Hajra H

30 Januari 2023 10:40

Hajra H

30 Januari 2023 10:40

Pertanyaan

Kekurangan dari hubungan internasional di bidang sosial budaya

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

08

:

44

:

15

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Maulidya F

30 Januari 2023 12:16

Jawaban terverifikasi

1. Tergerusnya budaya asli suatu negara oleh gaya hidup modern negara lain 2. Munculnya beragam tren sosial yang merusak jati diri bangsa 3. Perkembangan golongan masyarakat yang memicu terjadinya diskriminasi. 4. Banyak rakyat yang meniru gaya hidup individualisme. 5. Maraknya gaya hidup hedonism, atau gaya hidup mewah untuk mendapatkan validasi (pengakuan) dari orang lain.


Salsabila M

Community

23 Juni 2024 06:00

Jawaban terverifikasi

<p>Hubungan internasional di bidang sosial budaya memiliki banyak manfaat, seperti pertukaran budaya, peningkatan pemahaman antarbangsa, dan kerjasama global. Namun, terdapat beberapa kekurangan yang dapat muncul dari interaksi tersebut. Berikut adalah beberapa kekurangan utama:</p><p>1. <strong>Dominasi Budaya</strong></p><ul><li><strong>Kekurangan</strong>: Budaya yang lebih dominan (biasanya dari negara-negara Barat) seringkali menguasai dan mempengaruhi budaya lokal, yang dapat menyebabkan erosi atau hilangnya identitas budaya asli.</li><li><strong>Contoh</strong>: Westernisasi di banyak negara berkembang, di mana nilai-nilai dan gaya hidup Barat menjadi lebih dominan, mengesampingkan tradisi dan praktik lokal.</li></ul><p>2. <strong>Globalisasi Negatif</strong></p><ul><li><strong>Kekurangan</strong>: Globalisasi dapat menyebabkan homogenisasi budaya, di mana perbedaan budaya menjadi berkurang dan budaya unik lokal kehilangan kekhasannya.</li><li><strong>Contoh</strong>: Produk budaya global seperti film Hollywood atau makanan cepat saji internasional menggantikan seni, kuliner, dan hiburan lokal.</li></ul><p>3. <strong>Eksploitasi Budaya</strong></p><ul><li><strong>Kekurangan</strong>: Budaya lokal dapat dieksploitasi secara komersial tanpa manfaat yang adil bagi komunitas asli.</li><li><strong>Contoh</strong>: Penggunaan motif atau seni tradisional dalam fashion atau produk komersial tanpa memberikan kredit atau kompensasi kepada masyarakat yang menciptakannya.</li></ul><p>4. <strong>Ketimpangan Akses</strong></p><ul><li><strong>Kekurangan</strong>: Tidak semua negara memiliki akses yang sama ke platform internasional untuk mempromosikan budaya mereka, menyebabkan ketidakadilan dalam representasi dan kesempatan.</li><li><strong>Contoh</strong>: Negara-negara berkembang mungkin memiliki lebih sedikit kesempatan untuk mempromosikan budaya mereka di forum internasional dibandingkan negara maju.</li></ul><p>5. <strong>Kesalahpahaman dan Stereotip</strong></p><ul><li><strong>Kekurangan</strong>: Pertukaran budaya yang tidak dipahami dengan benar dapat menimbulkan kesalahpahaman dan stereotip negatif.</li><li><strong>Contoh</strong>: Budaya atau praktik tertentu mungkin disalahpahami atau dipandang rendah oleh orang-orang dari budaya lain, menyebabkan prasangka dan diskriminasi.</li></ul><p>6. <strong>Ketegangan Sosial</strong></p><ul><li><strong>Kekurangan</strong>: Perbedaan budaya dan nilai-nilai dapat menyebabkan ketegangan sosial dan konflik di dalam masyarakat multikultural.</li><li><strong>Contoh</strong>: Migrasi besar-besaran dapat menyebabkan benturan budaya antara penduduk asli dan pendatang, yang bisa memicu ketegangan dan konflik sosial.</li></ul><p>7. <strong>Kehilangan Bahasa Lokal</strong></p><ul><li><strong>Kekurangan</strong>: Bahasa-bahasa lokal dapat terancam punah akibat dominasi bahasa global seperti bahasa Inggris.</li><li><strong>Contoh</strong>: Generasi muda di beberapa komunitas lebih memilih menggunakan bahasa global untuk berkomunikasi, sehingga bahasa ibu mereka perlahan-lahan dilupakan.</li></ul><p>8. <strong>Komersialisasi Budaya</strong></p><ul><li><strong>Kekurangan</strong>: Nilai-nilai budaya bisa menjadi komoditas, menghilangkan makna asli dan mereduksi nilai-nilai sakral atau tradisional menjadi produk yang dapat dijual.</li><li><strong>Contoh</strong>: Festival tradisional yang awalnya memiliki makna spiritual atau komunitas yang dalam berubah menjadi atraksi turis yang berorientasi pada keuntungan.</li></ul><p>9. <strong>Erosi Nilai Tradisional</strong></p><ul><li><strong>Kekurangan</strong>: Penerimaan nilai-nilai baru dari budaya lain dapat mengikis nilai-nilai tradisional yang sudah ada, mengubah struktur sosial dan norma dalam masyarakat.</li><li><strong>Contoh</strong>: Perubahan dalam peran gender dan struktur keluarga di beberapa budaya yang dipengaruhi oleh norma-norma Barat.</li></ul><p>10. <strong>Ketergantungan Budaya</strong></p><ul><li><strong>Kekurangan</strong>: Beberapa negara dapat menjadi terlalu bergantung pada produk budaya dari luar, menghambat perkembangan dan inovasi budaya lokal.</li><li><strong>Contoh</strong>: Ketergantungan pada industri hiburan asing (film, musik, dll.) sehingga industri lokal kesulitan untuk berkembang.</li></ul>

Hubungan internasional di bidang sosial budaya memiliki banyak manfaat, seperti pertukaran budaya, peningkatan pemahaman antarbangsa, dan kerjasama global. Namun, terdapat beberapa kekurangan yang dapat muncul dari interaksi tersebut. Berikut adalah beberapa kekurangan utama:

1. Dominasi Budaya

  • Kekurangan: Budaya yang lebih dominan (biasanya dari negara-negara Barat) seringkali menguasai dan mempengaruhi budaya lokal, yang dapat menyebabkan erosi atau hilangnya identitas budaya asli.
  • Contoh: Westernisasi di banyak negara berkembang, di mana nilai-nilai dan gaya hidup Barat menjadi lebih dominan, mengesampingkan tradisi dan praktik lokal.

2. Globalisasi Negatif

  • Kekurangan: Globalisasi dapat menyebabkan homogenisasi budaya, di mana perbedaan budaya menjadi berkurang dan budaya unik lokal kehilangan kekhasannya.
  • Contoh: Produk budaya global seperti film Hollywood atau makanan cepat saji internasional menggantikan seni, kuliner, dan hiburan lokal.

3. Eksploitasi Budaya

  • Kekurangan: Budaya lokal dapat dieksploitasi secara komersial tanpa manfaat yang adil bagi komunitas asli.
  • Contoh: Penggunaan motif atau seni tradisional dalam fashion atau produk komersial tanpa memberikan kredit atau kompensasi kepada masyarakat yang menciptakannya.

4. Ketimpangan Akses

  • Kekurangan: Tidak semua negara memiliki akses yang sama ke platform internasional untuk mempromosikan budaya mereka, menyebabkan ketidakadilan dalam representasi dan kesempatan.
  • Contoh: Negara-negara berkembang mungkin memiliki lebih sedikit kesempatan untuk mempromosikan budaya mereka di forum internasional dibandingkan negara maju.

5. Kesalahpahaman dan Stereotip

  • Kekurangan: Pertukaran budaya yang tidak dipahami dengan benar dapat menimbulkan kesalahpahaman dan stereotip negatif.
  • Contoh: Budaya atau praktik tertentu mungkin disalahpahami atau dipandang rendah oleh orang-orang dari budaya lain, menyebabkan prasangka dan diskriminasi.

6. Ketegangan Sosial

  • Kekurangan: Perbedaan budaya dan nilai-nilai dapat menyebabkan ketegangan sosial dan konflik di dalam masyarakat multikultural.
  • Contoh: Migrasi besar-besaran dapat menyebabkan benturan budaya antara penduduk asli dan pendatang, yang bisa memicu ketegangan dan konflik sosial.

7. Kehilangan Bahasa Lokal

  • Kekurangan: Bahasa-bahasa lokal dapat terancam punah akibat dominasi bahasa global seperti bahasa Inggris.
  • Contoh: Generasi muda di beberapa komunitas lebih memilih menggunakan bahasa global untuk berkomunikasi, sehingga bahasa ibu mereka perlahan-lahan dilupakan.

8. Komersialisasi Budaya

  • Kekurangan: Nilai-nilai budaya bisa menjadi komoditas, menghilangkan makna asli dan mereduksi nilai-nilai sakral atau tradisional menjadi produk yang dapat dijual.
  • Contoh: Festival tradisional yang awalnya memiliki makna spiritual atau komunitas yang dalam berubah menjadi atraksi turis yang berorientasi pada keuntungan.

9. Erosi Nilai Tradisional

  • Kekurangan: Penerimaan nilai-nilai baru dari budaya lain dapat mengikis nilai-nilai tradisional yang sudah ada, mengubah struktur sosial dan norma dalam masyarakat.
  • Contoh: Perubahan dalam peran gender dan struktur keluarga di beberapa budaya yang dipengaruhi oleh norma-norma Barat.

10. Ketergantungan Budaya

  • Kekurangan: Beberapa negara dapat menjadi terlalu bergantung pada produk budaya dari luar, menghambat perkembangan dan inovasi budaya lokal.
  • Contoh: Ketergantungan pada industri hiburan asing (film, musik, dll.) sehingga industri lokal kesulitan untuk berkembang.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Upaya yang dapat dilakukan pelajar dalam rangka mendukung upaya bela negara adalah…

48

3.7

Jawaban terverifikasi

1.Bagaimana hubungan antar Perundang - undangan sesuai dg herarkis tata urutan ? 2. Simaklah beberapa peraturan perundangan apakah peraturan tersebut SBG terjemahan atas peraturan perundangan atau tumpang tindih ? ( UU no 12 Tahun 2011, UU no 23Tahun 2014, UU No 25 Tahun 2004 ) 3 . Tuliskan peraturan perundangan yg di undangkan atas perintah TAP MPR NO I / MPR/ 2003 4.sebutkan produk UU atas perintah UUD NRI Tahun 1945 ( pasal18, pasal 22, pasal 23, Pasal 26 , Pasal 27,pasal ,pasal 28, pasal 29, pasal 30 ,pasal 31 dan pasal 33 )

28

2.2

Lihat jawaban (3)