Frida A

10 September 2025 12:42

Frida A

10 September 2025 12:42

Pertanyaan

cara membuat menyusun kata dalam teks berita

cara membuat menyusun kata dalam teks berita

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

05

:

20

:

35

Klaim

1

2


Nadia A

11 September 2025 04:21

<p>1<strong>. Pahami Dulu Prinsip Dasarnya</strong></p><p>Sebelum menulis, penting untuk memegang teguh prinsip dasar jurnalistik agar berita Anda akurat, seimbang, dan mudah dipahami.</p><p><strong>Akurat dan Faktual:</strong> Informasi yang Anda sampaikan harus benar-benar terjadi dan bisa diverifikasi. Hindari opini atau asumsi pribadi.</p><p><strong>Struktur Piramida Terbalik:</strong> Ini adalah aturan paling penting dalam penulisan berita. Letakkan informasi yang paling krusial di awal berita (paragraf pertama), diikuti oleh informasi pendukung yang semakin berkurang tingkat kepentingannya di paragraf-paragraf berikutnya.</p><p><strong>Unsur 5W+1H:</strong> Pastikan berita Anda menjawab enam pertanyaan dasar:</p><p><strong>What</strong> (Apa yang terjadi?)</p><p><strong>Who</strong> (Siapa yang terlibat?)</p><p><strong>When</strong> (Kapan peristiwa itu terjadi?)</p><p><strong>Where</strong> (Di mana peristiwa itu terjadi?)</p><p><strong>Why</strong> (Mengapa peristiwa itu terjadi?)</p><p><strong>How</strong> (Bagaimana peristiwa itu terjadi?)</p><p><strong>Bahasa Jurnalistik:</strong> Gunakan bahasa yang lugas, jelas, padat, dan mudah dimengerti oleh semua kalangan. Hindari istilah teknis yang rumit tanpa penjelasan dan kalimat yang terlalu panjang.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>2. Tahapan Menyusun Teks Berita</strong></p><p>Berikut adalah langkah-langkah praktis dari awal hingga akhir.</p><p><strong>Tahap 1: Menemukan dan Mengumpulkan Fakta</strong></p><p>Proses penulisan dimulai jauh sebelum Anda mengetik.</p><p><strong>Tentukan Peristiwa:</strong> Pilih peristiwa yang memiliki <strong>nilai berita</strong>, artinya penting, menarik, berdampak luas, atau unik untuk diketahui publik.</p><p><strong>Kumpulkan Data:</strong> Lakukan riset, wawancara dengan narasumber yang kredibel, dan kumpulkan data pendukung (seperti dokumen atau foto). Pastikan semua unsur 5W+1H sudah Anda dapatkan di tahap ini.</p><p><strong>Tahap 2: Membuat Kerangka Berita</strong></p><p>Sebelum menulis draf lengkap, susun dulu poin-poin penting agar tulisan Anda terstruktur dengan baik. Urutkan informasi dari yang paling penting hingga yang kurang penting.</p><p><strong>Tahap 3: Menulis Judul (Headline)</strong></p><p>Judul adalah gerbang utama berita Anda. Buatlah judul yang:</p><p><strong>Menarik dan Provokatif (dalam arti positif):</strong> Mampu memancing rasa penasaran pembaca.</p><p><strong>Mewakili Isi Berita:</strong> Jangan membuat judul <i>clickbait</i> yang tidak sesuai dengan isinya.</p><p><strong>Singkat dan Padat:</strong> Gunakan kata-kata yang kuat dan langsung ke inti.</p><p><strong>Contoh:</strong></p><p>Kurang Efektif: <i>Telah Terjadi Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak di Seluruh Indonesia</i></p><p><strong>Lebih Efektif:</strong> <i>Harga Pertamax Resmi Naik, Ini Rinciannya di Setiap Daerah</i></p><p><strong>Tahap 4: Menulis Teras Berita (Lead)</strong></p><p><i>Lead</i> adalah paragraf pertama yang merupakan ringkasan dari keseluruhan berita. Ini adalah bagian terpenting setelah judul. <i>Lead</i> yang baik harus bisa menjawab sebagian besar unsur 5W+1H, terutama <strong>What</strong>, <strong>Who</strong>, <strong>When</strong>, dan <strong>Where</strong>.</p><p><strong>Contoh Lead:</strong></p><p><strong>JAKARTA</strong> – Pemerintah secara resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi Rp15.000 per liter di seluruh Indonesia. Kebijakan ini diumumkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Budi Santoso, pada hari Kamis (11/9/2025) dan berlaku efektif mulai tengah malam nanti.</p><p><i>Paragraf di atas sudah menjawab:</i></p><p><strong>Apa?</strong> Kenaikan harga BBM Pertamax.</p><p><strong>Siapa?</strong> Diumumkan oleh Menteri ESDM.</p><p><strong>Kapan?</strong> Kamis, 11 September 2025.</p><p><strong>Di mana?</strong> Di seluruh Indonesia.</p><p><strong>Tahap 5: Mengembangkan Isi Berita (Body)</strong></p><p>Di bagian ini, Anda menjelaskan informasi yang ada di <i>lead</i> secara lebih rinci.</p><p><strong>Jelaskan "Why" dan "How":</strong> Uraikan alasan di balik peristiwa (mengapa harga BBM naik?) dan bagaimana prosesnya terjadi.</p><p><strong>Sertakan Kutipan:</strong> Masukkan kutipan langsung dari narasumber untuk memperkuat fakta dan membuat berita lebih hidup.</p><p><strong>Tambahkan Latar Belakang:</strong> Berikan konteks atau informasi tambahan yang relevan agar pembaca memahami situasi secara utuh.</p><p><strong>Susun Secara Logis:</strong> Pastikan setiap paragraf mengalir dengan baik dan terhubung satu sama lain.</p><p><strong>Tahap 6: Menulis Penutup (Leg/Ekonomi Berita)</strong></p><p>Bagian ini berisi informasi tambahan yang dianggap paling tidak penting. Jika berita perlu dipersingkat karena keterbatasan ruang, bagian inilah yang biasanya akan dipotong lebih dulu oleh editor. Isinya bisa berupa riwayat kejadian serupa atau informasi lain yang sifatnya pelengkap.</p>

1. Pahami Dulu Prinsip Dasarnya

Sebelum menulis, penting untuk memegang teguh prinsip dasar jurnalistik agar berita Anda akurat, seimbang, dan mudah dipahami.

Akurat dan Faktual: Informasi yang Anda sampaikan harus benar-benar terjadi dan bisa diverifikasi. Hindari opini atau asumsi pribadi.

Struktur Piramida Terbalik: Ini adalah aturan paling penting dalam penulisan berita. Letakkan informasi yang paling krusial di awal berita (paragraf pertama), diikuti oleh informasi pendukung yang semakin berkurang tingkat kepentingannya di paragraf-paragraf berikutnya.

Unsur 5W+1H: Pastikan berita Anda menjawab enam pertanyaan dasar:

What (Apa yang terjadi?)

Who (Siapa yang terlibat?)

When (Kapan peristiwa itu terjadi?)

Where (Di mana peristiwa itu terjadi?)

Why (Mengapa peristiwa itu terjadi?)

How (Bagaimana peristiwa itu terjadi?)

Bahasa Jurnalistik: Gunakan bahasa yang lugas, jelas, padat, dan mudah dimengerti oleh semua kalangan. Hindari istilah teknis yang rumit tanpa penjelasan dan kalimat yang terlalu panjang.

 

2. Tahapan Menyusun Teks Berita

Berikut adalah langkah-langkah praktis dari awal hingga akhir.

Tahap 1: Menemukan dan Mengumpulkan Fakta

Proses penulisan dimulai jauh sebelum Anda mengetik.

Tentukan Peristiwa: Pilih peristiwa yang memiliki nilai berita, artinya penting, menarik, berdampak luas, atau unik untuk diketahui publik.

Kumpulkan Data: Lakukan riset, wawancara dengan narasumber yang kredibel, dan kumpulkan data pendukung (seperti dokumen atau foto). Pastikan semua unsur 5W+1H sudah Anda dapatkan di tahap ini.

Tahap 2: Membuat Kerangka Berita

Sebelum menulis draf lengkap, susun dulu poin-poin penting agar tulisan Anda terstruktur dengan baik. Urutkan informasi dari yang paling penting hingga yang kurang penting.

Tahap 3: Menulis Judul (Headline)

Judul adalah gerbang utama berita Anda. Buatlah judul yang:

Menarik dan Provokatif (dalam arti positif): Mampu memancing rasa penasaran pembaca.

Mewakili Isi Berita: Jangan membuat judul clickbait yang tidak sesuai dengan isinya.

Singkat dan Padat: Gunakan kata-kata yang kuat dan langsung ke inti.

Contoh:

Kurang Efektif: Telah Terjadi Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak di Seluruh Indonesia

Lebih Efektif: Harga Pertamax Resmi Naik, Ini Rinciannya di Setiap Daerah

Tahap 4: Menulis Teras Berita (Lead)

Lead adalah paragraf pertama yang merupakan ringkasan dari keseluruhan berita. Ini adalah bagian terpenting setelah judul. Lead yang baik harus bisa menjawab sebagian besar unsur 5W+1H, terutama What, Who, When, dan Where.

Contoh Lead:

JAKARTA – Pemerintah secara resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi Rp15.000 per liter di seluruh Indonesia. Kebijakan ini diumumkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Budi Santoso, pada hari Kamis (11/9/2025) dan berlaku efektif mulai tengah malam nanti.

Paragraf di atas sudah menjawab:

Apa? Kenaikan harga BBM Pertamax.

Siapa? Diumumkan oleh Menteri ESDM.

Kapan? Kamis, 11 September 2025.

Di mana? Di seluruh Indonesia.

Tahap 5: Mengembangkan Isi Berita (Body)

Di bagian ini, Anda menjelaskan informasi yang ada di lead secara lebih rinci.

Jelaskan "Why" dan "How": Uraikan alasan di balik peristiwa (mengapa harga BBM naik?) dan bagaimana prosesnya terjadi.

Sertakan Kutipan: Masukkan kutipan langsung dari narasumber untuk memperkuat fakta dan membuat berita lebih hidup.

Tambahkan Latar Belakang: Berikan konteks atau informasi tambahan yang relevan agar pembaca memahami situasi secara utuh.

Susun Secara Logis: Pastikan setiap paragraf mengalir dengan baik dan terhubung satu sama lain.

Tahap 6: Menulis Penutup (Leg/Ekonomi Berita)

Bagian ini berisi informasi tambahan yang dianggap paling tidak penting. Jika berita perlu dipersingkat karena keterbatasan ruang, bagian inilah yang biasanya akan dipotong lebih dulu oleh editor. Isinya bisa berupa riwayat kejadian serupa atau informasi lain yang sifatnya pelengkap.


Aludra H

12 September 2025 10:08

<p>Mengutamakan fakta dan kebenaran menggunakan prinsip 5w 1 H . What,who,where,when,why ,how</p>

Mengutamakan fakta dan kebenaran menggunakan prinsip 5w 1 H . What,who,where,when,why ,how


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Jelaskan Dalam bentuk apa dukungan Vatikan dalam merespon berita proklamasi???

9

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi