Ryosuke A

03 September 2023 07:34

Ryosuke A

03 September 2023 07:34

Pertanyaan

Jelaskan Pengaruh Budaya Hindu-Buddha melalui jalur perdagangan dan jalur akulturasi!

Jelaskan Pengaruh Budaya Hindu-Buddha melalui jalur perdagangan dan jalur akulturasi!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

17

:

36

:

12

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Sahel S

03 September 2023 08:09

Jawaban terverifikasi

<p>Pengaruh budaya Hindu-Buddha melalui jalur perdagangan dan jalur akulturasi dapat dijelaskan sebagai berikut:</p><p>1. Jalur Perdagangan: Budaya Hindu-Buddha tersebar melalui jalur perdagangan utama di Asia Tenggara, seperti Jalur Sutra dan Jalur Lautan Hindia. Para pedagang Hindu-Buddha membawa keyakinan, praktik keagamaan, sastra, seni, dan arsitektur mereka saat melakukan perjalanan dan berdagang di wilayah-wilayah tersebut. Melalui kontak dengan budaya lokal di daerah yang mereka lewati, mereka menyebarkan dan mempengaruhi budaya Hindu-Buddha.</p><p>2. Jalur Akulturasi: Jalur perdagangan yang dilewati para pedagang Hindu-Buddha memungkinkan adanya pertukaran budaya antara mereka dengan masyarakat lokal. Ini menghasilkan proses akulturasi, di mana unsur-unsur budaya Hindu-Buddha diserap dan diterima oleh masyarakat lokal. Contohnya adalah pengaruh bahasa Sanskerta dalam bahasa dan istilah agama di banyak wilayah Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Selain itu, seni dan arsitektur Hindu-Buddha juga mempengaruhi gaya seni dan arsitektur tradisional di wilayah tersebut.</p><p>Pada umumnya, pengaruh budaya Hindu-Buddha melalui jalur perdagangan dan jalur akulturasi berkontribusi pada penyebaran ajaran agama Hindu-Buddha, pengaruh seni, sastra, sistem kepercayaan, dan praktik keagamaan Hindu-Buddha di sebagian besar Asia Tenggara.</p>

Pengaruh budaya Hindu-Buddha melalui jalur perdagangan dan jalur akulturasi dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Jalur Perdagangan: Budaya Hindu-Buddha tersebar melalui jalur perdagangan utama di Asia Tenggara, seperti Jalur Sutra dan Jalur Lautan Hindia. Para pedagang Hindu-Buddha membawa keyakinan, praktik keagamaan, sastra, seni, dan arsitektur mereka saat melakukan perjalanan dan berdagang di wilayah-wilayah tersebut. Melalui kontak dengan budaya lokal di daerah yang mereka lewati, mereka menyebarkan dan mempengaruhi budaya Hindu-Buddha.

2. Jalur Akulturasi: Jalur perdagangan yang dilewati para pedagang Hindu-Buddha memungkinkan adanya pertukaran budaya antara mereka dengan masyarakat lokal. Ini menghasilkan proses akulturasi, di mana unsur-unsur budaya Hindu-Buddha diserap dan diterima oleh masyarakat lokal. Contohnya adalah pengaruh bahasa Sanskerta dalam bahasa dan istilah agama di banyak wilayah Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Selain itu, seni dan arsitektur Hindu-Buddha juga mempengaruhi gaya seni dan arsitektur tradisional di wilayah tersebut.

Pada umumnya, pengaruh budaya Hindu-Buddha melalui jalur perdagangan dan jalur akulturasi berkontribusi pada penyebaran ajaran agama Hindu-Buddha, pengaruh seni, sastra, sistem kepercayaan, dan praktik keagamaan Hindu-Buddha di sebagian besar Asia Tenggara.


Ayunda M

03 September 2023 08:29

Jawaban terverifikasi

<p><strong>Proses Akulturasi Kebudayaan India</strong>, yaitu percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling mempengaruhi. Akan tetapi, bentuk dan unsur dari kebudayaan itu tidak hilang. Misalnya, dalam seni pertunjukan wayang, unsur budaya wayang dari Nusantara masih terjaga walaupun cerita yang dibawakan berasal dari India.</p><p><strong>Proses Asimilasi Kebudayaan India</strong>, yaitu pertemuan dua kebudayaan atau lebih yang melebur menjadi satu kebudayaan. Asimilasi kebudayaan India di Nusantara salah satunya dapat dilihat dari tulisan<br>dan bahasa pada beberapa prasasti yang ditemukan. Beberapa prasasti ditulis dengan menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Pengaruh Kehidupan Kerajaan Hindu-Buddha:</strong></p><p>1. Pengaruh Hindu Buddha dalam Sistem Pemerintahan</p><ul><li>Pengaruh Hindu Buddha dalam Sistem Pemerintahan, konsep kekuasaan dan politik dari para penguasa lokal Nusantara, yaitu model kesukuan dan hidup berkelompok kemudian berkembang menjadi konsep kerajaan. Para kepala suku di Nusantara mendatangkan para Brahmana dari India untuk melakukan upacara bagi para penguasa lokal di Nusantara.</li><li>Konsep Kerajaan dan Pewaris Tahta Raja, konsep Kerajaan yang berkembang di Nusantara melahirkan beberapa kerajaan bercorak Hindu dan Buddha di Nusantara. Konsep kerajaan melahirkan banyak permasalahan seperti suksesi pewaris tahta kerajaan. Konflik-konflik politik dalam sistem kerajaan dilatarbelakangi oleh upaya balas dendam, pewaris tahta kerajaan, atau upaya untuk mendapatkan wilayah kekuasaan.</li></ul><p>2. Pengaruh Hindu Buddha dalam Bidang Kesenian</p><ul><li>Akulturasi Seni Pertunjukan Wayang dengan Kebudayaan Hindu Buddha, seiring berkembangnya agama Hindu, kisah dalam pertunjukkan wayang, banyak diceritakan dengan kisah-kisah dari India, seperti Ramayana dan Mahabarata.</li><li>Seni Pertunjukan Gamelan, gamelan menjadi alat musik pelengkap dalam setiap pertunjukan seni, baik wayang atau tarian Jawa. Fungsi utama gamelan dalam Agama Hindu dan Buddha adalah untuk upacara keagamaan dan penetapan sima. Dalam sebuah relief Candi Borobudur terlihat beberapa peralatan gamelan seperti suling bambu, lonceng, kendhang dalam berbagai alat musik logam.</li></ul><p>3. Pengaruh Hindu Buddha dalam Arsitektur</p><ul><li>Arsitektur pada Candi, candi adalah sebuah bukti nyata teknologi masyarakat dari hasil akulturasi kebudayaan Hindu dan Buddha di Nusantara. Dalam pembuatan arca dan candi, seorang Silpin memiliki aturan yang tertulis pada Kitab Manasara Silpasastra.</li><li>Fungsi Candi, tempat ibadah, tempat menyimpan abu jenazah, bangunan yang didirikan sebagai persembahan untuk raja, bahkan petirtaan atau sumber air.</li><li>Letak Geografis Candi, dataran tinggi untuk mendekatkan diri kepada dewa, dan dekat dengan mata air karena air adalah sumber kehidupan.</li><li>Teknologi dan Bahan Candi, teknologi dalam mendirikan suatu bangunan candi menggunakan teknik tumpukan batu atau dinamakan lock stone (kunci batu). Batu andesit dan batu bata merah banyak digunakan dalam bahan pembuatan bangunan candi di Nusantara.</li></ul><p>4. Peninggalan Candi Hindu di Nusantara</p><p>Fungsi candi Hindu di Nusantara di tunjukan untuk keperluan ibadah, upacara ritual dan juga pemujaan terhadap dewa-dewa Hindu. Pada beberapa bagian candi Hindu diletakkan arca dewa trimurti yaitu Dewa Brahma sebagai pencipta, Dewa Wisnu sebagai pemelihara dan Dewa Siwa sebagai pelebur.</p><p>5. Peninggalan Candi Buddha di Nusantara</p><p>Pembangunan Candi Buddha di Nusantara berfungsi untuk pemuliaan Buddha atau sebagai tempat ibadah. Candi Buddha di Indonesia antara lain, candi Borobudur, candi Sewu, candi Kalasan, candi Sari, candi Plaosan, candi Banyunibo, candi Sumberawan, candi Jabung, kelompok candi Muaro Jambi, candi Muara Takus, dan candi Biaro Bahal.</p>

Proses Akulturasi Kebudayaan India, yaitu percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling mempengaruhi. Akan tetapi, bentuk dan unsur dari kebudayaan itu tidak hilang. Misalnya, dalam seni pertunjukan wayang, unsur budaya wayang dari Nusantara masih terjaga walaupun cerita yang dibawakan berasal dari India.

Proses Asimilasi Kebudayaan India, yaitu pertemuan dua kebudayaan atau lebih yang melebur menjadi satu kebudayaan. Asimilasi kebudayaan India di Nusantara salah satunya dapat dilihat dari tulisan
dan bahasa pada beberapa prasasti yang ditemukan. Beberapa prasasti ditulis dengan menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.

 

Pengaruh Kehidupan Kerajaan Hindu-Buddha:

1. Pengaruh Hindu Buddha dalam Sistem Pemerintahan

  • Pengaruh Hindu Buddha dalam Sistem Pemerintahan, konsep kekuasaan dan politik dari para penguasa lokal Nusantara, yaitu model kesukuan dan hidup berkelompok kemudian berkembang menjadi konsep kerajaan. Para kepala suku di Nusantara mendatangkan para Brahmana dari India untuk melakukan upacara bagi para penguasa lokal di Nusantara.
  • Konsep Kerajaan dan Pewaris Tahta Raja, konsep Kerajaan yang berkembang di Nusantara melahirkan beberapa kerajaan bercorak Hindu dan Buddha di Nusantara. Konsep kerajaan melahirkan banyak permasalahan seperti suksesi pewaris tahta kerajaan. Konflik-konflik politik dalam sistem kerajaan dilatarbelakangi oleh upaya balas dendam, pewaris tahta kerajaan, atau upaya untuk mendapatkan wilayah kekuasaan.

2. Pengaruh Hindu Buddha dalam Bidang Kesenian

  • Akulturasi Seni Pertunjukan Wayang dengan Kebudayaan Hindu Buddha, seiring berkembangnya agama Hindu, kisah dalam pertunjukkan wayang, banyak diceritakan dengan kisah-kisah dari India, seperti Ramayana dan Mahabarata.
  • Seni Pertunjukan Gamelan, gamelan menjadi alat musik pelengkap dalam setiap pertunjukan seni, baik wayang atau tarian Jawa. Fungsi utama gamelan dalam Agama Hindu dan Buddha adalah untuk upacara keagamaan dan penetapan sima. Dalam sebuah relief Candi Borobudur terlihat beberapa peralatan gamelan seperti suling bambu, lonceng, kendhang dalam berbagai alat musik logam.

3. Pengaruh Hindu Buddha dalam Arsitektur

  • Arsitektur pada Candi, candi adalah sebuah bukti nyata teknologi masyarakat dari hasil akulturasi kebudayaan Hindu dan Buddha di Nusantara. Dalam pembuatan arca dan candi, seorang Silpin memiliki aturan yang tertulis pada Kitab Manasara Silpasastra.
  • Fungsi Candi, tempat ibadah, tempat menyimpan abu jenazah, bangunan yang didirikan sebagai persembahan untuk raja, bahkan petirtaan atau sumber air.
  • Letak Geografis Candi, dataran tinggi untuk mendekatkan diri kepada dewa, dan dekat dengan mata air karena air adalah sumber kehidupan.
  • Teknologi dan Bahan Candi, teknologi dalam mendirikan suatu bangunan candi menggunakan teknik tumpukan batu atau dinamakan lock stone (kunci batu). Batu andesit dan batu bata merah banyak digunakan dalam bahan pembuatan bangunan candi di Nusantara.

4. Peninggalan Candi Hindu di Nusantara

Fungsi candi Hindu di Nusantara di tunjukan untuk keperluan ibadah, upacara ritual dan juga pemujaan terhadap dewa-dewa Hindu. Pada beberapa bagian candi Hindu diletakkan arca dewa trimurti yaitu Dewa Brahma sebagai pencipta, Dewa Wisnu sebagai pemelihara dan Dewa Siwa sebagai pelebur.

5. Peninggalan Candi Buddha di Nusantara

Pembangunan Candi Buddha di Nusantara berfungsi untuk pemuliaan Buddha atau sebagai tempat ibadah. Candi Buddha di Indonesia antara lain, candi Borobudur, candi Sewu, candi Kalasan, candi Sari, candi Plaosan, candi Banyunibo, candi Sumberawan, candi Jabung, kelompok candi Muaro Jambi, candi Muara Takus, dan candi Biaro Bahal.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

35

5.0

Jawaban terverifikasi