusaha mempertahankan stabilitas sosial-ekonomi dengan mengimplementasikan program-program sosial ekonomi seperti pembangunan infrastruktur, pemberian bantuan sosial, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi