Dea P

03 Desember 2023 14:45

Dea P

03 Desember 2023 14:45

Pertanyaan

faktor yang menyebabkan dijalankan sistem pemerintahan yang bersifat parlementer adalah

faktor yang menyebabkan dijalankan sistem pemerintahan yang bersifat parlementer adalah

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

15

:

25

:

19

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Rafli A

03 Desember 2023 15:27

Jawaban terverifikasi

Sistem pemerintahan parlementer biasanya dijalankan karena beberapa faktor, antara lain: 1. **Responsif Terhadap Perubahan:** Sistem parlementer cenderung lebih responsif terhadap perubahan dan dinamika politik. Pergantian kepemimpinan atau perubahan kebijakan dapat lebih mudah dilakukan melalui proses parlementer. 2. **Ketergantungan pada Dukungan Parlemen:** Pemerintahan parlementer bergantung pada dukungan mayoritas parlemen. Ini menciptakan keseimbangan kekuasaan antara eksekutif (pemerintah) dan legislatif (parlemen), yang dapat memperkuat legitimasi kebijakan. 3. **Kestabilan Politik:** Sistem parlementer memiliki potensi untuk menciptakan stabilitas politik karena pemerintah harus mempertahankan dukungan mayoritas di parlemen. Jika pemerintah kehilangan dukungan, itu dapat mengakibatkan pergantian kepemimpinan tanpa harus melalui pemilihan umum. 4. **Akuntabilitas Langsung:** Kabinet dalam sistem parlementer biasanya terdiri dari anggota parlemen yang bertanggung jawab langsung kepada parlemen. Hal ini meningkatkan tingkat akuntabilitas eksekutif terhadap legislatif. 5. **Fleksibilitas Pemilihan Kepala Eksekutif:** Kepala eksekutif (misalnya, perdana menteri) dapat diubah lebih fleksibel tanpa harus menunggu pemilihan umum, yang dapat memungkinkan respons cepat terhadap situasi politik dan ekonomi. Faktor-faktor ini dapat bervariasi tergantung pada konteks politik dan sejarah suatu negara, dan setiap sistem pemerintahan memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing.


Kyoko K

11 Desember 2023 21:45

awokkawokkawok gpt serbaguna

Erwin A

Community

04 Desember 2023 10:00

Jawaban terverifikasi

<p>Faktor-faktor yang menyebabkan dijalankan sistem pemerintahan yang bersifat parlementer adalah sebagai berikut:</p><ul><li><strong>Faktor historis</strong>. Sistem pemerintahan parlementer banyak diadopsi oleh negara-negara yang pernah dijajah oleh Inggris. Hal ini karena Inggris memiliki sistem pemerintahan parlementer yang sudah lama berjalan dan dianggap berhasil.</li><li><strong>Faktor budaya politik</strong>. Sistem pemerintahan parlementer dianggap sesuai dengan budaya politik yang demokratis. Sistem ini memberikan kekuasaan yang besar kepada rakyat melalui perwakilannya di parlemen.</li><li><strong>Faktor ideologi</strong>. Sistem pemerintahan parlementer dianggap sesuai dengan ideologi demokrasi. Sistem ini memungkinkan adanya pembagian kekuasaan yang jelas antara eksekutif dan legislatif.</li></ul><p>Berikut adalah penjelasan lebih lanjut dari masing-masing faktor tersebut:</p><ul><li><strong>Faktor historis</strong></li></ul><p>Pada abad ke-17, Inggris mengalami Revolusi Glorious yang berhasil menggulingkan kekuasaan raja. Revolusi ini menandai lahirnya sistem pemerintahan parlementer di Inggris. Sistem ini kemudian diadopsi oleh negara-negara lain di dunia, termasuk negara-negara bekas jajahan Inggris.</p><p>Indonesia, sebagai salah satu negara bekas jajahan Inggris, juga mengadopsi sistem pemerintahan parlementer pada awal kemerdekaan. Hal ini karena sistem ini dianggap sesuai dengan kondisi historis Indonesia yang baru saja merdeka dari penjajahan.</p><ul><li><strong>Faktor budaya politik</strong></li></ul><p>Sistem pemerintahan parlementer dianggap sesuai dengan budaya politik yang demokratis. Sistem ini memberikan kekuasaan yang besar kepada rakyat melalui perwakilannya di parlemen. Rakyat dapat memilih wakilnya di parlemen melalui pemilihan umum.</p><p>Parlemen kemudian memiliki kekuasaan untuk membentuk pemerintahan dan mengawasi jalannya pemerintahan. Hal ini membuat pemerintahan lebih bertanggung jawab kepada rakyat.</p><ul><li><strong>Faktor ideologi</strong></li></ul><p>Sistem pemerintahan parlementer dianggap sesuai dengan ideologi demokrasi. Sistem ini memungkinkan adanya pembagian kekuasaan yang jelas antara eksekutif dan legislatif.</p><p>Pembagian kekuasaan ini penting untuk mencegah terjadinya kesewenang-wenangan dari salah satu cabang kekuasaan. Dengan adanya pembagian kekuasaan, setiap cabang kekuasaan dapat saling mengawasi dan menyeimbangkan.</p><p>Selain ketiga faktor tersebut, faktor-faktor lain yang juga dapat menyebabkan dijalankannya sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut:</p><ul><li><strong>Faktor geografis</strong>. Sistem pemerintahan parlementer dianggap lebih cocok diterapkan di negara-negara yang memiliki wilayah yang luas. Hal ini karena sistem ini memungkinkan adanya desentralisasi kekuasaan.</li><li><strong>Faktor ekonomi</strong>. Sistem pemerintahan parlementer dianggap lebih cocok diterapkan di negara-negara yang memiliki ekonomi yang maju. Hal ini karena sistem ini membutuhkan tingkat pendidikan dan kesadaran politik yang tinggi dari rakyat.</li></ul><p>Saat ini, sistem pemerintahan parlementer diterapkan oleh lebih dari 50 negara di dunia, termasuk Indonesia, Inggris, Prancis, dan Jepang.</p>

Faktor-faktor yang menyebabkan dijalankan sistem pemerintahan yang bersifat parlementer adalah sebagai berikut:

  • Faktor historis. Sistem pemerintahan parlementer banyak diadopsi oleh negara-negara yang pernah dijajah oleh Inggris. Hal ini karena Inggris memiliki sistem pemerintahan parlementer yang sudah lama berjalan dan dianggap berhasil.
  • Faktor budaya politik. Sistem pemerintahan parlementer dianggap sesuai dengan budaya politik yang demokratis. Sistem ini memberikan kekuasaan yang besar kepada rakyat melalui perwakilannya di parlemen.
  • Faktor ideologi. Sistem pemerintahan parlementer dianggap sesuai dengan ideologi demokrasi. Sistem ini memungkinkan adanya pembagian kekuasaan yang jelas antara eksekutif dan legislatif.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut dari masing-masing faktor tersebut:

  • Faktor historis

Pada abad ke-17, Inggris mengalami Revolusi Glorious yang berhasil menggulingkan kekuasaan raja. Revolusi ini menandai lahirnya sistem pemerintahan parlementer di Inggris. Sistem ini kemudian diadopsi oleh negara-negara lain di dunia, termasuk negara-negara bekas jajahan Inggris.

Indonesia, sebagai salah satu negara bekas jajahan Inggris, juga mengadopsi sistem pemerintahan parlementer pada awal kemerdekaan. Hal ini karena sistem ini dianggap sesuai dengan kondisi historis Indonesia yang baru saja merdeka dari penjajahan.

  • Faktor budaya politik

Sistem pemerintahan parlementer dianggap sesuai dengan budaya politik yang demokratis. Sistem ini memberikan kekuasaan yang besar kepada rakyat melalui perwakilannya di parlemen. Rakyat dapat memilih wakilnya di parlemen melalui pemilihan umum.

Parlemen kemudian memiliki kekuasaan untuk membentuk pemerintahan dan mengawasi jalannya pemerintahan. Hal ini membuat pemerintahan lebih bertanggung jawab kepada rakyat.

  • Faktor ideologi

Sistem pemerintahan parlementer dianggap sesuai dengan ideologi demokrasi. Sistem ini memungkinkan adanya pembagian kekuasaan yang jelas antara eksekutif dan legislatif.

Pembagian kekuasaan ini penting untuk mencegah terjadinya kesewenang-wenangan dari salah satu cabang kekuasaan. Dengan adanya pembagian kekuasaan, setiap cabang kekuasaan dapat saling mengawasi dan menyeimbangkan.

Selain ketiga faktor tersebut, faktor-faktor lain yang juga dapat menyebabkan dijalankannya sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut:

  • Faktor geografis. Sistem pemerintahan parlementer dianggap lebih cocok diterapkan di negara-negara yang memiliki wilayah yang luas. Hal ini karena sistem ini memungkinkan adanya desentralisasi kekuasaan.
  • Faktor ekonomi. Sistem pemerintahan parlementer dianggap lebih cocok diterapkan di negara-negara yang memiliki ekonomi yang maju. Hal ini karena sistem ini membutuhkan tingkat pendidikan dan kesadaran politik yang tinggi dari rakyat.

Saat ini, sistem pemerintahan parlementer diterapkan oleh lebih dari 50 negara di dunia, termasuk Indonesia, Inggris, Prancis, dan Jepang.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi