Edelweis G

10 Februari 2022 01:04

Edelweis G

10 Februari 2022 01:04

Pertanyaan

jelaskan macam-macam hadist

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

21

:

05

:

43

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

W. Ega

11 Februari 2022 09:48

Jawaban terverifikasi

Hai Edelweis, kakak bantu jawab ya :) Jawaban dari pertanyaan diatas adalah sebagai berikut : Macam-macam hadist berdasarkan tingkat keasliannya dibagi menjadi 4, diantaranya: 1. Hadist Shahih. Kata shahih menurut bahasa berasal dari kata shahha, yashihhu, suhhan wa shihhatan wa shahahan, yang menurut bahasa berarti yang sehat, yang selamat, yang benar, yang sah dan yang benar. Para ulama biasa menyebut kata shahih sebagai lawan kata dari kata saqim (sakit). Maka hadist shahih menurut bahasa berarti hadist yang sah, hadist yang sehat atau hadist yang selamat. 2. Hadist Hasan. Menurut pendapat Ibnu Hajar, hadist hasan adalah hadist yang dinukilkan oleh orang yang adil, yang kurang kuat ingatannya, yang muttasil sanadnya, tidak cacat dan tidak ganjil. Imam Tirmidzi mengartikan hadist hasan sebagai berikut : “Tiap-tiap hadist yang pada sanadnya tidak terdapat perawi yang tertuduh dusta (pada matan-nya) tidak ada kejanggalan (syadz) dan (hadist tersebut) diriwayatkan pula melalui jalan lain”. 3. Hadist Dhaif. Kata Dhaif menurut bahasa berarti lemah, sebagai lawan dari Qawiy yang kuat. Sebagai lawan dari kata shahih, kata dhaif secara bahasa berarti hadist yang lemah, yang sakit atau yang tidak kuat. Secara terminologis, para ulama mendefinisikannya secara berbeda-beda. Akan tetapi pada dasarnya mengandung maksud yang sama. Pendapat An-Nawawi mengenai hadist dhaif adalah sebagai berikut: “Hadist yang didalamnya tidak terdapat syarat-syarat Hadist Shahih dan syarat-syarat Hadist Hasan.” 4. Hadist Maudlu’. Bila hadist dicurigai palsu atau buatan karena dalam rantai sanadnya dijumpai penutur yang dikenal sebagai pendusta. Berdasarkan sanadnya : 1. Hadist Marfu’. Hadist Marfu’ adalah hadist yang sanadnya berujung langsung pada Nabi Muhammad SAW. 2. Hadist Mauquf. Hadist Mauquf adalah hadist yang sanadnya terhenti pada para sahabat Nabi tanpa ada tanda-tanda baik secara perkataan maupun perbuatan yang menunjukkan derajat marfu. 3. Hadist Maqthu’. Hadist Maqthu’ diartikan sebagai hadist yang sanadnya berujung pada para tabi'in (penerus) atau sebawahnya. Berdasarkan Keutuhan Rantai Sanad : 1. Hadist Musnad. Hadist yang tergolong musnad jika urutan sanad yang dimiliki tidak terpotong pada bagian tertentu. Urutan penutur memungkinkan terjadinya penyampaian hadits berdasarkan waktu dan kondisi, yakni rawi-rawi itu memang diyakini telah saling bertemu dan menyampaikan hadist. Hadits ini juga disebut muttashilus sanad atau maushul. 2. Hadist Mursal. jika penutur 1 tidak dijumpai atau dengan kata lain seorang tabi'in menisbatkan langsung kepada Rasulullah SAW. Sebagai contoh, seorang tabi'in (penutur 2) mengatakan "Rasulullah berkata..." tanpa ia menjelaskan adanya sahabat yang menuturkan kepadanya). 3. Hadist Munqathi’. Hadist ini berarti jika sanad putus pada salah satu penutur, atau pada dua penutur yang tidak berturutan, selain shahabi. 4. Hadist Mu’dlal. Hadist mu'dlal berarti jika sanad terputus pada dua generasi penutur berturut-turut. Dan hadist Mu’allaq, jika sanad terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya. Sebagai contoh, "Seorang pencatat hadist mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan...." tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah. 5. Hadist Mudallas. Untuk hadist ini dapat dicontohkan, bila salah satu rawi mengatakan "..si A berkata .." atau "Hadist ini dari si A.." tanpa ada kejelasan "..kepada saya.."; yakni tidak tegas menunjukkan bahwa hadist itu disampaikan kepadanya Hadist Munqathi’. Hadist ini berarti jika sanad putus pada salah satu penutur, atau pada dua penutur yang tidak berturutan, selain shahabi. Berdasarkan Jumlah Penutur atau Rawi-rawi: 1. Hadist Mutawatir. Hadist mutawatir adalah hadist yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad. Dan juga tidak terdapat kemungkinan bahwa mereka semua sepakat untuk berdusta mengenai hal terebut. Jadi hadist mutawatir memiliki beberapa sanad dan jumlah penutur pada tiap lapisan generasi (thaqabah) berimbang. Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah sanad minimum hadist mutawatir. Sebagian menetapkan 20 dan 40 orang pada tiap lapisan sanad. Hadist mutawatir dapat dibedakan menjadi 2 macam-macam hadist, yakni: a.    Mutawatir lafzhy, yang merupakan lafaz redaksional sama pada tiap riwayat. b.    Ma’nawy, yang dimana pada redaksional terdapat perbedaan namun makna sama pada tiap riwayat. 2. Hadist Ahad. Hadist ahad adalah hadist yang diriwayatkan oleh sekelompok orang namun tidak mencapai tingkatan mutawatir. Hadist ahad dibedakan menjadi tiga macam-macam hadist, antara lain: a.    Gharib: bila hanya terdapat satu jalur sanad. Pada salah satu lapisan terdapat hanya satu penutur, meski pada lapisan lain mungkin terdapat banyak penutur. b.    Aziz: Bila terdapat dua jalur sanad. Dua penutur pada salah satu lapisan, pada lapisan lain lebih banyak. c.    Masyhur: Bila terdapat lebih dari dua jalur sanad. tiga atau lebih penutur pada salah satu lapisan, dan pada lapisan lain lebih banyak. Namun, tidak mencapai derajat mutawatir. Dinamai juga hadits mustafidl. Jadi, jawabannya seperti pada penjelasan di atas. Semoga membantu


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Perang Uhud dimenangkan oleh kafir karena umat Islam ... A. bercerai-cerai B.berselisih C. berseteru D. bersekutu E. bergerombol

8

5.0

Jawaban terverifikasi