Vanessa A

04 April 2024 02:52

Vanessa A

04 April 2024 02:52

Pertanyaan

ceritakan raja pendiri, letak dan corak agama kerajaan Sunda

ceritakan raja pendiri, letak dan corak agama kerajaan Sunda

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

11

:

30

:

49

Klaim

3

3

Jawaban terverifikasi

B. Hindarto

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

05 April 2024 01:54

Jawaban terverifikasi

Jawabannya adalah Kerajaan ini didirikan pada tahun 923 M oleh Sri Jayabhupati dan meliputi sekitar sepertiga hingga seperdelapan wilayah pulau Jawa. Menurut peta Portugis, pusat pemerintahan Kerajaan Pajajaran terletak di Bogor Simak penjelasannya yuk, Kerajaan Pajajaran adalah salah satu kerajaan terbesar di Pakuan (sekarang Bogor), Jawa Barat. Kerajaan ini didirikan pada tahun 923 M oleh Sri Jayabhupati dan meliputi sekitar sepertiga hingga seperdelapan wilayah pulau Jawa. Menurut peta Portugis, pusat pemerintahan Kerajaan Pajajaran terletak di Bogor. Sementara untuk cakupan kekuasaannya meliputi wilayah Jawa Tengah, Jakarta, dan Jawa Barat. Kerajaan Pajajaran mencapai masa kejayaannya pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi antara tahun 1482 hingga 1521 M. Pada periode ini, sistem politik yang berlaku adalah sistem feudal, di mana posisi puncak dipegang oleh seorang yang disebut Prabu atau raja. Agama utama yang dianut adalah Hindu Syiwa, seperti tercatat dalam prasasti Kawali dan Sahyang Tapak. Dengan demikian, Jawabannya adalah Kerajaan ini didirikan pada tahun 923 M oleh Sri Jayabhupati dan meliputi sekitar sepertiga hingga seperdelapan wilayah pulau Jawa. Menurut peta Portugis, pusat pemerintahan Kerajaan Pajajaran terletak di Bogor


Nanda R

Community

06 April 2024 05:31

<p><br>Kerajaan Sunda memiliki beberapa raja pendiri yang dikenal dalam sejarahnya. Salah satu dari mereka adalah Prabu Tarusbawa, yang diyakini sebagai raja pertama Kerajaan Sunda. Namun, informasi tentang Prabu Tarusbawa sangat terbatas dan banyak legenda yang mengelilingi kehidupannya.</p><p>Letak Kerajaan Sunda berada di wilayah barat Pulau Jawa, terutama di daerah yang sekarang dikenal sebagai Jawa Barat. Kerajaan ini mencakup wilayah yang cukup luas, termasuk dataran tinggi dan dataran rendah di sekitar Citarum dan Ciliwung.</p><p>Corak agama yang dominan di Kerajaan Sunda adalah Hindu-Buddha. Pada masa itu, Hindu-Buddha telah menjadi agama utama di wilayah Nusantara, terutama setelah penyebarannya oleh kerajaan-kerajaan India seperti Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit. Agama Hindu-Buddha membawa pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan di Kerajaan Sunda, termasuk dalam struktur pemerintahan, sistem kepercayaan, seni, dan budaya. Kuil-kuil Hindu dan Buddha dibangun di berbagai tempat, dan ritual keagamaan, pemujaan dewa-dewi, dan upacara keagamaan menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.</p><p>Meskipun agama Hindu-Buddha dominan, di beberapa wilayah di Kerajaan Sunda juga ada penyebaran agama Islam, terutama pada masa-masa berikutnya, terutama setelah jatuhnya Kerajaan Sunda ke tangan Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon. Jadi, meskipun Hindu-Buddha adalah corak agama utama, agama lain juga memainkan peran dalam keragaman agama di wilayah tersebut.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>


Kerajaan Sunda memiliki beberapa raja pendiri yang dikenal dalam sejarahnya. Salah satu dari mereka adalah Prabu Tarusbawa, yang diyakini sebagai raja pertama Kerajaan Sunda. Namun, informasi tentang Prabu Tarusbawa sangat terbatas dan banyak legenda yang mengelilingi kehidupannya.

Letak Kerajaan Sunda berada di wilayah barat Pulau Jawa, terutama di daerah yang sekarang dikenal sebagai Jawa Barat. Kerajaan ini mencakup wilayah yang cukup luas, termasuk dataran tinggi dan dataran rendah di sekitar Citarum dan Ciliwung.

Corak agama yang dominan di Kerajaan Sunda adalah Hindu-Buddha. Pada masa itu, Hindu-Buddha telah menjadi agama utama di wilayah Nusantara, terutama setelah penyebarannya oleh kerajaan-kerajaan India seperti Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit. Agama Hindu-Buddha membawa pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan di Kerajaan Sunda, termasuk dalam struktur pemerintahan, sistem kepercayaan, seni, dan budaya. Kuil-kuil Hindu dan Buddha dibangun di berbagai tempat, dan ritual keagamaan, pemujaan dewa-dewi, dan upacara keagamaan menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Meskipun agama Hindu-Buddha dominan, di beberapa wilayah di Kerajaan Sunda juga ada penyebaran agama Islam, terutama pada masa-masa berikutnya, terutama setelah jatuhnya Kerajaan Sunda ke tangan Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon. Jadi, meskipun Hindu-Buddha adalah corak agama utama, agama lain juga memainkan peran dalam keragaman agama di wilayah tersebut.

 

 


 


Vanessa A

06 April 2024 07:00

terimakasih kak

Salsabila M

Community

06 April 2024 14:06

<p><br>Raja pendiri Kerajaan Sunda adalah Sri Baduga Maharaja, yang lebih dikenal sebagai Prabu Siliwangi. Kerajaan Sunda terletak di wilayah barat Pulau Jawa, Indonesia. Corak agama Kerajaan Sunda awalnya adalah agama Hindu-Buddha, tetapi kemudian berkembang menjadi agama Islam setelah masuknya agama Islam ke wilayah tersebut pada abad ke-13 Masehi.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>


Raja pendiri Kerajaan Sunda adalah Sri Baduga Maharaja, yang lebih dikenal sebagai Prabu Siliwangi. Kerajaan Sunda terletak di wilayah barat Pulau Jawa, Indonesia. Corak agama Kerajaan Sunda awalnya adalah agama Hindu-Buddha, tetapi kemudian berkembang menjadi agama Islam setelah masuknya agama Islam ke wilayah tersebut pada abad ke-13 Masehi.

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Jelaskan Dalam bentuk apa dukungan Vatikan dalam merespon berita proklamasi???

2

5.0

Jawaban terverifikasi