Hai H

15 Maret 2023 06:24

Hai H

15 Maret 2023 06:24

Pertanyaan

Banks Company sedang mempertimbangkan dua alternatif untuk membebani pembelian gedung kantor baru senilai Rp4.000.000.000. (a) menerbitkan 400.000 saham biasa seharga Rp10.000 per saham (b) menerbitkan obligasi 10 tahun 8%pada nilai nominal (Rp4.000.000.000) Laba sebelum bunga dan pajak diperkirakan mencapai Rp3.000.000.000. Perusahaan memiliki tarif pajak 30% dan memiliki 800.000 saham biasa yang beredar sebelum pembebanan baru diminta: Hitunglah setiap alternatif berikut: 1. Laba bersih 2. Laba per saham

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

02

:

02

:

47

Klaim

1

2


Nanda R

Community

30 Desember 2023 06:06

<p>Dalam kasus ini, kita perlu menghitung laba bersih dan laba per saham untuk kedua alternatif yang diberikan.(a) Menerbitkan 400.000 saham biasa seharga Rp10.000 per saham:</p><ul><li>Jumlah uang yang diperoleh dari penjualan saham: 400.000 x Rp10.000 = Rp4.000.000.000</li><li>Laba sebelum bunga dan pajak: Rp3.000.000.000</li><li>Pajak: 30% x Rp3.000.000.000 = Rp900.000.000</li><li>Laba bersih: Rp3.000.000.000 - Rp900.000.000 = Rp2.100.000.000</li><li>Jumlah saham biasa yang beredar setelah pembebanan baru: 800.000 + 400.000 = 1.200.000 saham</li><li>Laba per saham: Rp2.100.000.000 / 1.200.000 saham = Rp1.750 per saham</li></ul><p>(b) Menerbitkan obligasi 10 tahun 8% pada nilai nominal (Rp4.000.000.000):</p><ul><li>Bunga tahunan yang harus dibayar: 8% x Rp4.000.000.000 = Rp320.000.000</li><li>Laba sebelum bunga dan pajak: Rp3.000.000.000</li><li>Pajak: 30% x Rp3.000.000.000 = Rp900.000.000</li><li>Laba bersih: Rp3.000.000.000 - Rp900.000.000 - Rp320.000.000 = Rp1.780.000.000</li><li>Jumlah saham biasa yang beredar setelah pembebanan baru: 800.000 saham</li><li>Laba per saham: Rp1.780.000.000 / 800.000 saham = Rp2.225 per saham</li></ul><p>Dengan demikian, alternatif (b) menerbitkan obligasi 10 tahun 8% pada nilai nominal (Rp4.000.000.000) menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi dan laba per saham yang lebih besar daripada alternatif (a) menerbitkan 400.000 saham biasa seharga Rp10.000 per saham.</p>

Dalam kasus ini, kita perlu menghitung laba bersih dan laba per saham untuk kedua alternatif yang diberikan.(a) Menerbitkan 400.000 saham biasa seharga Rp10.000 per saham:

  • Jumlah uang yang diperoleh dari penjualan saham: 400.000 x Rp10.000 = Rp4.000.000.000
  • Laba sebelum bunga dan pajak: Rp3.000.000.000
  • Pajak: 30% x Rp3.000.000.000 = Rp900.000.000
  • Laba bersih: Rp3.000.000.000 - Rp900.000.000 = Rp2.100.000.000
  • Jumlah saham biasa yang beredar setelah pembebanan baru: 800.000 + 400.000 = 1.200.000 saham
  • Laba per saham: Rp2.100.000.000 / 1.200.000 saham = Rp1.750 per saham

(b) Menerbitkan obligasi 10 tahun 8% pada nilai nominal (Rp4.000.000.000):

  • Bunga tahunan yang harus dibayar: 8% x Rp4.000.000.000 = Rp320.000.000
  • Laba sebelum bunga dan pajak: Rp3.000.000.000
  • Pajak: 30% x Rp3.000.000.000 = Rp900.000.000
  • Laba bersih: Rp3.000.000.000 - Rp900.000.000 - Rp320.000.000 = Rp1.780.000.000
  • Jumlah saham biasa yang beredar setelah pembebanan baru: 800.000 saham
  • Laba per saham: Rp1.780.000.000 / 800.000 saham = Rp2.225 per saham

Dengan demikian, alternatif (b) menerbitkan obligasi 10 tahun 8% pada nilai nominal (Rp4.000.000.000) menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi dan laba per saham yang lebih besar daripada alternatif (a) menerbitkan 400.000 saham biasa seharga Rp10.000 per saham.


Kevin L

Gold

30 Desember 2023 09:10

Pertanyaan ini berkaitan dengan topik akuntansi, khususnya dalam konteks pembiayaan perusahaan melalui penerbitan saham atau obligasi. Dalam hal ini, perusahaan sedang mempertimbangkan dua alternatif untuk membiayai pembelian gedung kantor baru. Penjelasan: 1. Laba bersih: Laba bersih dapat dihitung dengan mengurangi total biaya (termasuk bunga dan pajak) dari total pendapatan. Dalam hal ini, laba sebelum bunga dan pajak adalah Rp3.000.000.000. Jika perusahaan memilih untuk menerbitkan saham, maka tidak ada biaya bunga yang harus dibayar. Namun, jika perusahaan memilih untuk menerbitkan obligasi, maka ada biaya bunga sebesar 8% dari nilai nominal obligasi. 2. Laba per saham: Laba per saham dapat dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah saham yang beredar. Jika perusahaan memilih untuk menerbitkan saham, maka jumlah saham yang beredar akan bertambah sebanyak jumlah saham yang diterbitkan. Namun, jika perusahaan memilih untuk menerbitkan obligasi, maka jumlah saham yang beredar tidak berubah. Mari kita hitung untuk setiap alternatif: Alternatif (a): menerbitkan saham 1. Laba bersih = Laba sebelum bunga dan pajak - Pajak = Rp3.000.000.000 - (30% x Rp3.000.000.000) = Rp2.100.000.000 2. Laba per saham = Laba bersih / Jumlah saham beredar = Rp2.100.000.000 / (800.000 + 400.000) = Rp2.100 per saham Alternatif (b): menerbitkan obligasi 1. Laba bersih = Laba sebelum bunga dan pajak - Bunga - Pajak = Rp3.000.000.000 - (8% x Rp4.000.000.000) - (30% x (Rp3.000.000.000 - 8% x Rp4.000.000.000)) = Rp1.836.000.000 2. Laba per saham = Laba bersih / Jumlah saham beredar = Rp1.836.000.000 / 800.000 = Rp2.295 per saham Kesimpulan: Dari perhitungan di atas, dapat dilihat bahwa jika perusahaan memilih untuk menerbitkan obligasi, laba per saham yang akan diperoleh lebih tinggi dibandingkan jika perusahaan memilih untuk menerbitkan saham. Namun, perlu diingat bahwa penerbitan obligasi juga membawa biaya bunga yang harus dibayar perusahaan. Semoga penjelasan ini membantu Anda 🙂


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Salah satu faktor penghambat perdagangan internasional adalah ....

44

5.0

Jawaban terverifikasi