Melinda A

27 November 2022 06:46

Melinda A

27 November 2022 06:46

Pertanyaan

Dalam teori ada beberapa instrumen yang dapat digunakan oleh pemerintah melalui bank sentral terkait kebijakan moneternya. Ada kebijakan operasi pasar terbuka (OPT), politik diskonto, kebijakan cadangan kas, cadangan minimum, kebijakan kredit selektif, kebijakan devaluasi dan revaluasi, kebijakan sanering, mencetak uang baru dan menarik uang lama, serta dorongan moral. Diantara berbagai instrumen kebijakan tersebut, manakah yang paling sering digunakan oleh bank sentral dan manapula yang paling jarang digunakan bank sentral? Mengapa?

Dalam teori ada beberapa instrumen yang dapat digunakan oleh pemerintah melalui bank sentral terkait kebijakan moneternya. Ada kebijakan operasi pasar terbuka (OPT), politik diskonto, kebijakan cadangan kas, cadangan minimum, kebijakan kredit selektif, kebijakan devaluasi dan revaluasi, kebijakan sanering, mencetak uang baru dan menarik uang lama, serta dorongan moral. Diantara berbagai instrumen kebijakan tersebut, manakah yang paling sering digunakan oleh bank sentral dan manapula yang paling jarang digunakan bank sentral? Mengapa?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

05

:

13

:

11

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Kevin L

Gold

23 Desember 2023 09:01

Jawaban terverifikasi

Pertanyaan ini berkaitan dengan topik kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral. Kebijakan moneter adalah tindakan yang diambil oleh bank sentral untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar dalam ekonomi. Ada berbagai instrumen yang dapat digunakan oleh bank sentral dalam kebijakan moneternya, seperti yang telah disebutkan dalam pertanyaan. Penjelasan: 1. Operasi Pasar Terbuka (OPT) adalah instrumen yang paling sering digunakan oleh bank sentral. OPT adalah pembelian dan penjualan surat berharga pemerintah oleh bank sentral untuk mengendalikan jumlah uang beredar. Jika bank sentral ingin meningkatkan jumlah uang beredar, mereka akan membeli surat berharga, dan sebaliknya. 2. Kebijakan Diskonto adalah penentuan suku bunga oleh bank sentral yang akan dikenakan kepada bank komersial untuk pinjaman. Jika suku bunga tinggi, bank komersial akan berpikir dua kali sebelum meminjam, yang pada gilirannya akan mengurangi jumlah uang beredar. 3. Kebijakan Cadangan Kas adalah persentase dari deposit yang harus disimpan oleh bank komersial di bank sentral. Jika persentase ini tinggi, jumlah uang yang dapat dipinjamkan oleh bank komersial akan berkurang, yang pada gilirannya akan mengurangi jumlah uang beredar. 4. Kebijakan Kredit Selektif adalah kebijakan yang ditujukan untuk mengendalikan kredit di sektor-sektor tertentu yang dianggap berisiko tinggi atau spekulatif. Dari berbagai instrumen tersebut, kebijakan seperti mencetak uang baru dan menarik uang lama, serta kebijakan sanering, biasanya jarang digunakan karena dapat menimbulkan dampak yang signifikan dan seringkali tidak diinginkan pada ekonomi. Kesimpulan: Instrumen kebijakan moneter yang paling sering digunakan oleh bank sentral adalah Operasi Pasar Terbuka (OPT), sedangkan yang paling jarang digunakan adalah kebijakan mencetak uang baru dan menarik uang lama, serta kebijakan sanering. Alasannya adalah karena OPT memiliki dampak langsung dan efektif dalam mengendalikan jumlah uang beredar, sedangkan kebijakan mencetak uang baru dan menarik uang lama, serta kebijakan sanering, dapat menimbulkan dampak yang signifikan dan seringkali tidak diinginkan pada ekonomi. Semoga penjelasan ini membantu Anda 🙂


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Salah satu faktor penghambat perdagangan internasional adalah ....

23

5.0

Jawaban terverifikasi