Himma A

25 September 2023 09:11

Himma A

25 September 2023 09:11

Pertanyaan

jelaskan secara lengkap perbedaan dari pemilu 955 dan pemilu pada masa reformasi

jelaskan secara lengkap perbedaan dari pemilu 955 dan pemilu pada masa reformasi

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

07

:

31

:

31

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Muh. S

25 September 2023 10:13

Jawaban terverifikasi

<p>Perbedaan pemilu tahun 1955 dengan pemilu masa reformasi adalah</p><p>&nbsp;</p><p>Pemilu pada masa 1955 adalah</p><p>&nbsp;</p><p>1.Pada pemilu orde lama hanya dilakukan satu kali pemilu sebagai pertama kali, yaitu pemilu 1955 untuk memilih anggota DPR dan anggotanya.</p><p>&nbsp;</p><p>2.Pemilu bersifat demokratis.</p><p>&nbsp;</p><p>3.Pemilu berjalan secara lancar, jujur, dan adil.</p><p>&nbsp;</p><p>4.Pemilu tidak dilaksanakan untuk memilih presiden, dimana presiden menjabat seumur hidup.</p><p>&nbsp;</p><p>5.Situasi politik masih belum stabil dan ada tekanan dari luar.</p><p>&nbsp;</p><p>Pemilu pada masa reformasi adalah</p><p>&nbsp;</p><p>1.Pada masa reformasi ada 48 partai politik.</p><p>&nbsp;</p><p>2.Pada masa reformasi dimenangkan oleh partai demokrat.</p><p>&nbsp;</p><p>3.Pemilu dilaksanakan untuk memilih pemilihan presiden dan wakil presiden, serta anggota legislatif dipilih secara langsung.</p><p>&nbsp;</p><p>4.Kekuatan politik berada ditangan tiap partai politik.</p><p>&nbsp;</p><p>5.Pengawasan dilakukan oleh pemerintah melalui Bawaslu yang terdiri dari panwaslu, LSM, dan rector.</p>

Perbedaan pemilu tahun 1955 dengan pemilu masa reformasi adalah

 

Pemilu pada masa 1955 adalah

 

1.Pada pemilu orde lama hanya dilakukan satu kali pemilu sebagai pertama kali, yaitu pemilu 1955 untuk memilih anggota DPR dan anggotanya.

 

2.Pemilu bersifat demokratis.

 

3.Pemilu berjalan secara lancar, jujur, dan adil.

 

4.Pemilu tidak dilaksanakan untuk memilih presiden, dimana presiden menjabat seumur hidup.

 

5.Situasi politik masih belum stabil dan ada tekanan dari luar.

 

Pemilu pada masa reformasi adalah

 

1.Pada masa reformasi ada 48 partai politik.

 

2.Pada masa reformasi dimenangkan oleh partai demokrat.

 

3.Pemilu dilaksanakan untuk memilih pemilihan presiden dan wakil presiden, serta anggota legislatif dipilih secara langsung.

 

4.Kekuatan politik berada ditangan tiap partai politik.

 

5.Pengawasan dilakukan oleh pemerintah melalui Bawaslu yang terdiri dari panwaslu, LSM, dan rector.


Vincent M

Community

25 September 2023 11:24

Jawaban terverifikasi

<p>Pemilu 1955 dan pemilu pada masa reformasi adalah dua peristiwa pemilihan umum yang terjadi di Indonesia dengan perbedaan konteks, pelaksanaan, dan hasil yang signifikan. Berikut adalah perbedaan-perbedaan utama antara keduanya:</p><p><strong>1. Konteks Pemilu:</strong></p><p><strong>Pemilu 1955:</strong> Pemilu ini terjadi dalam konteks pasca-kemerdekaan Indonesia, setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Pemilu ini merupakan pemilu pertama dalam sejarah Indonesia sebagai negara merdeka. Pemilu 1955 merupakan pemilu legislatif pertama Indonesia setelah kemerdekaan.</p><p><strong>Pemilu Masa Reformasi:</strong> Pemilu pada masa reformasi terjadi dalam konteks reformasi politik dan demokratisasi yang dimulai pada akhir tahun 1990-an. Reformasi ini dimulai setelah jatuhnya rezim otoriter Orde Baru pada tahun 1998. Pemilu masa reformasi adalah bagian dari upaya untuk mengembangkan sistem politik yang lebih terbuka dan demokratis.</p><p><strong>2. Sistem Politik:</strong></p><p><strong>Pemilu 1955:</strong> Pemilu ini diadakan dalam konteks negara yang baru merdeka dan belum memiliki pengalaman politik yang panjang. Sistem politiknya didasarkan pada demokrasi parlementer dengan pengaruh besar partai politik besar seperti PNI (Partai Nasional Indonesia) dan Masyumi.</p><p><strong>Pemilu Masa Reformasi:</strong> Pemilu pada masa reformasi menandai transisi dari otoritarianisme menuju demokrasi yang lebih baik. Sistem politiknya mengadopsi prinsip demokrasi multipartai dengan beragam partai politik yang berkompetisi.</p><p><strong>3. Partisipasi dan Kebebasan Politik:</strong></p><p><strong>Pemilu 1955:</strong> Pemilu ini memiliki tingkat partisipasi yang tinggi karena ini adalah pemilu pertama pasca-kemerdekaan. Namun, pemilu ini juga melibatkan beberapa kendala seperti terbatasnya kebebasan politik dan campur tangan militer dalam politik.</p><p><strong>Pemilu Masa Reformasi:</strong> Pemilu pada masa reformasi menandai peningkatan signifikan dalam kebebasan politik dan partisipasi publik. Media lebih bebas, dan terdapat peraturan yang mendukung proses pemilihan yang lebih adil dan terbuka.</p><p><strong>4. Peran Militer:</strong></p><p><strong>Pemilu 1955:</strong> Pemilu ini melibatkan campur tangan militer dalam politik. Meskipun Indonesia telah merdeka, militer memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan dan pemilu.</p><p><strong>Pemilu Masa Reformasi:</strong> Pemilu pada masa reformasi menandai penurunan pengaruh militer dalam politik Indonesia. Reformasi politik berusaha untuk mengurangi campur tangan militer dalam urusan politik dan menjadikan militer lebih independen.</p><p><strong>5. Hasil Pemilu:</strong></p><p><strong>Pemilu 1955:</strong> Pemilu ini menghasilkan kemenangan bagi partai-partai seperti PNI dan Masyumi. Namun, ketegangan politik dan konflik antarpartai juga muncul pasca-pemilu.</p><p><strong>Pemilu Masa Reformasi:</strong> Pemilu-pemilu masa reformasi menghasilkan berbagai pemenang yang berbeda dalam setiap pemilihan. Proses pemilihan umum menjadi lebih terbuka dan kompetitif.</p><p>Pemilu 1955 dan pemilu pada masa reformasi adalah momen penting dalam sejarah politik Indonesia yang mencerminkan perubahan besar dalam sistem politik, partisipasi publik, dan pengaruh militer. Reformasi politik yang dimulai pada akhir tahun 1990-an membawa Indonesia ke arah yang lebih demokratis dan terbuka, dengan pemilu-pemilu yang lebih terbuka dan kompetitif.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Pemilu 1955 dan pemilu pada masa reformasi adalah dua peristiwa pemilihan umum yang terjadi di Indonesia dengan perbedaan konteks, pelaksanaan, dan hasil yang signifikan. Berikut adalah perbedaan-perbedaan utama antara keduanya:

1. Konteks Pemilu:

Pemilu 1955: Pemilu ini terjadi dalam konteks pasca-kemerdekaan Indonesia, setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Pemilu ini merupakan pemilu pertama dalam sejarah Indonesia sebagai negara merdeka. Pemilu 1955 merupakan pemilu legislatif pertama Indonesia setelah kemerdekaan.

Pemilu Masa Reformasi: Pemilu pada masa reformasi terjadi dalam konteks reformasi politik dan demokratisasi yang dimulai pada akhir tahun 1990-an. Reformasi ini dimulai setelah jatuhnya rezim otoriter Orde Baru pada tahun 1998. Pemilu masa reformasi adalah bagian dari upaya untuk mengembangkan sistem politik yang lebih terbuka dan demokratis.

2. Sistem Politik:

Pemilu 1955: Pemilu ini diadakan dalam konteks negara yang baru merdeka dan belum memiliki pengalaman politik yang panjang. Sistem politiknya didasarkan pada demokrasi parlementer dengan pengaruh besar partai politik besar seperti PNI (Partai Nasional Indonesia) dan Masyumi.

Pemilu Masa Reformasi: Pemilu pada masa reformasi menandai transisi dari otoritarianisme menuju demokrasi yang lebih baik. Sistem politiknya mengadopsi prinsip demokrasi multipartai dengan beragam partai politik yang berkompetisi.

3. Partisipasi dan Kebebasan Politik:

Pemilu 1955: Pemilu ini memiliki tingkat partisipasi yang tinggi karena ini adalah pemilu pertama pasca-kemerdekaan. Namun, pemilu ini juga melibatkan beberapa kendala seperti terbatasnya kebebasan politik dan campur tangan militer dalam politik.

Pemilu Masa Reformasi: Pemilu pada masa reformasi menandai peningkatan signifikan dalam kebebasan politik dan partisipasi publik. Media lebih bebas, dan terdapat peraturan yang mendukung proses pemilihan yang lebih adil dan terbuka.

4. Peran Militer:

Pemilu 1955: Pemilu ini melibatkan campur tangan militer dalam politik. Meskipun Indonesia telah merdeka, militer memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan dan pemilu.

Pemilu Masa Reformasi: Pemilu pada masa reformasi menandai penurunan pengaruh militer dalam politik Indonesia. Reformasi politik berusaha untuk mengurangi campur tangan militer dalam urusan politik dan menjadikan militer lebih independen.

5. Hasil Pemilu:

Pemilu 1955: Pemilu ini menghasilkan kemenangan bagi partai-partai seperti PNI dan Masyumi. Namun, ketegangan politik dan konflik antarpartai juga muncul pasca-pemilu.

Pemilu Masa Reformasi: Pemilu-pemilu masa reformasi menghasilkan berbagai pemenang yang berbeda dalam setiap pemilihan. Proses pemilihan umum menjadi lebih terbuka dan kompetitif.

Pemilu 1955 dan pemilu pada masa reformasi adalah momen penting dalam sejarah politik Indonesia yang mencerminkan perubahan besar dalam sistem politik, partisipasi publik, dan pengaruh militer. Reformasi politik yang dimulai pada akhir tahun 1990-an membawa Indonesia ke arah yang lebih demokratis dan terbuka, dengan pemilu-pemilu yang lebih terbuka dan kompetitif.

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

38

5.0

Jawaban terverifikasi