Rini P

27 Juni 2022 13:12

Rini P

27 Juni 2022 13:12

Pertanyaan

Beradaptasi terhadap Perubahan Iklim, Petambak Rumput Laut Gracilaria di Bone Budi Daya Ikan Nila Abu Bakar tampak sumringah. Kepala Desa Latonro, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini lalu menunjukkan tiga jarinya yang dirapatkari sebagai tanda ukuran. "Ikannya sudah seperti ini, pertumbuhannya bagus-bagus," katanya. Ikan yang dimaksud adalah ikan nila (Oreochromis niloticus) yang mulai dibudidayakan sejak awal Februari 2021 lalu, di sebuah lahan percontohan milik Abu Bakar. Warga desa memang sedang berupaya melakukan budi daya ikan nila di lahan tambak rumput laut Gracilaria sp. yang mereka miliki. Hal ini unik karena ikan nila merupakan spesies ikan tawar yang coba dibudidayakan di lahan tambak berair asin atau payau. Dalam sebuah diskusi di Desa Latonro, Rabu (14/4/2021) lalu, Abu Bakar bercerita bahwa budi daya ikan nila ini sebenarnya merupakan bentuk adaptasi mereka terhadap kondisi iklim yang terjadi. Perubahan iklim di desa tersebut menjadikan curah hujan lebih tinggi dari biasanya. Ketika musim hujan, kondisi air tambak menjadi tawar sehingga tidak cocok untuk perkembangan Graciaria. "Kalau musim hujan tiba, otomatis tambak tak bisa difungsikan, rumput laut tidak bisa berkembang dan malah mati semua. Biasanya ini terjadi dari bulan April hingga Agustus," katanya. Kondisi ini, dimana curah hujan lebih tinggi, mulai terjadi sejak 5-6 tahun terakhir. Bukan hanya hujan di Desa Latonro yang jadi masalah, namun juga hujan di daerah Danau Tempe, hulu sungai Walanae. "Kalau curah hujan di Danau Tempe tinggi maka air sungai menjadi lebih tawar sehingga tidak bisa digunakan untuk tambak, air tawar akan lebih mendominasi dibanding air asin," katanya. Ilham, salah seorang petambak, bercerita bahwa kondisi iklim ini menjadi ironi tersendiri bagi warga. Saat musim kemarau air tawar dibutuhkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Saat krisis air tawar, mereka biasanya mengambil air dari sungai menggunakan pipa-pipa. Biasanya kebutuhan air ini untuk kebutuhan MCK. Namun, di sisi lain kondisi air sungai yang tawar di musim hujan justru tak bagus bagi tambak. Saat musim hujan inilah sering terjadi krisis air asin. "Kalau musim kemarau memang bagus untuk tambak, namun menjadi masalah tersendiri juga untuk pemenuhan air tawar. Dalam kondisi ini kami biasanya mengambil air dari desa sebelah. Tapi kalau harus memilih, kami lebih memilih krisis air tawar ini dibanding air asin. Tidak masalah harus mengambil air dari jauh," ujar Ilham. Menurut Abu Bakar, upaya untuk mengatasi krisis air asin di musim hujan sudah pernah dilakukan. Mereka pernah membuat saluran pipa untuk mengalirkan air asin dari laut ke tambak, namun kurang berhasil karena pipa-pipa mudah rusak terkena serangan tiram. Pendekatan lain dilakukan dengan cara membuat sumur bor di tambak, mengambil air asin dari bawah, namun airnya justru tawar. "Kami juga pernah menaburi berkarung-karung garam ke dalam tambak agar airnya lebih asin, namun cara ini juga kurang begitu berhasil," katanya. Menurutnya, pendekatan lain yang cukup efektif adalah dengan menggunakan pompa air, namun cara ini lebih mahal. Tak semua petambak mampu membeli pompa air. Solusi berupa pemberian bantuan melalui kelompok tidak bisa-dilakukan karena masih lemahnya kelembagaan di desa tersebut. "Sebenarnya bisa saja Pemdes memberi bantuan ke setiap petambak pompa air, namun tak ada jaminan bantuan ini digunakan secara efektif. Tak ada jaminan mesin untuk pampa air ini benar-benar digunakan untuk tambak, bisa jadi malah digunakan untuk perahu. Ini masalah mental petambak kita juga sebenarnya," katanya. Terkait kondisi ini, Idham Malik, Aquaculture Specialist WWF Indonesia, menyarankan perlunya penguatan kelembagaan petambak dengan membentuk kelompok tani/nelayan yang berakar dari bawah, bukan bentukan pemerintah atau penyuluh. "Kalau dibentuk sendiri oleh masyarakat maka akan ada rasa memiliki dan tanggung jawab untuk membangun kelompok, tidak lagi sekadar menunggu arahan pemerintah ataupun dari penyuluhnya, masyarakat bisa lebih terlibat," katanya. Terkait budi daya ikan nila, Idham inenilai upaya tersebut merupakan solusi yang ditawarkan WWF Indonesia agar petambak bisa memperoleh penghasilan tambahan ketika tambak tak digunakan untuk budi daya Gracilaria. "Ikan nila ini cukup potensial untuk dikembangkan, apalagi pasarnya masih terbuka luas, cara budi daya juga sederhana. Setidaknya mereka bisa mengisi kekosongan tambak ketika musim hujan. Namun, untuk mendorong budi daya ikan nila ini sebagai alternatif ekonomi mereka perlu diyakinkan dan dibantu, bisa dengan penyediaan bibit ataupun dengan pendampingan teknis budi daya," katanya. Berdasarkan paragraf 7, manakah pernyataan di bawah ini yang termasuk pemyataan yang BENAR? A. Masyarakat Desa Latonro sudah melakukan berbagai upaya untuk membuat tambak lebih asin. B. Para petani tambak menaburkan garam ke air tambak agar dapat memproduksi garam yang lebih banyak. C. Sumur bor yang dibuat para petani bermanfaat untuk mengairi persawahan mereka saat musim kemarau. D. Air payau tetap asin meskipun para petani tambak sudah berupaya untuk mengurangi kadar keasinan air payau tersebut. E. Pembuatan sumur bor ditambak bertujuan untuk menghasilkan air tawar yang mulai krisis di musim kemarau.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

06

:

39

:

29

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

A. Rahmawati

28 Juni 2022 04:01

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang tepat adalah pilihan A. Berikut adalah pembahasannya. Pernyataan yang sesuai dengan isi teks merupakan pernyataan yang memiliki makna yang sama dengan teks atau terdapat di dalam teks. Kesamaan tersebut terdapat baik secara tersirat maupun tersurat bergantung dari makna kalimat yang dihasilkan. Kesesuaian pernyataan dapat ditentukan dengan membandingkan antara opsi dan teks yang tertera. Paragraf tersebut membahas mengenai upaya yang dilakukan agar tambak mereka tetap asin. Pernyataan yang sesuai dengan paragraf tersebut adalah "Masyarakat Desa Latonro sudah melakukan berbagai upaya untuk membuat tambak lebih asin." Hal tersebut sesuai dengan kalimat "'Kami juga pernah menaburi berkarung-karung garam ke dalam tambak agar airnya lebih asin, namun cara ini juga kurang begitu berhasil,' katanya." Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah pilihan A.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Negara tidak hadir dalam mengawasi dan menindak perusahaan batu bara yang terindikasi kuat melanggar hak asasi manusia (HAM) dan aturan sehingga perusahaan tambang batu bara merasa leluasa mengoperasikan. Direktur Eksekutif Daerah Walhi Bengkulu, Beni Ardiansyah mengemukakan hal tersebut kepada Mongabay Indonesia. "Kami (Walhi Bengkulu) akan menggugat negara, dalam hal ini pemerintah daerah, melalui jalur hukum. lni sangat perlu dilakukan. Tidak terlihat itikad pemerintah daerah untuk menghormati, melindungi termasuk memulihkan hak asasi manusia, khususnya hak atas lingkungan hidup, dan menegakkan aturan terhadap kejahatan lingkungan hidup," kata Bi:mi, Senin (8/05/2017). Kerusakan lingkungan hidup akibat limbah batu bara di sepanjang DAS Air Bengkulu hingga pesisir pantai di Kota Bengkulu dan Bengkulu Tengah yang terjadi sejak 1980-an hingga kini adalah nyata dan bukan kasat mata. Kendati demikian, pemerintah daerah tidak pernah berupaya menemukan perusahaan tambang untuk dimintai pertanggung jawaban. "lndikasi lainnya seperti lubang bekas tambang tidak direklamasi, kerusakan kawasan hutan, kewajiban membayar jaminan reklamasi dan jaminan pascatambang yang tidak dipenuhi juga terkesan dibiarkan. Bahkan, masalah izin terindikasi masuk kawasan hutan konservasi dan lindung yang terungkap dalam surat Direktorat Jenderal Palonologi Kementerian Kehutanan No. S.706NII-PKH/2014 bertanggallO Juli 2014 pun belum ditindaklanjuti," tambah Beni. Setidaknya, 12 IUP lzin Usaha Pertambangan tambang batu bara terindikator masuk kawasan hutan konservasi dan lindung yang tidak jelas tindak lanjutnya. "Misalnya, IUP terindikasi masuk hutan konservasi, apakah dicabut, tidak jelas. Begitu pula IUP terindikasi masuk hutan lindung, khususnya IUP operasi dan produksi, boleh jadi sudah berproduksi, kendati belum punya izin pinjam pakai kawasan hutan. Kalau sudah produksi, tapi belum punya izin pinjam pakai kawasan hutan, tentunya itu adalah pelanggaran aturan," kata Beni. Data Yayasan Genesis dan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Nasional menunjukkan, hanya 8 perusahaan tambang batu bara yang menunaikan kewajiban membayar jaminan reklamasi dan pascatambang. Perusahaan tersebut yakni, PT Bumi Arma Sentosa, PT lnjatama, PT Kaltim Global, dan PT Rekasindo Guriang Tandang. [... ], empat perusahaan lainnya, yakni PT Bara Adhipratama, PT Firman Ketahun, PT Krida Darma Andika, dan PT Ferto Rejang hanya membayar jaminan reklamasi. "Banyak perusahaan tambang tidak membayar jaminan reklamasi dan pascatambang. Padahal kewajiban itu diatur UU No. 4/2009 tentang Mineral dan Batubara. lni bisa disebut pelanggaran aturan telah dilakukan," kata Manager Kampanye Yayasan Genesis Uli Arta Siagian, Jumat (28/04/2017). Sumber: https://www. mongabay. ca. id/2017/05/17/kerusakan-lingkungan-akibat-tambang-batubara-terus-berlanjut-apa-soluslnya/ Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat ketiga paragraf terakhir adalah .. .. A. sehingga B. meskipun C. selain itu D. sementara itu E. oleh karena itu

7

0.0

Jawaban terverifikasi

Libur panjang atau long weekend di akhir Oktober 2020 tinggal menghitung hari. Ada tebersit kekhawatiran libur panjang berpotensi melahirkan lonjakan kasus baru penularan virus Corona (COVID-19). Pemerintah menambah cuti bersama maulid Nabi Muhammad SAW., yangjatuh pada tanggal29 Oktober, sehingga total libur menjadi 3 hari, yaitu 28, 29, dan 30 Oktobe! 2020. Dengan demikian, ada libur pada Rabu, Kamis, dan Jumat. Kebijakan cuti bersama ini diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2020. Menghadapi rencana libur panjang itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan wejangan. Jokowi berpesan agar jangan sampai libur panjang berdampak kenaikan kasus Corona di Tanah Air. Wanti-wanti itu disampaikan Jokowi saat memimpin Ratas Antisipasi Penyebaran COVID-19 Saat Libur Panjang Akhir Oktober 2020 yang disiarkan di kana! YouTube Sekretariat Presiden, Senin (19/10/2020). Jokowi kemudian mengingatkan lagi soal/ong weekend pada Agustus 2020 yang mengakibatkan kasus Corona meningkat. "Ratas hari ini kita berbicara antisipasi penyebaran COVID-19 berkaitan dengan libur panjang di akhir Oktober 2020. Mengingat kita punya pengalaman kemarin libur panjang 1,5 bulan yang lalu, setelah itu terjadi kenaikan agak tinggi," ungkap Jokowi. Jokowi mengajak para menterinya menyusun strategi agar peristiwa itu tidak terjadi lagi. Jangan sampai kasus Corona di Indonesia naik akibat libur panjang. Sebelumnya pada Rabu, 2 September 2020, anggota Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah pernah mengungkapkan kasus Corona (COVID-19) di Indonesia meningkat 32,9 persen dalam satu minggu di pekan terakhir yang kemungkinan disebabkan efek libur panjang atau long weekend. Dewi mengatakan kenaikan kasus Corona paling banyak di Pulau Jawa, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Daerah-daerah tersebut menjadi daerah penyumbang kasus tertinggi di pekan terakhir. Padahal, kata Dewi, kenaikah kasus di daerah ini sebelumnya tidak terlalu tajam. Sumber: https://news.detik.com/berito/d-5220176/wanti-wanti-jokowi-agar-klaster-long-weekend-tak-terjadi-lagi?_ga=2.78509268.1596733021.1603069406-1316695339.1569816843 Berdasarkan paragraf terakhir, manakah simpulan yang paling mungkin apabila tidak ada libur panjang? A. Para pelancong tetap berwisata ke pulau lain. B. Pulau Jawa tidak akan mengalami lonjakan kasus COVID-19 yang tajam. C. Pulau Jawa akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus. D. Masyarakat akan tetap berlibur di tempat wisata berhari-hari. E. Para pelaku wisata akan berdemo karena tidak ada waktu untuk beristirahat.

13

5.0

Jawaban terverifikasi

Upaya Indonesia memperbaiki tata kelola sumber daya alam melalui moratorium izin perikanan di laut dan izin perhutanan perlu diperbaiki. Langkah itu perlu segera dilakukan mengingat setiap kebijakan pemerintah karena berakhir dalam 1 sampai 2 bulan mendatang. "Moratorium tak hanya untuk Indonesia, tetapi juga komitmen bagi dunia global," kata Rizal Gamar. Country Director The Nature Covervancylndonesia di Jakarta. Saat ini, ancaman global perubahan iklim nyata. Itu bisa makin parah ketika hutan hujan tropis tidak dikelola dengan baik. Di hutan, masih terjadi tumpah tindih perizinan, pembalakan liar dan konflik sosial. Di sektor perikanan tangkap, pencurian, dan eksploitasi ikan membuat sebagian perairan Indonesia ada penangkapan berlebih. Selama ini perairan Indonesia menyuplai kebutuhan ikan di berbagai belahan dunia. Namun, sumber daya laut dan hutan yang menjadi modal alam Indonesia itu belum dimanfaatkan secara berkelanjutan. Pemerintah merespons kondisi itu dengan kebijakan moratorium izin kehutanan di hutan alam primer dan gambut sejak 2011 dan yang akan berakhir Mei 2015 yang lalu. November 2014, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghentikan sementara izin perikanan tangkap yang berakhir pada April 2015. "Moratorium kehutanan belum dilakukan secara efektif. Namun, sayang kalau moratorium dihentikan, mengingat usahanya sudah sangat besar," kata Herlina Hartanto, Direktur Terestrial TNC Indonesia. la berharap moratorium kehutanan dilanjutkan dengan memperkuat aturan main. Itu bisa dilakukan dengan meningkatkan penegakan hukum serta meninjau izin-izin dengan tata ruang maupun Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Selain itu, dalam negosiasi global dan konferensi PBB untuk perubahan iklim (UNFCCC), moratorium kehutanan merupakan salah satu komitmen Indonesia dalam mencapai penurunan emisi 26 sampai 41 persen. "Moratorium adalah kesempatan, pemerintah mengatasi kerusakan hutan dan meningkatkan citra pemerintah," katanya. Di sektor perikanan, Direktur Perikanan Berkelanjutan TNC Indonesia, Peter Mous mengatakan, langkah moratorium izin perikanan tangkap oleh Menteri Susi Pudjiastuti sukses membawa efek kejut. "Moratorium memang dibutuhkan untuk melindungi, kemudian harus ada metode efektif yang tak keras, tetapi stok ikan bisa pulih," katanya. Moratorium perizinan diberlakukan bagi izin kapal besar berbobot lebih dari 30 gross ton. Selama moratorium kapal ikan eks asing, pemerintah memverifikasi kapal-kapal itu. 44. lstilah emisi pada bacaan di atas sama artinya dengan ... (A) pancaran (B) gas buang (C) perusakan (D) perpaduan (E) pencemaran

14

0.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah teks berikut! Federica Bertocchini, peneliti dari Institute of Biomedicine and Biotechnology of Cantabria, Spanyol melakukan riset mengenai pengurai plastik secara biologis dengan memanfaatkan larva ngengat Galleria mellonella. Percobaan yang dilakukan Bertocchini menunjukkan bahwa ngengat tersebut dapat memecah ikatan plastik dengan cara seperti mereka mencerna Jilin sarang lebah. Secara alami, larva Galleria mellonella hidup di Jilin sarang lebah. Karena itulah kehadiran larva ini menjadi momok bagi peternak lebah di seluruh Eropa. Termasuk Bertocchini yang juga berprofesi sebagai peternak lebah. Pertama ia memulai penelitian tentang ngengat urai plastik ini karena ketidaksengajaan atas satu kejadian unik di sarang lebah di rumahnya. Kejadian itu terjadi saat dia meletakkan larva Galleria mellonella tersebut di kantong plastik, mengikatnya sampai tertutup, dan meletakkan kantong tersebut di kamar rumahnya sementara dia menyelesaikan pembersihan sarang. Saat kembali ke kamar ia menemukan larva-larva tersebut di mana-mana. Mereka berhasillolos dengan cara mengunyah kantong hingga bolong secara cepat. Kantong plastik tersebut penuh dengan lubang setelah larva Galleria mellonella terkurung di dalamnya selama sekitar 40 menit. Dalam tes laboratorium, peneliti menemukan bahwa 100 larva Galleria mellonella dapat melahap 92 mg polietilena dalam waktu 12 jam. Sumber: http s.//tirto.id/l ar va-go/leria-alias-ngengat-s ang-pengurai-p/astik-cs E5 Kata "urai" pada paragraf ke-2 akan lebih tepat jika diberikan imbuhan, sehingga menjadi .... A. menguraikan B. teruraikan C. mengurai D. pengurai E. terurai

8

0.0

Jawaban terverifikasi