Ruangguru B
01 Oktober 2023 05:24
Ruangguru B
01 Oktober 2023 05:24
Pertanyaan
Bila diketahui kebijakan pembanguna ekonomi suatu negara adalah
Sebagai berikut (dalam triliun rupiah):
Subsidi beras dan kacang kedelai 5, migas 2,5. Gaji pegawai negeri Sipil 50, gaji dan tunjangan ABRI 3, pembayaran gaji dan kewajiban Untuk atase dan duta besar diluar negeri 2, investasi secara proposional 5% berdasarkan pendapatan nasional, dengan investasi otonom sebesar 30, pajak 15% dari pendapatan nasional dengan subsidi pajak sebesar 1, Fungsi konsumsinya adalah C = 10 +0,6YD. Dari neraca perdagangan Dapat diketahui bahwa besarnya ekspor adalah 4, dan fungsi impor Adalah 5+0,1Y. Hitunglah :
1. Pendapatan nasional keseimbangan dan buktikan!
2. Bila ekspor meningkat 7, berapa kenaikan impor? Neraca perdagangan Surplus atau defisit?
3. Dari kondisi 2, berapa besar investasi yg dibuthkan agar pendapatan Naik sebesar 25% dari sebelumnya?
2
1
Sahel S
01 Oktober 2023 07:39
1. Untuk menghitung pendapatan nasional keseimbangan (Y), kita dapat menggunakan persamaan ekonomi dasar:
Y = C + I + G + X - M
Dalam persamaan ini:
- C adalah konsumsi,
- I adalah investasi,
- G adalah pengeluaran pemerintah,
- X adalah ekspor, dan
- M adalah impor.
Dalam kasus ini, kita memiliki informasi tentang berbagai variabel yang terlibat:
C = 10 + 0,6YD
I = 0,05Y + 30 (investasi proposional + investasi otonom)
G = 50 + 3 (gaji PNS + gaji dan tunjangan ABRI)
X = 4 (ekspor)
M = 5 + 0,1Y (fungsi impor)
Kemudian kita harus memperhatikan bahwa YD (pendapatan tersedia) adalah pendapatan nasional (Y) dikurangi pajak:
YD = Y - (0,15Y) + 1 (pajak - subsidi pajak)
Substitusikan nilai C, I, G, X, dan M ke persamaan pendapatan nasional:
Y = (10 + 0,6YD) + (0,05Y + 30) + (50 + 3) + 4 - (5 + 0,1Y)
Simplifikasi persamaan di atas untuk mengekstrak nilai Y:
Y = 87 + 0,45YD + 0,05Y - 0,1Y
Selanjutnya, substitusikan nilai YD ke persamaan di atas dengan menggantikannya dengan pendapatan yang tersedia (Y - (0,15Y) + 1):
Y = 87 + 0,45(Y - (0,15Y) + 1) + 0,05Y - 0,1Y
Simplifikasi dan cek punya:
Y = 87 + 0,45Y - 0,0675Y + 0,45 + 0,05Y - 0,1Y
Y = 0,32Y + 87,45
0,68Y = 87,45
Y = 128,49
Jadi, pendapatan nasional keseimbangan adalah 128,49 triliun rupiah.
2. Untuk mencari kenaikan impor, kita harus menggantikan nilai ekspor menjadi X + 7 (karena ekspor meningkat 7) dalam fungsi impor dan kemudian menghitung perbedaannya:
M = 5 + 0,1Y
M' = 5 + 0,1(Y + 7)
Kenaikan impor adalah M' - M:
M' - M = (5 + 0,1(Y + 7)) - (5 + 0,1Y)
= 5 + 0,1Y + 0,7 - 5 - 0,1Y
= 0,7
Jadi, kenaikan impor adalah 0,7 triliun rupiah. Jika kenaikan impor positif, maka neraca perdagangan akan mengalami defisit.
3. Kenaikan pendapatan sebesar 25% dari sebelumnya adalah 25% dari 128,49 triliun rupiah (nilai pendapatan nasional keseimbangan yang telah kita hitung sebelumnya). Kita bisa mengalikan nilai ini dengan 0,25 untuk mencari kenaikan absolutnya:
Kenaikan pendapatan = 0,25 * 128,49
= 32,1225
Besar investasi yang diperlukan agar pendapatan naik sebesar 25% adalah kenaikan pendapatan tersebut plus investasi otonom (30):
Investasi = 32,1225 + 30
= 62,1225
Jadi, besar investasi yang diperlukan adalah 62,1225 triliun rupiah.
· 5.0 (3)
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!