Insanul A

03 Agustus 2024 03:09

Insanul A

03 Agustus 2024 03:09

Pertanyaan

identifikasilah tentang peristiwa berikut dari sudut pandang politik & ekonomi: a. pertempuran 10 november b. pertempuran Bandung lautan api

identifikasilah tentang peristiwa berikut dari sudut pandang politik & ekonomi: 
a. pertempuran 10 november
b. pertempuran Bandung lautan api

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

12

:

30

:

14

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Kevin L

Gold

03 Agustus 2024 13:12

Jawaban terverifikasi

a. Pertempuran 10 November * Sudut Pandang Politik: * Perlawanan terhadap Kolonialisme: Pertempuran 10 November merupakan manifestasi nyata perlawanan rakyat Indonesia terhadap upaya Belanda untuk kembali menjajah Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan. * Semangat Nasionalisme: Peristiwa ini menyulut semangat nasionalisme yang tinggi di kalangan rakyat Indonesia, memperkuat tekad untuk mempertahankan kemerdekaan. * Konfrontasi dengan Kekuatan Asing: Pertempuran ini juga menunjukkan keberanian rakyat Indonesia dalam menghadapi kekuatan militer yang jauh lebih besar dari pasukan Sekutu. * Sudut Pandang Ekonomi: * Kerusakan Infrastruktur: Kota Surabaya mengalami kerusakan yang parah akibat pertempuran, termasuk infrastruktur ekonomi seperti pabrik, gudang, dan sarana transportasi. * Gangguan Aktivitas Ekonomi: Pertempuran mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat Surabaya dan sekitarnya, menyebabkan kesulitan dalam memperoleh kebutuhan pokok. * Pengungsian Massal: Banyak warga Surabaya mengungsi ke daerah yang lebih aman, menyebabkan masalah sosial dan ekonomi di daerah pengungsian. b. Pertempuran Bandung Lautan Api * Sudut Pandang Politik: * Taktik Perang Gerilya: Pembakaran Bandung merupakan taktik perang gerilya yang cerdas untuk menghambat pergerakan pasukan Sekutu dan mencegah mereka menguasai kota. * Korban untuk Kemerdekaan: Peristiwa ini menunjukkan pengorbanan besar rakyat Bandung demi mempertahankan kemerdekaan, meskipun harus kehilangan harta benda. * Simbol Perlawanan: Bandung Lautan Api menjadi simbol perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajahan dan semangat pantang menyerah. * Sudut Pandang Ekonomi: * Kerugian Materil: Kota Bandung mengalami kerusakan yang sangat besar akibat kebakaran, menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat. * Gangguan Aktivitas Ekonomi: Aktivitas ekonomi di Bandung lumpuh total akibat peristiwa ini, menyebabkan kesulitan ekonomi bagi masyarakat. * Pengungsian Massal: Penduduk Bandung terpaksa mengungsi ke daerah lain, menyebabkan masalah sosial dan ekonomi di daerah pengungsian. Kesimpulan Baik Pertempuran 10 November maupun Pertempuran Bandung Lautan Api memiliki dampak yang sangat signifikan, baik dari segi politik maupun ekonomi. Kedua peristiwa ini menunjukkan semangat juang rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Implikasi * Pendidikan Sejarah: Penting untuk terus mengenang dan mempelajari peristiwa-peristiwa bersejarah ini agar semangat nasionalisme dan cinta tanah air tetap terjaga. * Pembangunan Nasional: Kita perlu belajar dari pengalaman masa lalu untuk membangun bangsa yang lebih kuat dan mandiri. * Perdamaian Dunia: Kedua peristiwa ini juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga perdamaian dunia dan menghindari konflik bersenjata. Semoga penjelasan ini bermanfaat.


Nanda R

Community

03 Agustus 2024 15:16

Jawaban terverifikasi

<p>Mari kita identifikasi peristiwa Pertempuran 10 November dan Pertempuran Bandung Lautan Api dari sudut pandang politik dan ekonomi.</p><p>### a. Pertempuran 10 November 1945</p><p>**1. Sudut Pandang Politik:**<br>- **Konteks:** Pertempuran 10 November terjadi di Surabaya antara pejuang kemerdekaan Indonesia dan pasukan Belanda serta Inggris. Ini merupakan bagian dari perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.<br>- **Politik Nasional:** Pertempuran ini sangat penting dalam konteks perjuangan politik Indonesia. Ini menunjukkan tekad dan semangat perjuangan rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan mereka dari upaya kolonial untuk kembali menguasai Indonesia.&nbsp;<br>- **Pengaruh pada Diplomasi:** Pertempuran ini menjadi simbol perlawanan nasional yang memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan diplomatik internasional. Peristiwa ini meningkatkan solidaritas dan dukungan dalam negeri serta mempengaruhi persepsi internasional terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.</p><p>**2. Sudut Pandang Ekonomi:**<br>- **Kerusakan Infrastruktur:** Pertempuran ini menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur di Surabaya, yang berdampak pada ekonomi lokal. Kerusakan infrastruktur ini menghambat aktivitas ekonomi dan mengakibatkan kerugian finansial.<br>- **Ekonomi Pendudukan:** Selama pertempuran dan periode setelahnya, ekonomi Surabaya dan daerah sekitarnya terganggu akibat pertempuran dan blokade, yang berdampak pada distribusi barang dan sumber daya penting.<br>- **Mobilisasi Ekonomi:** Peristiwa ini juga menunjukkan mobilisasi ekonomi dalam konteks perang, di mana sumber daya ekonomi dikerahkan untuk mendukung upaya perang, baik dalam bentuk dukungan material bagi pejuang maupun kebutuhan logistik.</p><p>### b. Pertempuran Bandung Lautan Api 1946</p><p>**1. Sudut Pandang Politik:**<br>- **Konteks:** Pertempuran Bandung Lautan Api terjadi pada Maret 1946, ketika tentara Belanda mencoba untuk mengambil alih Bandung yang sudah dikuasai oleh pejuang Indonesia. Penduduk Bandung melakukan pembakaran kota sebagai bentuk perlawanan terhadap Belanda.<br>- **Politik Nasional:** Pertempuran ini merupakan bentuk perlawanan dramatis terhadap usaha Belanda untuk menguasai kembali wilayah yang sebelumnya telah dikuasai oleh Jepang dan kemudian oleh pejuang kemerdekaan. Ini memperkuat tekad dan nasionalisme rakyat Indonesia serta menunjukkan komitmen untuk mempertahankan kemerdekaan.<br>- **Simbol Perjuangan:** Pertempuran ini menjadi simbol perjuangan dan pengorbanan rakyat Indonesia, serta memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang bertekad untuk merdeka. Ini juga mempengaruhi negosiasi politik internasional dengan menunjukkan determinasi rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan mereka.</p><p>**2. Sudut Pandang Ekonomi:**<br>- **Kerusakan Ekonomi:** Seperti pertempuran Surabaya, pertempuran ini menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur kota Bandung. Pembakaran kota mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan, termasuk kerusakan pada gedung, industri, dan rumah-rumah.<br>- **Pemulihan Ekonomi:** Kerusakan yang disebabkan oleh pertempuran memerlukan waktu dan biaya untuk pemulihan. Dampak ekonomi ini berlanjut dalam jangka waktu setelah pertempuran, dengan kebutuhan untuk memperbaiki infrastruktur dan memulihkan aktivitas ekonomi.<br>- **Ekonomi Perang:** Pembakaran kota merupakan strategi dalam konteks perang untuk mencegah penggunaan kota oleh musuh, yang menunjukkan bagaimana strategi perang dapat mempengaruhi kondisi ekonomi lokal dan nasional.</p><p>### Kesimpulan<br>- **Pertempuran 10 November** dan **Pertempuran Bandung Lautan Api** memiliki dampak politik dan ekonomi yang signifikan, dengan memperkuat tekad perjuangan kemerdekaan Indonesia dan mengakibatkan kerusakan ekonomi yang mempengaruhi pembangunan dan pemulihan negara pasca-perang. Kedua peristiwa ini merupakan bagian integral dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang mempengaruhi arah politik dan ekonomi negara.</p>

Mari kita identifikasi peristiwa Pertempuran 10 November dan Pertempuran Bandung Lautan Api dari sudut pandang politik dan ekonomi.

### a. Pertempuran 10 November 1945

**1. Sudut Pandang Politik:**
- **Konteks:** Pertempuran 10 November terjadi di Surabaya antara pejuang kemerdekaan Indonesia dan pasukan Belanda serta Inggris. Ini merupakan bagian dari perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
- **Politik Nasional:** Pertempuran ini sangat penting dalam konteks perjuangan politik Indonesia. Ini menunjukkan tekad dan semangat perjuangan rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan mereka dari upaya kolonial untuk kembali menguasai Indonesia. 
- **Pengaruh pada Diplomasi:** Pertempuran ini menjadi simbol perlawanan nasional yang memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan diplomatik internasional. Peristiwa ini meningkatkan solidaritas dan dukungan dalam negeri serta mempengaruhi persepsi internasional terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.

**2. Sudut Pandang Ekonomi:**
- **Kerusakan Infrastruktur:** Pertempuran ini menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur di Surabaya, yang berdampak pada ekonomi lokal. Kerusakan infrastruktur ini menghambat aktivitas ekonomi dan mengakibatkan kerugian finansial.
- **Ekonomi Pendudukan:** Selama pertempuran dan periode setelahnya, ekonomi Surabaya dan daerah sekitarnya terganggu akibat pertempuran dan blokade, yang berdampak pada distribusi barang dan sumber daya penting.
- **Mobilisasi Ekonomi:** Peristiwa ini juga menunjukkan mobilisasi ekonomi dalam konteks perang, di mana sumber daya ekonomi dikerahkan untuk mendukung upaya perang, baik dalam bentuk dukungan material bagi pejuang maupun kebutuhan logistik.

### b. Pertempuran Bandung Lautan Api 1946

**1. Sudut Pandang Politik:**
- **Konteks:** Pertempuran Bandung Lautan Api terjadi pada Maret 1946, ketika tentara Belanda mencoba untuk mengambil alih Bandung yang sudah dikuasai oleh pejuang Indonesia. Penduduk Bandung melakukan pembakaran kota sebagai bentuk perlawanan terhadap Belanda.
- **Politik Nasional:** Pertempuran ini merupakan bentuk perlawanan dramatis terhadap usaha Belanda untuk menguasai kembali wilayah yang sebelumnya telah dikuasai oleh Jepang dan kemudian oleh pejuang kemerdekaan. Ini memperkuat tekad dan nasionalisme rakyat Indonesia serta menunjukkan komitmen untuk mempertahankan kemerdekaan.
- **Simbol Perjuangan:** Pertempuran ini menjadi simbol perjuangan dan pengorbanan rakyat Indonesia, serta memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang bertekad untuk merdeka. Ini juga mempengaruhi negosiasi politik internasional dengan menunjukkan determinasi rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan mereka.

**2. Sudut Pandang Ekonomi:**
- **Kerusakan Ekonomi:** Seperti pertempuran Surabaya, pertempuran ini menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur kota Bandung. Pembakaran kota mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan, termasuk kerusakan pada gedung, industri, dan rumah-rumah.
- **Pemulihan Ekonomi:** Kerusakan yang disebabkan oleh pertempuran memerlukan waktu dan biaya untuk pemulihan. Dampak ekonomi ini berlanjut dalam jangka waktu setelah pertempuran, dengan kebutuhan untuk memperbaiki infrastruktur dan memulihkan aktivitas ekonomi.
- **Ekonomi Perang:** Pembakaran kota merupakan strategi dalam konteks perang untuk mencegah penggunaan kota oleh musuh, yang menunjukkan bagaimana strategi perang dapat mempengaruhi kondisi ekonomi lokal dan nasional.

### Kesimpulan
- **Pertempuran 10 November** dan **Pertempuran Bandung Lautan Api** memiliki dampak politik dan ekonomi yang signifikan, dengan memperkuat tekad perjuangan kemerdekaan Indonesia dan mengakibatkan kerusakan ekonomi yang mempengaruhi pembangunan dan pemulihan negara pasca-perang. Kedua peristiwa ini merupakan bagian integral dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang mempengaruhi arah politik dan ekonomi negara.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Pada saat sidang BPUPK tanggal 31 Mei 1945, ada 2 usulan yaitu Indonesia menjadi negara monarki atau Republik. Tokoh yang mengusulkan bentuk negara Indonesia Republik adalah... A. Ir. Soekarno B. Mr. Achmad Soebardjo C. Dr. Soepomo D. Mohammad Yamin

13

4.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi