Joseph F

19 Januari 2024 21:43

Joseph F

19 Januari 2024 21:43

Pertanyaan

cari informasi tentang masuknya hindu-buddha dr sejarah india, yunani, china, prasasti, kitab kuno, bangunan kuno

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

20

:

07

:

26

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Nanda R

Community

19 Januari 2024 23:50

Jawaban terverifikasi

<p>masuknya agama Hindu-Buddha ke Indonesia berasal dari India dan tersebar melalui jalur perdagangan dan pengaruh budaya. Beberapa bukti sejarah yang menunjukkan keberadaan agama Hindu-Buddha di Indonesia antara lain arca-arca Hindu-Buddha, prasasti, kitab kuno, dan bangunan kuno seperti candi. Kerajaan-kerajaan di Indonesia pada masa lalu, seperti Kerajaan Medang dan Majapahit, juga dikenal sebagai kerajaan Hindu-Buddha yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan agama dan budaya di Indonesia. Selain itu, hubungan dagang antara Indonesia dan India pada masa lalu juga tercatat dalam kitab Jataka dan Ramayana</p>

masuknya agama Hindu-Buddha ke Indonesia berasal dari India dan tersebar melalui jalur perdagangan dan pengaruh budaya. Beberapa bukti sejarah yang menunjukkan keberadaan agama Hindu-Buddha di Indonesia antara lain arca-arca Hindu-Buddha, prasasti, kitab kuno, dan bangunan kuno seperti candi. Kerajaan-kerajaan di Indonesia pada masa lalu, seperti Kerajaan Medang dan Majapahit, juga dikenal sebagai kerajaan Hindu-Buddha yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan agama dan budaya di Indonesia. Selain itu, hubungan dagang antara Indonesia dan India pada masa lalu juga tercatat dalam kitab Jataka dan Ramayana


Salsabila M

Community

15 Maret 2024 08:25

Jawaban terverifikasi

<p>Masuknya agama Hindu dan Buddha ke wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melibatkan sejumlah peristiwa dan proses sejarah yang kompleks. Berikut adalah ringkasan tentang masuknya agama Hindu dan Buddha dari India, Yunani, dan China ke wilayah Asia Tenggara, serta beberapa sumber tertulis dan bangunan kuno yang terkait:</p><p><strong>Dari India</strong>:</p><ul><li>Hinduisme mulai memasuki wilayah Asia Tenggara pada sekitar abad ke-1 Masehi melalui perdagangan dan kontak budaya antara India dan pulau-pulau seperti Sumatra, Jawa, dan Bali.</li><li>Agama Buddha juga tersebar luas di wilayah ini, dimulai dari abad ke-2 SM ketika raja-raja India, seperti Raja Ashoka, menyebarkan ajaran Buddha.</li><li>Beberapa prasasti dan inskripsi, seperti Prasasti Kedukan Bukit di Sumatra, menyajikan bukti tentang penyebaran agama Hindu-Buddha di Indonesia kuno.</li><li>Bangunan-bangunan seperti candi-candi Hindu dan Buddha, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan di Jawa, menjadi bukti fisik kehadiran agama Hindu-Buddha di wilayah tersebut.</li></ul><p><strong>Dari Yunani</strong>:</p><ul><li>Kontak antara Yunani dan India dimulai pada zaman Aleksander Agung, yang menaklukkan bagian barat laut India pada abad ke-4 SM.</li><li>Meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa agama Hindu atau Buddha secara langsung dipengaruhi oleh Yunani, ada beberapa perpindahan budaya dan gagasan filsafat antara kedua peradaban ini melalui kontak dagang dan intelektual.</li></ul><p><strong>Dari China</strong>:</p><ul><li>Agama Buddha mulai memasuki Tiongkok dari India pada abad ke-1 Masehi, dan kemudian menyebar ke wilayah-wilayah Asia Tenggara melalui rute perdagangan sutra.</li><li>Catatan-catatan sejarah seperti "Kitab Han" (Han Shu) mencatat kedatangan seorang biksu India bernama Kasyapa Matanga di Kina pada abad ke-2 SM, yang membawa agama Buddha ke wilayah tersebut.</li></ul><p><strong>Sumber Tertulis dan Kitab Kuno</strong>:</p><ul><li>Prasasti-prasasti dan inskripsi-inskripsi di Asia Tenggara, seperti Prasasti Kedukan Bukit di Sumatra dan Prasasti Canggal di Jawa Tengah, memberikan informasi tentang penyebaran agama Hindu-Buddha.</li><li>Kitab suci Hindu seperti Weda dan epik-epik seperti Ramayana dan Mahabharata juga memainkan peran penting dalam menyebarkan agama Hindu ke wilayah Asia Tenggara.</li><li>Sementara itu, teks-teks agama Buddha seperti Tripitaka dan ajaran-ajaran filsafat Buddha membantu menyebarkan agama Buddha ke wilayah tersebut.</li></ul>

Masuknya agama Hindu dan Buddha ke wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melibatkan sejumlah peristiwa dan proses sejarah yang kompleks. Berikut adalah ringkasan tentang masuknya agama Hindu dan Buddha dari India, Yunani, dan China ke wilayah Asia Tenggara, serta beberapa sumber tertulis dan bangunan kuno yang terkait:

Dari India:

  • Hinduisme mulai memasuki wilayah Asia Tenggara pada sekitar abad ke-1 Masehi melalui perdagangan dan kontak budaya antara India dan pulau-pulau seperti Sumatra, Jawa, dan Bali.
  • Agama Buddha juga tersebar luas di wilayah ini, dimulai dari abad ke-2 SM ketika raja-raja India, seperti Raja Ashoka, menyebarkan ajaran Buddha.
  • Beberapa prasasti dan inskripsi, seperti Prasasti Kedukan Bukit di Sumatra, menyajikan bukti tentang penyebaran agama Hindu-Buddha di Indonesia kuno.
  • Bangunan-bangunan seperti candi-candi Hindu dan Buddha, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan di Jawa, menjadi bukti fisik kehadiran agama Hindu-Buddha di wilayah tersebut.

Dari Yunani:

  • Kontak antara Yunani dan India dimulai pada zaman Aleksander Agung, yang menaklukkan bagian barat laut India pada abad ke-4 SM.
  • Meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa agama Hindu atau Buddha secara langsung dipengaruhi oleh Yunani, ada beberapa perpindahan budaya dan gagasan filsafat antara kedua peradaban ini melalui kontak dagang dan intelektual.

Dari China:

  • Agama Buddha mulai memasuki Tiongkok dari India pada abad ke-1 Masehi, dan kemudian menyebar ke wilayah-wilayah Asia Tenggara melalui rute perdagangan sutra.
  • Catatan-catatan sejarah seperti "Kitab Han" (Han Shu) mencatat kedatangan seorang biksu India bernama Kasyapa Matanga di Kina pada abad ke-2 SM, yang membawa agama Buddha ke wilayah tersebut.

Sumber Tertulis dan Kitab Kuno:

  • Prasasti-prasasti dan inskripsi-inskripsi di Asia Tenggara, seperti Prasasti Kedukan Bukit di Sumatra dan Prasasti Canggal di Jawa Tengah, memberikan informasi tentang penyebaran agama Hindu-Buddha.
  • Kitab suci Hindu seperti Weda dan epik-epik seperti Ramayana dan Mahabharata juga memainkan peran penting dalam menyebarkan agama Hindu ke wilayah Asia Tenggara.
  • Sementara itu, teks-teks agama Buddha seperti Tripitaka dan ajaran-ajaran filsafat Buddha membantu menyebarkan agama Buddha ke wilayah tersebut.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Sumber lisan merupakan keterangan langsung dari orang-orang yang mengalami p sejarah. Selain diperoleh dari orang-orang yang mengalami persitiwa secara la sumber lisan juga dapat diperoleh dari orang-orang yang mengetahui suatu peristiw secara rinci. Dengan kata lain sumber sejarah lisan dapat digunakan untuk sumba dan sekunder. Bagaimana cara mendapatkan sumber sejarah secara lisan denga tepat? Sumber sejarah merupakan segala sesuatu yang mengandung informasi tenta peristiwa sejarah. Informasi yang dijadikan sumber sejarah harus berasal dari aktivi pada masa lampau. Sumber sejarah berfungsi sebagai sarana penyampaian inform ristiwa sejarah di masa lampau. Bagaimana cara membuktikan keaslian suatu sumber sejarah? Sumber sejarah berdasarkan bentuknya dibagi menjadi tiga, yaitu sumber tertulis, sumber lisan, dan sumber benda. Sumber tertulis merupakan sumber sejarah yang memberikan informasi melalui tulisan. Sumber lisan merupakan sumber sejarah yang disampaikan secara lisan oleh orang yang menyaksikan, mendengar, atau mengalami langsung suatu peristiwa sejarah. Sumber benda merupakan sumber sejarah yang diperoleh dari benda-benda peninggalan sejarah. Mengapa sumber sejarah sangat penting dalam sejarah? Sumber sejarah lisan sangat bermanfaat agar sejarah dapat terus diingat oleh masyarakat sebagai bagian dari identitas dari sebuah negara. Sumber sejarah lisan dapat berupa keterangan langsung dari pelaku, tradisi lisan yang berkembang di masyarakat, dan topomini. Mengapa sumber lisan memiliki keterbatasan dibandingkan sumber tertulis? Kritik sumber sering juga disebut proses verifikasi. Sering dilakukan peneliti untuk menguji keabsahan serta keaslian suatu dokumen atau sumber sejarah. Kritik sumber merupakan salah satu tahapan dalam penelitian sejarah. Apa yang dimaksud kritik sumber?

3

0.0

Jawaban terverifikasi