Hanifah R

20 Agustus 2024 01:14

Hanifah R

20 Agustus 2024 01:14

Pertanyaan

Berikan argumentasi yang menjelaskan bahwa sila-sila dalam Pancasila memiliki keterkaitan

Berikan argumentasi yang menjelaskan bahwa sila-sila dalam Pancasila memiliki keterkaitan

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

11

:

58

:

44

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Naurah F

21 Agustus 2024 02:24

Jawaban terverifikasi

<p><strong>Pancasila adalah satu kesatuan yang bulat dan utuh, di mana setiap sila saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.</strong> Sila-sila dalam Pancasila bukan hanya saling mengikat secara logis, tetapi juga memiliki keterkaitan yang mendalam secara ontologis (tentang hakikat keberadaan), epistemologis (tentang pengetahuan), dan aksiologis (tentang nilai-nilai). Artinya, setiap sila tidak hanya saling melengkapi secara teoritis, tetapi juga secara filosofis dan moral.</p><p>&nbsp;</p><p>Struktur Pancasila bersifat hierarkis dan piramidal, yang berarti setiap sila merupakan pengkhususan atau penjabaran dari sila yang sebelumnya. Misalnya, sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi dasar bagi sila-sila lainnya, yakni kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila pertama menaungi dan menjadi landasan bagi semua sila di bawahnya.</p><p>&nbsp;</p><ul><li>Secara rinci:<br><strong>Sila pertama</strong>, Ketuhanan Yang Maha Esa, menaungi sila kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Ini berarti semua prinsip kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial harus berlandaskan pada nilai-nilai ketuhanan.</li><li><strong>Sila kedua,</strong> Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dinaungi oleh sila pertama dan sekaligus menaungi sila ketiga, keempat, dan kelima. Kemanusiaan dalam Pancasila harus bersifat religius, serta mendasari persatuan, kerakyatan, dan keadilan.</li><li><strong>Sila ketiga</strong>, Persatuan Indonesia, dinaungi oleh sila pertama dan kedua, serta menaungi sila keempat dan kelima. Persatuan nasional harus didasari oleh nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.</li><li><strong>Sila keempat</strong>, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dinaungi oleh sila pertama, kedua, dan ketiga, serta menaungi sila kelima. Prinsip demokrasi dalam Pancasila harus sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan persatuan.</li><li><strong>Sila kelima</strong>, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dinaungi oleh semua sila di atasnya. Keadilan sosial harus dicapai berdasarkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan demokrasi.</li></ul><p>&nbsp;</p><p>Kesatuan ini membuat Pancasila tidak hanya sebagai landasan normatif negara, tetapi juga sebagai landasan moral dan filosofis yang mencakup seluruh aspek kehidupan bangsa. Setiap sila mengkualifikasi dan memperkuat makna sila lainnya, membentuk kesatuan yang saling mengonfirmasi dan tidak dapat dipisahkan tanpa kehilangan esensinya sebagai dasar negara.</p>

Pancasila adalah satu kesatuan yang bulat dan utuh, di mana setiap sila saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Sila-sila dalam Pancasila bukan hanya saling mengikat secara logis, tetapi juga memiliki keterkaitan yang mendalam secara ontologis (tentang hakikat keberadaan), epistemologis (tentang pengetahuan), dan aksiologis (tentang nilai-nilai). Artinya, setiap sila tidak hanya saling melengkapi secara teoritis, tetapi juga secara filosofis dan moral.

 

Struktur Pancasila bersifat hierarkis dan piramidal, yang berarti setiap sila merupakan pengkhususan atau penjabaran dari sila yang sebelumnya. Misalnya, sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi dasar bagi sila-sila lainnya, yakni kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila pertama menaungi dan menjadi landasan bagi semua sila di bawahnya.

 

  • Secara rinci:
    Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menaungi sila kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Ini berarti semua prinsip kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial harus berlandaskan pada nilai-nilai ketuhanan.
  • Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dinaungi oleh sila pertama dan sekaligus menaungi sila ketiga, keempat, dan kelima. Kemanusiaan dalam Pancasila harus bersifat religius, serta mendasari persatuan, kerakyatan, dan keadilan.
  • Sila ketiga, Persatuan Indonesia, dinaungi oleh sila pertama dan kedua, serta menaungi sila keempat dan kelima. Persatuan nasional harus didasari oleh nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.
  • Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dinaungi oleh sila pertama, kedua, dan ketiga, serta menaungi sila kelima. Prinsip demokrasi dalam Pancasila harus sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan persatuan.
  • Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dinaungi oleh semua sila di atasnya. Keadilan sosial harus dicapai berdasarkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan demokrasi.

 

Kesatuan ini membuat Pancasila tidak hanya sebagai landasan normatif negara, tetapi juga sebagai landasan moral dan filosofis yang mencakup seluruh aspek kehidupan bangsa. Setiap sila mengkualifikasi dan memperkuat makna sila lainnya, membentuk kesatuan yang saling mengonfirmasi dan tidak dapat dipisahkan tanpa kehilangan esensinya sebagai dasar negara.


Rendi R

Community

26 September 2024 00:46

Jawaban terverifikasi

<p>Sila-sila dalam <strong>Pancasila</strong> memiliki keterkaitan yang sangat erat karena saling melengkapi dan membentuk satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Masing-masing sila tidak dapat berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari keseluruhan struktur filosofis dan ideologis bangsa Indonesia. Berikut adalah argumentasi yang menjelaskan keterkaitan tersebut:</p><p>1. <strong>Keterkaitan Filosofis</strong></p><p>Setiap sila dalam Pancasila merepresentasikan aspek penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, di mana sila pertama hingga kelima saling melengkapi dalam membentuk kerangka nilai-nilai dasar. Sila pertama, <strong>Ketuhanan Yang Maha Esa</strong>, memberikan dasar spiritual dan moral bagi kehidupan bermasyarakat. Keterkaitan dengan sila kedua, <strong>Kemanusiaan yang Adil dan Beradab</strong>, adalah bahwa kemanusiaan yang adil dan beradab hanya dapat terwujud jika berlandaskan pada nilai-nilai ketuhanan yang menghormati martabat manusia.</p><p>2. <strong>Dimensi Etis dan Sosial</strong></p><p>Sila kedua menegaskan nilai kemanusiaan, di mana semua manusia memiliki hak dan martabat yang sama. Hal ini terkait erat dengan sila ketiga, <strong>Persatuan Indonesia</strong>, yang menekankan pentingnya persatuan di tengah keragaman. Dalam konteks ini, kemanusiaan yang adil dan beradab menjadi dasar bagi terciptanya persatuan bangsa, di mana perbedaan diakui dan dihargai, bukan sebagai sumber perpecahan, tetapi sebagai kekuatan.</p><p>3. <strong>Keterkaitan dalam Proses Demokrasi</strong></p><p>Sila keempat, <strong>Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan</strong>, menunjukkan bagaimana nilai-nilai demokrasi diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Keterkaitannya dengan sila ketiga adalah bahwa persatuan Indonesia hanya dapat dijaga melalui sistem pemerintahan yang menjunjung tinggi demokrasi dan musyawarah, di mana suara semua pihak didengar untuk mencapai keputusan bersama. Sila keempat juga mengatur agar penerapan sila kedua dan ketiga dilakukan secara demokratis, adil, dan beradab.</p><p>4. <strong>Keadilan Sosial sebagai Tujuan Akhir</strong></p><p>Sila kelima, <strong>Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia</strong>, adalah tujuan yang ingin dicapai dari penerapan seluruh sila sebelumnya. Keadilan sosial tidak akan tercapai tanpa adanya prinsip ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan kerakyatan yang diimplementasikan dengan baik. Dengan kata lain, sila kelima merupakan hasil dari implementasi sila-sila sebelumnya, di mana keadilan dan kesejahteraan masyarakat menjadi wujud nyata dari penerapan Pancasila secara utuh.</p><p>5. <strong>Kesatuan yang Tidak Terpisahkan</strong></p><p>Secara keseluruhan, lima sila ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Jika satu sila diabaikan, keseimbangan ideologi Pancasila akan terganggu. Misalnya, tanpa sila pertama, sila-sila lainnya mungkin kehilangan landasan moral dan spiritual yang penting. Demikian juga, tanpa sila kedua dan ketiga, keadilan sosial sulit tercapai karena tidak ada pengakuan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan. Kesatuan dari kelima sila inilah yang membuat Pancasila menjadi satu kesatuan yang kokoh sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.</p><p>Kesimpulan:</p><p>Keterkaitan antara sila-sila dalam Pancasila terlihat dari bagaimana masing-masing sila membentuk satu kesatuan yang tidak terpisahkan, di mana sila pertama hingga keempat memberikan fondasi yang kuat bagi terwujudnya sila kelima, yakni keadilan sosial. Ini menunjukkan bahwa Pancasila adalah sistem nilai yang utuh, di mana setiap sila saling mendukung untuk membangun kehidupan berbangsa yang harmonis, adil, dan sejahtera.</p>

Sila-sila dalam Pancasila memiliki keterkaitan yang sangat erat karena saling melengkapi dan membentuk satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Masing-masing sila tidak dapat berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari keseluruhan struktur filosofis dan ideologis bangsa Indonesia. Berikut adalah argumentasi yang menjelaskan keterkaitan tersebut:

1. Keterkaitan Filosofis

Setiap sila dalam Pancasila merepresentasikan aspek penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, di mana sila pertama hingga kelima saling melengkapi dalam membentuk kerangka nilai-nilai dasar. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, memberikan dasar spiritual dan moral bagi kehidupan bermasyarakat. Keterkaitan dengan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, adalah bahwa kemanusiaan yang adil dan beradab hanya dapat terwujud jika berlandaskan pada nilai-nilai ketuhanan yang menghormati martabat manusia.

2. Dimensi Etis dan Sosial

Sila kedua menegaskan nilai kemanusiaan, di mana semua manusia memiliki hak dan martabat yang sama. Hal ini terkait erat dengan sila ketiga, Persatuan Indonesia, yang menekankan pentingnya persatuan di tengah keragaman. Dalam konteks ini, kemanusiaan yang adil dan beradab menjadi dasar bagi terciptanya persatuan bangsa, di mana perbedaan diakui dan dihargai, bukan sebagai sumber perpecahan, tetapi sebagai kekuatan.

3. Keterkaitan dalam Proses Demokrasi

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, menunjukkan bagaimana nilai-nilai demokrasi diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Keterkaitannya dengan sila ketiga adalah bahwa persatuan Indonesia hanya dapat dijaga melalui sistem pemerintahan yang menjunjung tinggi demokrasi dan musyawarah, di mana suara semua pihak didengar untuk mencapai keputusan bersama. Sila keempat juga mengatur agar penerapan sila kedua dan ketiga dilakukan secara demokratis, adil, dan beradab.

4. Keadilan Sosial sebagai Tujuan Akhir

Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, adalah tujuan yang ingin dicapai dari penerapan seluruh sila sebelumnya. Keadilan sosial tidak akan tercapai tanpa adanya prinsip ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan kerakyatan yang diimplementasikan dengan baik. Dengan kata lain, sila kelima merupakan hasil dari implementasi sila-sila sebelumnya, di mana keadilan dan kesejahteraan masyarakat menjadi wujud nyata dari penerapan Pancasila secara utuh.

5. Kesatuan yang Tidak Terpisahkan

Secara keseluruhan, lima sila ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Jika satu sila diabaikan, keseimbangan ideologi Pancasila akan terganggu. Misalnya, tanpa sila pertama, sila-sila lainnya mungkin kehilangan landasan moral dan spiritual yang penting. Demikian juga, tanpa sila kedua dan ketiga, keadilan sosial sulit tercapai karena tidak ada pengakuan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan. Kesatuan dari kelima sila inilah yang membuat Pancasila menjadi satu kesatuan yang kokoh sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.

Kesimpulan:

Keterkaitan antara sila-sila dalam Pancasila terlihat dari bagaimana masing-masing sila membentuk satu kesatuan yang tidak terpisahkan, di mana sila pertama hingga keempat memberikan fondasi yang kuat bagi terwujudnya sila kelima, yakni keadilan sosial. Ini menunjukkan bahwa Pancasila adalah sistem nilai yang utuh, di mana setiap sila saling mendukung untuk membangun kehidupan berbangsa yang harmonis, adil, dan sejahtera.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

ada tiga cara penyelesaian konflik secara sederhana (pendekatan kultur atau budaya, diaspora, fan hubungan bilateral), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya dari 5 penyelesaian konflik secara internasional (negosiasi, mediasi dan jasa-jasa baik, konsiliasi, penyelidikan, dan penyelesaian di bawah naungan organisasi PBB), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya

18

0.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi