Rafael M

30 April 2024 09:28

Rafael M

30 April 2024 09:28

Pertanyaan

Kebijakan luar negeri pada masa pemerintahan presiden Soeharto melaksanakan asas good neighbour policy. Uraikan implementasi kebijakan tersebut dalam rangka berkontribusi pada perdamaian dunia!

Kebijakan luar negeri pada masa pemerintahan presiden Soeharto melaksanakan asas good neighbour policy. 

 

Uraikan implementasi kebijakan tersebut dalam rangka berkontribusi pada perdamaian dunia!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

19

:

10

:

19

Klaim

1

3

Jawaban terverifikasi

Nanda R

Community

30 April 2024 13:52

Jawaban terverifikasi

<p>Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, implementasi asas Good Neighbour Policy bertujuan untuk membangun hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan dengan negara-negara tetangga dan mitra internasional lainnya. Berikut adalah beberapa implementasi kebijakan tersebut dalam konteks berkontribusi pada perdamaian dunia:</p><p><strong>Penguatan Hubungan Bilateral:</strong> Soeharto mendorong diplomasi yang proaktif dengan negara-negara tetangga dan mitra internasional untuk memperkuat hubungan bilateral. Dengan membangun kerja sama yang baik, terutama dalam hal perdagangan, investasi, dan pembangunan ekonomi bersama, hal ini dapat membantu mengurangi potensi konflik dan memperkuat perdamaian regional.</p><p><strong>Penyelesaian Konflik Secara Diplomatik:</strong> Indonesia berkomitmen untuk menyelesaikan konflik-konflik regional melalui diplomasi dan dialog. Dengan mengadopsi pendekatan diplomatis yang konstruktif, Indonesia berusaha untuk memfasilitasi dialog antara negara-negara yang terlibat dalam konflik dan membantu mencari solusi yang berkelanjutan.</p><p><strong>Peran Mediator:</strong> Sebagai negara besar di kawasan Asia Tenggara, Indonesia memiliki kesempatan untuk berperan sebagai mediator dalam penyelesaian konflik regional. Soeharto menggunakan kedudukan Indonesia sebagai negara yang netral dan dihormati untuk memfasilitasi dialog antara negara-negara yang terlibat dalam konflik, seperti dalam konflik di Kamboja dan Timor Timur.</p><p><strong>Kerja Sama dalam Organisasi Internasional:</strong> Indonesia aktif berpartisipasi dalam organisasi internasional, seperti PBB dan ASEAN, untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas dunia. Indonesia berusaha untuk memperjuangkan kepentingan perdamaian global melalui diplomasi multilateral dan kerja sama dengan negara-negara lain dalam forum internasional.</p>

Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, implementasi asas Good Neighbour Policy bertujuan untuk membangun hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan dengan negara-negara tetangga dan mitra internasional lainnya. Berikut adalah beberapa implementasi kebijakan tersebut dalam konteks berkontribusi pada perdamaian dunia:

Penguatan Hubungan Bilateral: Soeharto mendorong diplomasi yang proaktif dengan negara-negara tetangga dan mitra internasional untuk memperkuat hubungan bilateral. Dengan membangun kerja sama yang baik, terutama dalam hal perdagangan, investasi, dan pembangunan ekonomi bersama, hal ini dapat membantu mengurangi potensi konflik dan memperkuat perdamaian regional.

Penyelesaian Konflik Secara Diplomatik: Indonesia berkomitmen untuk menyelesaikan konflik-konflik regional melalui diplomasi dan dialog. Dengan mengadopsi pendekatan diplomatis yang konstruktif, Indonesia berusaha untuk memfasilitasi dialog antara negara-negara yang terlibat dalam konflik dan membantu mencari solusi yang berkelanjutan.

Peran Mediator: Sebagai negara besar di kawasan Asia Tenggara, Indonesia memiliki kesempatan untuk berperan sebagai mediator dalam penyelesaian konflik regional. Soeharto menggunakan kedudukan Indonesia sebagai negara yang netral dan dihormati untuk memfasilitasi dialog antara negara-negara yang terlibat dalam konflik, seperti dalam konflik di Kamboja dan Timor Timur.

Kerja Sama dalam Organisasi Internasional: Indonesia aktif berpartisipasi dalam organisasi internasional, seperti PBB dan ASEAN, untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas dunia. Indonesia berusaha untuk memperjuangkan kepentingan perdamaian global melalui diplomasi multilateral dan kerja sama dengan negara-negara lain dalam forum internasional.


Salsabila M

Community

30 April 2024 14:47

Jawaban terverifikasi

Kebijakan luar negeri Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Soeharto yang melaksanakan asas Good Neighbor Policy memiliki beberapa implementasi yang berkontribusi pada perdamaian dunia, antara lain: Penguatan Hubungan dengan Negara Tetangga: Implementasi kebijakan ini memperkuat hubungan baik dengan negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Australia, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Melalui diplomasi bilateral yang kuat, Indonesia bertujuan untuk membangun kerjasama yang harmonis dan menghindari konflik yang dapat merusak stabilitas regional. Penyelesaian Konflik Perbatasan: Indonesia berupaya menyelesaikan konflik perbatasan dengan negara tetangga secara damai dan diplomatis. Contohnya adalah penyelesaian sengketa perbatasan dengan Malaysia melalui kesepakatan perdamaian dan penyelesaian sengketa perbatasan dengan Timor Timur melalui perjanjian yang disponsori oleh PBB. Partisipasi dalam Organisasi Internasional: Indonesia aktif berpartisipasi dalam organisasi internasional, seperti PBB, ASEAN, dan Gerakan Non-Blok, untuk mempromosikan perdamaian dan kerjasama internasional. Melalui partisipasi ini, Indonesia mendukung resolusi perdamaian dan menekankan pentingnya dialog dan diplomasi dalam penyelesaian konflik internasional.


B. Hindarto

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

01 Mei 2024 03:38

Jawaban terverifikasi

Jawabannya adalah kebijakan politik luar negeri Indonesia pada masa Orde Baru adalah mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia, memutus hubungan dengan Republik Rakyat China, ikut serta membentuk ASEAN, menginvasi Timor Timur, kembali menjadi Anggota PPB, dan membantu memediasi berakhirnya konflik di Kamboja. Simak penjelasannya yuk, Pemerintah Orde Baru secara resmi masih menggunakan politik bebas-aktif sebagai dasar untuk menjalankan politik luar negeri Indonesia. Penerapan politik luar negeri bebas-aktif pada masa Soeharto sangat bertolak belakang dengan politik bebas-aktif masa Soekarno yang bersifat revolusioner dan konfrontatif. Politik tersebut berorientasi pada pembangunan dan kesejahteraan rakyat melalui kerja sama dengan negara lain. Kerja sama yang dilakukan ditujukan untuk mendapatkan pinjaman modal dan penangguhan hutang luar negeri demi membantu pemulihan krisis ekonomi Indonesia. Adapun kebijakan politik luar negeri yang di lakukan pada masa orde baru adalah: 1. Mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia. Presiden Sukarno meluncurkan Konfrontasi untuk menolak pembentukan Malaysia oleh Inggris. Setelah Suharto mengambil alih kekuasaan dengan Supersemar, dia mengakhiri konfrontasi dengan konferensi antara Malaysia dan Indonesia di Bangkok pada 28 Mei 1966. 2. Memutus hubungan dengan Republik Rakyat China. Setelah peristiwa 30 September 1965, pemerintah dibawah Suharto menuduh RRC mendanai dan mendukung para pelaku dan PKI. Karena itu hubungan diplomatis dengan China diputus pada Oktober 1967. Hubungan ini baru disambung kembali pada tahun 1990. 3. Ikut serta membentuk ASEAN. Bersama dengan negara-negara tetangga Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina, Indonesia menandatangi Deklarasi Bangkok pada 8 Agustus 1967 untuk meningkatkan kerjasama di Asia Tenggara dan melawan ancaman komunisme. 4. Menginvasi Timor Timur. Pada tahun 1974, Timor Portugis mengalami perang saudara yang berakhir dengan kemenangan Fretilin yang berhaluan kiri. Untuk menghindari kemungkinan berkembangnya komunisme di Timor Timur, Indonesia menginvasi negara itu pada tahun 1975 dengan Operasi Seroja.Kembali menjadi Anggota PPB. 5. Indonesia sempat keluar dari PPB pada tahun1965, dibawah pimpinan Sukarno yang membentuk organisasi tandingan, CONEFO. Namun setelah digantikannya Sukarno dengan Suharto, Indonesia kembali meminta untuk bergabung dengan PBB pada 19 September 1966, dan diterima kembali oleh Dewan Umum PBB pada 28 September 1966. 6. Membantu memediasi berakhirnya konflik di Kamboja. Untuk membantu menghentikan perang saudara di Kamboja, Indonesia menjadi tuan rumah serangkaian pertemuan yang disebut Jakarta Informal Meetings pada tahun 1988 dan 1989.    Dengan demikian kebijakan politik luar negeri Indonesia pada masa Orde Baru adalah mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia, memutus hubungan dengan Republik Rakyat China, ikut serta membentuk ASEAN, menginvasi Timor Timur, kembali menjadi Anggota PPB, dan membantu memediasi berakhirnya konflik di Kamboja.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Sumber lisan merupakan keterangan langsung dari orang-orang yang mengalami p sejarah. Selain diperoleh dari orang-orang yang mengalami persitiwa secara la sumber lisan juga dapat diperoleh dari orang-orang yang mengetahui suatu peristiw secara rinci. Dengan kata lain sumber sejarah lisan dapat digunakan untuk sumba dan sekunder. Bagaimana cara mendapatkan sumber sejarah secara lisan denga tepat? Sumber sejarah merupakan segala sesuatu yang mengandung informasi tenta peristiwa sejarah. Informasi yang dijadikan sumber sejarah harus berasal dari aktivi pada masa lampau. Sumber sejarah berfungsi sebagai sarana penyampaian inform ristiwa sejarah di masa lampau. Bagaimana cara membuktikan keaslian suatu sumber sejarah? Sumber sejarah berdasarkan bentuknya dibagi menjadi tiga, yaitu sumber tertulis, sumber lisan, dan sumber benda. Sumber tertulis merupakan sumber sejarah yang memberikan informasi melalui tulisan. Sumber lisan merupakan sumber sejarah yang disampaikan secara lisan oleh orang yang menyaksikan, mendengar, atau mengalami langsung suatu peristiwa sejarah. Sumber benda merupakan sumber sejarah yang diperoleh dari benda-benda peninggalan sejarah. Mengapa sumber sejarah sangat penting dalam sejarah? Sumber sejarah lisan sangat bermanfaat agar sejarah dapat terus diingat oleh masyarakat sebagai bagian dari identitas dari sebuah negara. Sumber sejarah lisan dapat berupa keterangan langsung dari pelaku, tradisi lisan yang berkembang di masyarakat, dan topomini. Mengapa sumber lisan memiliki keterbatasan dibandingkan sumber tertulis? Kritik sumber sering juga disebut proses verifikasi. Sering dilakukan peneliti untuk menguji keabsahan serta keaslian suatu dokumen atau sumber sejarah. Kritik sumber merupakan salah satu tahapan dalam penelitian sejarah. Apa yang dimaksud kritik sumber?

3

0.0

Jawaban terverifikasi

1.Pancasila adalah fondasi sekaligus pedoman dalam penyelenggaraan negara Indonesia. Dengan demikian Pancasila berfungsi sebagai.... a. dasar negara b. idelogi negara c. pandangan hidup bangsa d. cita-cita nasional 2.Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dibentuk oleh pemerintah pendudukan Jepang pada tanggal 1 Maret 1945 bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito. Wakil ketua BPUPKI ketika itu dijabat oleh .... a. Ir. Soekarno dan Mr. Soepomo b. K.R.T Radjiman Wediodiningrat c. Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta d. Ichibangase Yosio dan Radern Pandji Soeroso 3.Ir. Soekarno mengemukakan gagasannya tentang dasar negara pada tanggal .... a. 4 Juni 1945 b. 3 Juni 1945 c. 2 Juni 1945 d. 1 Juni 1945 4."Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik". Pernyataan tersebut tercantum di dalam UUD 1945 .... a. Pasal 1 Ayat 1 b. Pasal 1 Ayat 2 c. Pasal 1 Ayat 3 d. Pasal 18 5.Pemilu pada 15 Desember 1955 dilaksanakan untuk memilih anggota.... a.MPRS b.KNIP c.DPR d.konstitusi 6.Pemilihan umum (pemilu) merupakan proses memilih orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu mulai dari presiden, wakil rakyat dari tingkat pusat sampai daerah. Di Indonesia pemilu dilaksanakan tiap .... a. 3 tahun sekali b. 4 tahun sekali c. 5 tahun sekali d. 6 tahun sekali 7.Pemilu merupakan salah satu syarat terbentuknya pemerintahan yang .... a. bersih b. terbuka c. transparan d. demokratis 8.Perhatikan pernyataan di bawah ini ! (1) Memperlakukan peserta pemilu secara adil dan setara (2) Menyuarakan pemilu (3) Menyampaikan informasi kegiatan pemilu kepada masyarakat (4) Melaporkan penyelenggaraan pemilu Pernyataan-pernyataan di atas merupakan tugas .... a. KPU b. rakyat c. presiden d. PPS 9.Pemilu tahun 2004 dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama pemilu tersebut adalah untuk memilih .... a. anggota DPR dan DPRD b. anggota KPU c. persaingan calon presiden dan wakil presiden d. partai politik 10.Indonesia merupakan negara demokrasi yang menerapkan teori trias politika, yaitu eksekutif legislatif, dan yudikatif. Pemegang kekuasaan legislatif pada tingkat pemerintah desa ialah .... a. BPD b. kepala desa c. Sekretaris desa d. perangkat desa 11.Munurut UUD 1945, BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri. Anggota BPK dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan Memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah, dan diresmikan oleh .... a. presiden b. DPR c. MPR d. MK 12.Perhatikan pernyataan berikut ini ! (1) Perlindungan konstitusional (2) Kebebasan menyatakan pendapat (3) Kebebasan untuk berserikat (4) Jaminan hak asasi manusia (5) Badan peradilan dikendalikan pemerintah Prinsip-prinsip demokrasi ditunjukkan oleh nomor .... a. (1), (2), (3), (4), dan (5) b. (1), (2), (3), dan (4) c. (1), (2), dan (3) d. (1), dan (2) 13.Tiap negara memiliki sistem untuk menjalankan kehidupan pemerintahannya. Sistem tersebut adalah sistem pemerintahan. Ada beberapa macam sistem pemerintahan si dunia ini. Saat ini, Indonesia menganut sistem pemerintahan .... a. sosialisasi b. komunis c. Presidensial d. parlementer 14.Dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan, khusus nya pemerintahan daerah, sangat berhubungan erat dengan beberapa asas dalam pemerintahan suatu negara. Asas-asas yang dimaksud adalah .... a. desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan b. desentralisasi, konsentrasi, dan tugas pembantuan c. desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas utama d. desentralisasi, dekonsentrasi, dan sentralisasi 15.Bacalah pernyataan-pernyataan berikut ini ! (1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia (2) Memajukan kesejahteraan umum (3) Mencerdaskan kehidupan bangsa (4) Menciptakan masyarakat yang jujur dan adil (5) Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tujuan nasional bangsa Indonesia tercantum pada nomor .... a. (1), (2), (3), (4), dan (5) b. (1), (2), (3), dan (4) c. (1), (2), (3), dan (5) d. (1), (2), dan (3) 16.Anggota komisi Yudisial di angkat diberhentikan oleh .... a. presiden dan para menteri b. presiden dengan persetujuan DPR RI c. DPR RI dan MPR d. Mahkamah Agung 17.Lembaga tinggi negeri ini menurut UUD 45 sebelum diamandemen memiliki fungsi memberi masukan atau pertimbangan kepada presiden. Lembaga tinggi negara ini juga berkewajiban memberi jawaban atas pertanyaan presiden dan berhak mengajukan usul kepada pemerintah. Namun sekarang, lembaga tinggi negara ini sudah dihapuskan. Lembaga yang dimaksudkan adalah .... a. Dewan Pertimbangan Daerah b. Dewan Pertimbangan Agung c. Mahkamah Konstitusi d. Mahkamah Agung 18.Memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan kabupaten dan atau kota bagi kepala daerah atau provinsi. Pernyataan ini merupakan tugas dan wewenang .... a. presiden b. kepala daerah c. wakil presiden d. wakil kepala daerah 19.Fungsi anggaran yang dijalankan oleh DPR ditunjukkan oleh .... a. Kekuasaan dalam membentuk UU b. mengesahkan rancangan APBN yang telah diajukan oleh presiden c. mengawasi jalannya pemerintahan d. menindak pelaku kejahatan 20.Basis daerah pemilihan anggota DPD adalah provinsi. Tiap provinsi diwakili oleh perwakilan DPD, yang terdiri dari .... a. 2 anggota b. 3 anggota c. 5 anggota d. 4 anggota

5

5.0

Jawaban terverifikasi