Melina M

17 Mei 2023 02:40

Melina M

17 Mei 2023 02:40

Pertanyaan

faktor pendorong dan penghambat perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi? apa saja!

faktor pendorong dan penghambat perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi? apa saja!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

06

:

47

:

13

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Bachtiar A

17 Mei 2023 21:54

Jawaban terverifikasi

<p>Faktor Pendorong:</p><p>1. Keragaman sumber daya alam: Kepulauan Nusantara memiliki sumber daya alam yang beragam, seperti pertanian, perikanan, pertambangan, dan pariwisata. Hal ini dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.</p><p>2. Potensi pasar besar: Dengan populasi lebih dari 260 juta orang dan jumlah negara yang cukup banyak, Kepulauan Nusantara memiliki potensi pasar yang besar dan beragam.</p><p>3. Infrastruktur yang berkembang: Pemerintah Indonesia telah mengembangkan infrastruktur di berbagai wilayah kepulauan, seperti pelabuhan dan jalan tol, yang dapat membantu mempermudah</p><p>&nbsp;4. aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah.</p><p>Kebijakan pemerintah: Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mempromosikan integrasi ekonomi antarwilayah, seperti kebijakan Free Trade Zone dan Free Port.</p><p>&nbsp;</p><p>Faktor Penghambat:</p><p>1. Perbedaan budaya dan bahasa: Kepulauan Nusantara memiliki banyak suku bangsa dan bahasa yang berbeda-beda. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi dan berinteraksi antarwilayah.</p><p>2. Keterpencilan wilayah: Beberapa wilayah kepulauan di Indonesia masih terisolasi dan sulit dijangkau. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan integrasi antarwilayah.</p><p>3. Ketimpangan pembangunan: Terdapat ketimpangan pembangunan antarwilayah di Indonesia, yang dapat memperburuk kesenjangan ekonomi dan sosial.</p><p>4. Masalah keamanan: Beberapa wilayah kepulauan di Indonesia masih menghadapi masalah keamanan, seperti konflik etnis dan terorisme. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan integrasi antarwilayah.</p>

Faktor Pendorong:

1. Keragaman sumber daya alam: Kepulauan Nusantara memiliki sumber daya alam yang beragam, seperti pertanian, perikanan, pertambangan, dan pariwisata. Hal ini dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

2. Potensi pasar besar: Dengan populasi lebih dari 260 juta orang dan jumlah negara yang cukup banyak, Kepulauan Nusantara memiliki potensi pasar yang besar dan beragam.

3. Infrastruktur yang berkembang: Pemerintah Indonesia telah mengembangkan infrastruktur di berbagai wilayah kepulauan, seperti pelabuhan dan jalan tol, yang dapat membantu mempermudah

 4. aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah.

Kebijakan pemerintah: Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mempromosikan integrasi ekonomi antarwilayah, seperti kebijakan Free Trade Zone dan Free Port.

 

Faktor Penghambat:

1. Perbedaan budaya dan bahasa: Kepulauan Nusantara memiliki banyak suku bangsa dan bahasa yang berbeda-beda. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi dan berinteraksi antarwilayah.

2. Keterpencilan wilayah: Beberapa wilayah kepulauan di Indonesia masih terisolasi dan sulit dijangkau. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan integrasi antarwilayah.

3. Ketimpangan pembangunan: Terdapat ketimpangan pembangunan antarwilayah di Indonesia, yang dapat memperburuk kesenjangan ekonomi dan sosial.

4. Masalah keamanan: Beberapa wilayah kepulauan di Indonesia masih menghadapi masalah keamanan, seperti konflik etnis dan terorisme. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan integrasi antarwilayah.


Salsabila M

Community

23 Juni 2024 02:58

Jawaban terverifikasi

<p>Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi melibatkan berbagai faktor pendorong dan penghambat yang perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi:</p><p>Faktor Pendorong:</p><p><strong>Potensi Sumber Daya Alam</strong>: Kepulauan Nusantara kaya akan sumber daya alam seperti tambang, perikanan, dan energi terbarukan (seperti energi panas bumi dan angin). Potensi ini dapat menjadi pendorong untuk pengembangan ekonomi regional yang kuat.</p><p><strong>Pembangunan Infrastruktur</strong>: Investasi dalam infrastruktur transportasi dan komunikasi (pelabuhan, jalan, bandara, internet) dapat meningkatkan konektivitas antar-pulau dan memudahkan pergerakan barang dan orang, mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh kepulauan.</p><p><strong>Pembangunan Wilayah Perbatasan</strong>: Fokus pada pembangunan wilayah perbatasan dapat mengurangi disparitas ekonomi antar-pulau dan mendorong integrasi ekonomi yang lebih baik di seluruh wilayah kepulauan.</p><p><strong>Kerjasama Regional dan Internasional</strong>: Partisipasi dalam kerjasama regional (seperti ASEAN) dan perjanjian perdagangan internasional dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk kepulauan Nusantara, meningkatkan daya saing ekonomi regional.</p><p><strong>Pengembangan Pariwisata</strong>: Potensi pariwisata alam, budaya, dan sejarah di kepulauan Nusantara dapat menjadi daya tarik utama untuk menarik investasi dan mendukung perekonomian lokal.</p><p>Faktor Penghambat:</p><p><strong>Keterbatasan Infrastruktur</strong>: Masih ada keterbatasan infrastruktur transportasi dan komunikasi di beberapa daerah kepulauan, yang menghambat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi yang merata.</p><p><strong>Kesenjangan Pembangunan</strong>: Terdapat kesenjangan dalam pembangunan antara pulau-pulau besar dan kecil, serta antara wilayah barat dan timur Indonesia, yang memperlambat integrasi ekonomi regional.</p><p><strong>Kondisi Geografis</strong>: Kondisi geografis kepulauan Nusantara yang terdiri dari banyak pulau dengan topografi yang berbeda-beda dapat menyulitkan dalam transportasi dan distribusi barang.</p><p><strong>Perbedaan Budaya dan Sosial</strong>: Perbedaan budaya, bahasa, dan kebiasaan sosial antar-pulau dapat menjadi hambatan dalam harmonisasi kebijakan ekonomi dan sosial.</p><p><strong>Isu Lingkungan dan Keberlanjutan</strong>: Aktivitas ekonomi seperti pertambangan dan perikanan yang tidak berkelanjutan dapat merusak lingkungan alam kepulauan Nusantara, mengancam keberlanjutan ekonomi jangka panjang.</p><p>&nbsp;</p>

Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi melibatkan berbagai faktor pendorong dan penghambat yang perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi:

Faktor Pendorong:

Potensi Sumber Daya Alam: Kepulauan Nusantara kaya akan sumber daya alam seperti tambang, perikanan, dan energi terbarukan (seperti energi panas bumi dan angin). Potensi ini dapat menjadi pendorong untuk pengembangan ekonomi regional yang kuat.

Pembangunan Infrastruktur: Investasi dalam infrastruktur transportasi dan komunikasi (pelabuhan, jalan, bandara, internet) dapat meningkatkan konektivitas antar-pulau dan memudahkan pergerakan barang dan orang, mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh kepulauan.

Pembangunan Wilayah Perbatasan: Fokus pada pembangunan wilayah perbatasan dapat mengurangi disparitas ekonomi antar-pulau dan mendorong integrasi ekonomi yang lebih baik di seluruh wilayah kepulauan.

Kerjasama Regional dan Internasional: Partisipasi dalam kerjasama regional (seperti ASEAN) dan perjanjian perdagangan internasional dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk kepulauan Nusantara, meningkatkan daya saing ekonomi regional.

Pengembangan Pariwisata: Potensi pariwisata alam, budaya, dan sejarah di kepulauan Nusantara dapat menjadi daya tarik utama untuk menarik investasi dan mendukung perekonomian lokal.

Faktor Penghambat:

Keterbatasan Infrastruktur: Masih ada keterbatasan infrastruktur transportasi dan komunikasi di beberapa daerah kepulauan, yang menghambat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi yang merata.

Kesenjangan Pembangunan: Terdapat kesenjangan dalam pembangunan antara pulau-pulau besar dan kecil, serta antara wilayah barat dan timur Indonesia, yang memperlambat integrasi ekonomi regional.

Kondisi Geografis: Kondisi geografis kepulauan Nusantara yang terdiri dari banyak pulau dengan topografi yang berbeda-beda dapat menyulitkan dalam transportasi dan distribusi barang.

Perbedaan Budaya dan Sosial: Perbedaan budaya, bahasa, dan kebiasaan sosial antar-pulau dapat menjadi hambatan dalam harmonisasi kebijakan ekonomi dan sosial.

Isu Lingkungan dan Keberlanjutan: Aktivitas ekonomi seperti pertambangan dan perikanan yang tidak berkelanjutan dapat merusak lingkungan alam kepulauan Nusantara, mengancam keberlanjutan ekonomi jangka panjang.

 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Upaya yang dapat dilakukan pelajar dalam rangka mendukung upaya bela negara adalah…

45

3.7

Jawaban terverifikasi

1.Bagaimana hubungan antar Perundang - undangan sesuai dg herarkis tata urutan ? 2. Simaklah beberapa peraturan perundangan apakah peraturan tersebut SBG terjemahan atas peraturan perundangan atau tumpang tindih ? ( UU no 12 Tahun 2011, UU no 23Tahun 2014, UU No 25 Tahun 2004 ) 3 . Tuliskan peraturan perundangan yg di undangkan atas perintah TAP MPR NO I / MPR/ 2003 4.sebutkan produk UU atas perintah UUD NRI Tahun 1945 ( pasal18, pasal 22, pasal 23, Pasal 26 , Pasal 27,pasal ,pasal 28, pasal 29, pasal 30 ,pasal 31 dan pasal 33 )

28

2.2

Lihat jawaban (3)