Kim D

Ditanya sehari yang lalu

Kim D

Ditanya sehari yang lalu

Pertanyaan

kutipan: “Langit menangis malam ini, meneteskan air mata rindu untuk bumi.” pertanyaan: Makna kiasan dari larik tersebut adalah … a. hujan turun di malam hari karena perubahan cuaca b. langit seolah bersedih karena kehilangan sesuatu c. alam menggambarkan kesedihan manusia melalui hujan d. penyair ingin menunjukkan keindahan malam yang mendung bantu jawab dongg guyss bingung b/c 🥰

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

11

:

31

:

13

Klaim

0

2


Andhika D

Dijawab sehari yang lalu

<p>Kamu perlu tahu dulu nih, apa definisi dari kiasan, jadi kiasan itu adalah <strong>kalimat yang artinya bukan sebenarnya</strong> (bukan harfiah). Kata atau kalimat digunakan untuk menyatakan sesuatu secara tidak langsung dengan perbandingan, pengandaian, atau ungkapan perasaan.</p><p>Jadi dari soalnya kita tahu bahwa kalimatnya memakai majas personifikasi (pengandaian), maka untuk <strong>jawaban yang tepat adalah b</strong></p><p>Opsi c kurang tepat karena bukan gambaran kesedihan manusia lewat hujan.</p>

Kamu perlu tahu dulu nih, apa definisi dari kiasan, jadi kiasan itu adalah kalimat yang artinya bukan sebenarnya (bukan harfiah). Kata atau kalimat digunakan untuk menyatakan sesuatu secara tidak langsung dengan perbandingan, pengandaian, atau ungkapan perasaan.

Jadi dari soalnya kita tahu bahwa kalimatnya memakai majas personifikasi (pengandaian), maka untuk jawaban yang tepat adalah b

Opsi c kurang tepat karena bukan gambaran kesedihan manusia lewat hujan.


Kim D

Dijawab 8 jam yang lalu

ty kaaa 🫰🏻

Tissa A

Dijawab 8 jam yang lalu

<p>Jawaban yang tepat yaitu&nbsp;</p><p><strong>B. Langit seolah bersedih karena kehilangan sesuatu</strong></p><p>Larik "Langit menangis malam ini, meneteskan air mata rindu untuk bumi" menggunakan majas personifikasi, yaitu memberikan sifat manusia (menangis, rindu) kepada benda mati (langit).</p><p><strong>Mengapa B bukan C</strong>, karena pada opsi B memiliki makna kiasan yang fokus pada pengibaratan benda seolah memiliki perasaan. Kata "menangis" dan "rindu" secara langsung merujuk pada penggambaran emosi kesedihan atau perasaan mendalam yang dialami oleh si subjek (langit) dalam konteks kiasan. Pada opsi C lebih merujuk pada keterkaitan antara alam dan manusia secara umum (patetik falasi), sementara pertanyaan meminta makna kiasan dari larik tersebut secara spesifik, di mana fokusnya adalah personifikasi si langit itu sendiri.</p>

Jawaban yang tepat yaitu 

B. Langit seolah bersedih karena kehilangan sesuatu

Larik "Langit menangis malam ini, meneteskan air mata rindu untuk bumi" menggunakan majas personifikasi, yaitu memberikan sifat manusia (menangis, rindu) kepada benda mati (langit).

Mengapa B bukan C, karena pada opsi B memiliki makna kiasan yang fokus pada pengibaratan benda seolah memiliki perasaan. Kata "menangis" dan "rindu" secara langsung merujuk pada penggambaran emosi kesedihan atau perasaan mendalam yang dialami oleh si subjek (langit) dalam konteks kiasan. Pada opsi C lebih merujuk pada keterkaitan antara alam dan manusia secara umum (patetik falasi), sementara pertanyaan meminta makna kiasan dari larik tersebut secara spesifik, di mana fokusnya adalah personifikasi si langit itu sendiri.


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1.Bacalah kutipan drama berikut! Abah: "Kalau cari suami harus yang jelas masa depannya, jangan seperti si Kabayan!" Iteung: "Tapi Kang Kabayan mah baik nyaah sama Iteung." Abah: "Baik? Baik apanya? Kalau memang baik pasti suka ngirim uang, paling sedikit ngirim ikan kesenangan Abah. Ikan gurame!" Ambu: "Abah teh kumaha. Apa-apa selalu saja diukur pakai uang." Tokoh Iteung pada kutipan drama tersebut akan lebih menarik jika menggunakan kostum a. celana panjang dan kaos dengan rambut panjang dibiarkan terurai b. celana panjang dan kaos dengan rambut dikepang dua c. kebaya dan celana panjang dengan rambut dibiarkan terurai d. kebaya dan kain dengan rambut di kepang dua 2.Jo : "Hey, jalan yang bener dong!" (keluar dari mobil) Yuda: (tampak terkejut dan menguasai diri) "Maaf Pak." Jo: (melotot) "Maaf, maaf!" (1) Bapak: "Sudahlah Jo, dia sudah minta maaf kok, lagi pula ayah buru- buru nanti terlambat ke kantor." (cepat menyusul keluar dari mobil) Jo : "Tidak bisa, dia harus diberi pela- jaran!" (nyaris melayangkan tinju) (2) Bapak : "Sabar Jo. (melihat kasihan pada Yuda) "Kau pergilah, Nak!" Yuda : "Terima kasih, Pak!" (3) Bapak "Hey, apa yang kau bawa, Nak?" (heran) "Kamu jual lukisan?" Yuda : "lya Pak, ini lukisan kaca." (4) Bapak: "Sungguh baru kali ini aku melihat lukisan kaca, biasanya saya di rumah memajang lukisan kanvas, lukisan kertas, lukisan bulu, dan lain-lain. Tapi, lukisan ini? Ah ya berapa kamu menjual ini?" Yuda: "Yang mana Pak?" (5) Bapak: "Semuanya. Ah sudah jangan bingung, gini aja gimana kalau lukisan itu saya beli lima juta rupiah." Yuda : "Apa? Lima juta!" (6) Bapak: "Apa kurang?" Yuda : "Cu... kup, Pak." Bukti latar waktu dalam kutipan drama tersebut terdapat pada dialog nomor .... a. (1) b. (3) c. (4) d. (6) 3.Perhatikan penggalan drama berikut! "Dari mana saja kau, Badar? Hari sudah petang tapi kau baru pulang," tanya ayah sambil berkacak pinggang. Dialog tersebut diucapkan dengan nada a. keras sambil bercanda b. marah dan serius c. rendah dan penuh tanya d. penuh kasih sayang 4.Cermati kutipan bacaan berikut! "Mohammad-san inilah rumahku." Toshihiko berkata ketika kami sampai di depan sebuah rumah kayu yang sederhana. Lalu berteriak, "Ibu! Ibu! Inilah tamu yang kita tunggu. Lihatlah, seorang Indonesia yang tersesat di kebun anggur Katsunuma. Bukankah ini suatu kehormatan bagi kita?" Bacaan tersebut termasuk teks fiksi karena a. memiliki unsur tema dan tokoh b. bersifat sistematis berdasarkan fakta yang ada c. narasi dan dialog menggunakan ragam bahasa baku d. menggunakan peribahasa untuk membandingkan suatu hal 5.Perhatikan teks berikut! Perkembangan teknologi informatika dalam satu dekade terakhir mengalami lonjakan luar biasa. Munculnya internet memudahkan setiap orang mendapat akses informasi. Tidak hanya sekadar berita, melalui internet orang bisa ber- jualan, memasang iklan, menikmati musik, dan memungkinkan individu mengetahui berbagai peristiwa secara intensif. Berdasarkan wacana tersebut, istilah yang dapat dideretkan dalam indeks dengan tepat adalah a. akses-individu-informatika-informasi- teknologi b. akses-iklan-individu-intensif-internet C. iklan-individu-informasi-intensif-internet d. individu-informasi-intensif-internet-iklan 6.Perhatikan kutipan indeks berikut! Gaib 8 Ilmu Fisika 7 Ilustrasi 57 Imajinasi 59 Implikasi 54 Magnetis 65 Pengetahuan eksakta 46 Pengetahuan keras 47 Pengetahuan lunak 48 Pengetahuan non-eksakta 45 Berikut ini pernyataan yang tidak benar berdasarkan indeks tersebut adalah a. Di halaman 46, kita dapat mempelajari materi pengetahuan keras. b. Materi tentang implikasi dapat kita jumpai di halaman 54. C. Di halaman 45 kita dapat mempelajari pengetahuan non-eksakta d. Pengetahuan eksakta dapat kita pelajari di halaman 46. *kutipan teks drama berikut untuk soal nomor 7 - 9* (1) Mayor: "Berapa lama lagi aku harus menunggu? Lihat semburat matahari sudah terlihat." (sambil menggebrak meja) (2) Kopral: "Sabarlah sedikit, Pak." (3) Mayor "Jangan ditawar lagi." (4) Kopral: "Apanya, Pak?" (5) Mayor: "Kesabarannya! Sejak kemarin kesabaran saya habis. Sabar itu prinsip. Tidak bisa ditawar- tawar, ngerti?" (6) Kopral: "Kalau begitu kuralat ucapanku tadi." (7) Mayor: "Ya, tapi pertanyaanku belum Bung jawab. Berapa lama lagi? Semburat matahari sudah terlihat tu!" 7.Dialog pada kutipan teks drama tersebut yang berisi kramagung ditandai dengan nomor a. (1) b. (3) c. (4) d. (5) 8.Latar disertai bukti nomor pada kutipan drama tersebut adalah .... a.. siang hari, bukti pada dialog nomor (7) b. menjelang maghrib, bukti pada dialog nomor (5) c.pagi hari, bukti pada dialog nomor (7) d. sore hari, bukti pada dialog nomor (1) 9.Amanat yang sesuai dengan kutipan teks drama tersebut adalah .... a. Kemarahan bukanlah cara penyelesaian masalah yang bijak. b. Seorang bawahan tidak sepatutnya melawan atasan sekalipun untuk membela kebenaran. c. Kita harus lebih banyak bersabar menghadapi apa pun. d. Kita harus mengikuti keinginan atasan walaupun tidak sejalan dengannya. *kutipan drama berikut untuk soal nomor 10-13* Fikri: "Hai sobat. Lho ada apa ini? Kamu kok kelihatan sedih?" Bayu: "Enggak. Perasaan kamu saja." Fikri: "Ayolah... Aku kenal kamu dari kecil. Aku bisa tahu kamu sedih, senang, malas, atau marah? Ayo katakan padaku siapa tahu aku bisa membantu." Bayu: "Kamu ini tau aja. Hari ini hari terakhir aku harus membayar SPP. Bapakku masih di luar kota. Ibuku sakit. Aku bingung harus bagaimana." Fikri :"Kenapa harus bingung. Aku bisa membantumu." Bayu: "Maksudmu?" Fikri: "Ya... membantumu. Aku punya uang tabungan dan cukup untuk membayar SPP mu." Bayu: "Wah... enggak ... enggak ... enggak aku tidak bisa menggunakan uang tabunganmu." Fikri: "Ayolah teman... aku tulus... kapan-kapan kamu dapat mengembalikannya." 10. Tema yang digambarkan pada kutipan drama tersebut adalah a. persahabatan antara kedua orang b. tolong-menolong antarteman yang mem- butuhkan c. persahabatan yang didukung oleh kedua orang tua d. masalah ekonomi keluarga yang tak kunjung reda 11.Tokoh Fikri dalam kutipan drama tersebut memiliki watak a. rendah hati b. tinggi hati c. baik hati d. kecil hati 12. Kutipan drama suasana tersebut menceritakan a. haru b. kaget c. kecewa d. sedih 13.(sambil terpogoh-pogoh masuk kamar tamu, Naja menangis) Naja: "Bu, aku sudah tidak kuat lagi kalau begini." Ibu: "Percayalah, Nak, masalah ini akan segera teratasi. Tuhan Maha Pengatur dan Mahabaik." Naja: "Tapi kapan? Kapan? Aku bosan sudah!" Ibu: "Bersabarlah, Nak. Jika sabar, masalah akan terurai satu per satu." (sambil membelai rambut Naja dengan penuh Kesabaran). Dalam struktur teks drama, kutipan tersebut merupakan bagian .... a. orientasi b. resolusi c. komplikasi d. epilog *kutipan buku berikut untuk soal nomor 14 dan 15* Bumi adalah tempat di mana kita, manusia, dan makhluk hidup lainnya berada. Bumi sering disebut juga sebagai planet biru. Kenapa? Karena bumi kalau dilihat dari luar angkasa terlihat dengan warna dominan biru. Tahukah kamu warna biru bumi yang terlihat dari angkasa raya itu? Itu adalah lautan. Karena sekitar 70% permukaan bumi merupakan lautan yang sangat luas. Sisanya 30% merupakan daratan yang tersusun atas dataran, gunung, dan lembah. Bumi juga dikelilingi oleh lapisan atmosfer yang merupakan pelindung bumi. 14. Teks tersebut tergolong sebagai karya nonfiksi karena .... a. berisi cerita karangan manusia b. bersifat informatif dan berisi kenyataan c. berasal dari imajinasi pengarang d. memiliki makna ganda 15. Inti dari kutipan buku tersebut adalah .... a. memaparkan tentang alam dan kerusakannya b. memaparkan secara detail tentang bumi c. menggambarkan tentang jenis-jenis atmosfer d. menjelaskan jenis-jenis planet 16.Bacalah kutipan teks fiksi berikut! Kehidupan keluarga ini sangat sederhana. Ayah dan Ibu setiap hari membanting tulang di ladang, seolah-olah kepala jadi betis, betis jadi kepala demi beberapa mulut yang harus dipenuhi. Orang tua ini ikhlas bekerja dengan tanggung jawab demi keluarga dan anak-anaknya kelak supaya jadi orang. Tak ada rotan akar pun jadi, begitulah kata orang tua itu. Daya tarik cuplikan teks fiksi tersebut tampak pada..... a. konflik dalam cerita b. latar cerita c. gaya bahasa penulis d. tema cerita 17.Perhatikan cuplikan teks berikut! Perempuan memang paling rentan terhadap anemia, terutama anemia karena kekurangan zat besi. Darah memang sangat penting bagi perempuan. Hal ini terutama pada saat hamil, zat besi itu dibagi dua, yaitu bagi si ibu dan janinnya. Apabila si ibu mengalami anemia, bisa terjadi abortus, lahir prematur, dan juga kematian saat melahirkan. Bahkan, bagi janin, zat besi juga dibutuhkan, terutama juga ada kaitannya dengan kecerdasan. Topik untuk diskusi berdasarkan bacaan tersebut adalah a. manfaat zat besi bagi bayi b. kesehatan ibu dan janin C. anemia sebagai penyakit berbahaya bagi perempuan d. sebab-sebab tingginya kernatian bayi dan anak di Indonesia *indeks berikut untuk soal nomor 18 dan 19* Aliterasi, 89, 93 Amanat, 5, 70 Arbitrer, 3, 65 Artikel, 8, 90 Balada, 25, 75 Drama, 89, 99 Epilog, 34, 36, 74 Fiksi, 3, 25, 90 18. Berdasarkan indeks buku nonfiksi tersebut, kita dapat menemukan istilah epilog di halaman.... a. 3,65 b. 25,75 c. 34, 36, dan 74 d. 3, 25, dan 90 19. Berdasarkan indeks buku tersebut, saat membuka halaman 25 kita dapat menemukan kata .... a. balada dan epilog b. balada dan fiksi c. balada dan drama d. balada

5

1.0

Jawaban terverifikasi

Teks cerita inspirasi berikut untuk soal nomor 1-5 Kisah Ibu dan Anak Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya. Dia adalah sebuah hal yang memalukan. Ibuku menjalankan sebuah toko kecil pada sebuah pasar. Dia mengumpulkan barang barang bekas dan sejenisnya untuk dijual. Apa pun dilakukannya untuk mendapatkan uang yang kami butuhkan. Dia adalah sebuah hal yang memalukan. Pada suatu hari di sekolah, aku ingat saat itu hari ketika ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa dia melakukan hal ini kepadaku? Aku melemparkan muka dengan rasa benci dan berlari. Keesokan harinya di sekolah, "Ibumu hanya memiliki satu mata?" Mereka semua mengejekku. Aku berharap ibuku hilang dari dunia ini. Oleh sebab itu, aku berkata kepada ibuku, "Ibu, kenapa engkau tidak memiliki mata lainnya? Ibu hanya akan menjadi bahan tertawaan. Kenapa Ibu tidak mati saja?" Ibu tidak menjawab. Aku merasa sedikit buruk, tetapi pada waktu yang sama, rasanya sangat baik bahwa aku telah mengatakan apa yang telah ingin aku katakan selama ini. Mungkin itu karena ibu tidak menghukumku, tetapi aku tidak berpikir bahwa aku telah sangat melukai perasaannya. Malam itu, aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibu ngis di sana, dengan pelan, seakan dia takut bahwa dia akan membangunkanku. Aku melihatnya, lalu pergi. Karena perkataanku sebelumnya kepadanya, ada sesuatu yang mencubit hatiku. Meskipun begitu, aku membenci ibuku yang menangis dari satu matanya. Jadi, aku mengatakan kepada diriku sendiri jika aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena aku membenci ibu bermata-satu dan kemiskinan kami. Aku belajar dengan keras. Aku meninggalkan ibuku dan pergi ke Seoul untuk belajar. Aku diterima di Universitas Seoul dengan segala kepercayaan diri. Kemudian, aku menikah. lout Aku membeli rumah. Aku memiliki anak-anak. Sekarang, aku hidup bahagia sebagai seorang pria yang sukses. Aku sangat suka tinggal di sini karena ini adalah tempat yang tidak mengingatkan aku akan ibu. Kebahagiaan ini menjadi besar dan semakin besar, ketika seseorang tidak terduga menjumpaiku "Apa? Siapa ini?" Ini adalah ibuku, tetap dengan satu matanya. Ini rasanya seperti seluruh langit sedang jatuh ke diriku. Anak perempuanku lari kabur, takut akan mata ibu yang hanya satu. Dan aku bertanya kepadanya, "Siapa kamu? aku tidak mengenalmu!" sandiwaraku. Aku berteriak kepadanya "Mengapa engkau berani datang ke rumah dan menakuti anakku! Pergi dari sini sekarang juga!" Dan ibu dengan pelan menjawab, "Oh, maafkan, aku pasti salah alamat," dan dia menghilang. Terima kasih Tuhan. la tidak mengenaliku. Rasanya cukup lega. Aku mengatakan kepada diri sendiri bahwa aku tidak akan peduli atau berpikir tentang ini sepanjang sisa hidup. Ada perasaan lega datang kepadaku. Suatu hari sebuah surat yang berisi tentang reuni sekolah datang ke rumah. Aku berbohong kepada istri dengan mengatakan bahwa aku akan pergi perjalanan bisnis. Setelah reuni ini, aku pergi ke rumah lama. Karena rasa penasaran saja, aku menemukan ibu terjatuh di tanah yang dingin. Namun, aku tidak meneteskan satu air mata sekalipun. Ia memiliki sepotong kertas di tangannya, surat untukku. ================================== Anakku, Aku pikir hidupku sudah cukup lama saat ini. Dan aku tidak akan mengunjungi Seoul lagi. Akan tetapi, apakah itu terlalu banyak jika aku ingin kamu untuk datang mengunjungiku sekali-kali, Nak? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat lega ketika mendengar kamu akan datang ke acara reuni ini. Tetapi aku memutuskan untuk tidak datang ke sekolah. Untuk kamu, aku meminta maaf jika aku hanya memiliki satu mata dan aku hanya membawa rasa malu bagi dirimu. Kamu tahu, ketika kamu masih sangat kecil, kamu terkena sebuah kecelakaan, dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihatmu harus tumbuh dengan hanya satu mata. Maka aku memberikanmu mataku. Aku sangat bangga kepadamu, Nak, yang melihat dunia yang baru untukku, menggantikanku, dengan mata itu. Aku tidak pernah marah kepadamu atas apa pun yang kamu lakukan. Beberapa kali ketika kamu marah kepadaku, aku berpikir sendiri, Ini karena kamu mencintai aku." Aku rindu waktu ketika kamu masih sangat kecil dan berada di sekitarku. Aku sangat merindukanmu. Aku men cintaimu. Kamu adalah duniaku. 4. Bagaimana menurutmu mengenai sikap tokoh Ibu dalam cerita inspirasi tersebut?

3

5.0

Jawaban terverifikasi

Teks cerita inspirasi berikut untuk soal nomor 1-5 Kisah Ibu dan Anak Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya. Dia adalah sebuah hal yang memalukan. Ibuku menjalankan sebuah toko kecil pada sebuah pasar. Dia mengumpulkan barang barang bekas dan sejenisnya untuk dijual. Apa pun dilakukannya untuk mendapatkan uang yang kami butuhkan. Dia adalah sebuah hal yang memalukan. Pada suatu hari di sekolah, aku ingat saat itu hari ketika ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa dia melakukan hal ini kepadaku? Aku melemparkan muka dengan rasa benci dan berlari. Keesokan harinya di sekolah, "Ibumu hanya memiliki satu mata?" Mereka semua mengejekku. Aku berharap ibuku hilang dari dunia ini. Oleh sebab itu, aku berkata kepada ibuku, "Ibu, kenapa engkau tidak memiliki mata lainnya? Ibu hanya akan menjadi bahan tertawaan. Kenapa Ibu tidak mati saja?" Ibu tidak menjawab. Aku merasa sedikit buruk, tetapi pada waktu yang sama, rasanya sangat baik bahwa aku telah mengatakan apa yang telah ingin aku katakan selama ini. Mungkin itu karena ibu tidak menghukumku, tetapi aku tidak berpikir bahwa aku telah sangat melukai perasaannya. Malam itu, aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibu ngis di sana, dengan pelan, seakan dia takut bahwa dia akan membangunkanku. Aku melihatnya, lalu pergi. Karena perkataanku sebelumnya kepadanya, ada sesuatu yang mencubit hatiku. Meskipun begitu, aku membenci ibuku yang menangis dari satu matanya. Jadi, aku mengatakan kepada diriku sendiri jika aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena aku membenci ibu bermata-satu dan kemiskinan kami. Aku belajar dengan keras. Aku meninggalkan ibuku dan pergi ke Seoul untuk belajar. Aku diterima di Universitas Seoul dengan segala kepercayaan diri. Kemudian, aku menikah. lout Aku membeli rumah. Aku memiliki anak-anak. Sekarang, aku hidup bahagia sebagai seorang pria yang sukses. Aku sangat suka tinggal di sini karena ini adalah tempat yang tidak mengingatkan aku akan ibu. Kebahagiaan ini menjadi besar dan semakin besar, ketika seseorang tidak terduga menjumpaiku "Apa? Siapa ini?" Ini adalah ibuku, tetap dengan satu matanya. Ini rasanya seperti seluruh langit sedang jatuh ke diriku. Anak perempuanku lari kabur, takut akan mata ibu yang hanya satu. Dan aku bertanya kepadanya, "Siapa kamu? aku tidak mengenalmu!" sandiwaraku. Aku berteriak kepadanya "Mengapa engkau berani datang ke rumah dan menakuti anakku! Pergi dari sini sekarang juga!" Dan ibu dengan pelan menjawab, "Oh, maafkan, aku pasti salah alamat," dan dia menghilang. Terima kasih Tuhan. la tidak mengenaliku. Rasanya cukup lega. Aku mengatakan kepada diri sendiri bahwa aku tidak akan peduli atau berpikir tentang ini sepanjang sisa hidup. Ada perasaan lega datang kepadaku. Suatu hari sebuah surat yang berisi tentang reuni sekolah datang ke rumah. Aku berbohong kepada istri dengan mengatakan bahwa aku akan pergi perjalanan bisnis. Setelah reuni ini, aku pergi ke rumah lama. Karena rasa penasaran saja, aku menemukan ibu terjatuh di tanah yang dingin. Namun, aku tidak meneteskan satu air mata sekalipun. Ia memiliki sepotong kertas di tangannya, surat untukku. ================================== Anakku, Aku pikir hidupku sudah cukup lama saat ini. Dan aku tidak akan mengunjungi Seoul lagi. Akan tetapi, apakah itu terlalu banyak jika aku ingin kamu untuk datang mengunjungiku sekali-kali, Nak? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat lega ketika mendengar kamu akan datang ke acara reuni ini. Tetapi aku memutuskan untuk tidak datang ke sekolah. Untuk kamu, aku meminta maaf jika aku hanya memiliki satu mata dan aku hanya membawa rasa malu bagi dirimu. Kamu tahu, ketika kamu masih sangat kecil, kamu terkena sebuah kecelakaan, dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihatmu harus tumbuh dengan hanya satu mata. Maka aku memberikanmu mataku. Aku sangat bangga kepadamu, Nak, yang melihat dunia yang baru untukku, menggantikanku, dengan mata itu. Aku tidak pernah marah kepadamu atas apa pun yang kamu lakukan. Beberapa kali ketika kamu marah kepadaku, aku berpikir sendiri, Ini karena kamu mencintai aku." Aku rindu waktu ketika kamu masih sangat kecil dan berada di sekitarku. Aku sangat merindukanmu. Aku men cintaimu. Kamu adalah duniaku. 1. Tentukan jenis dari teks cerita inspirasi tersebut!

4

4.0

Jawaban terverifikasi

Teks cerita inspirasi berikut untuk soal nomor 1-5 Kisah Ibu dan Anak Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya. Dia adalah sebuah hal yang memalukan. Ibuku menjalankan sebuah toko kecil pada sebuah pasar. Dia mengumpulkan barang barang bekas dan sejenisnya untuk dijual. Apa pun dilakukannya untuk mendapatkan uang yang kami butuhkan. Dia adalah sebuah hal yang memalukan. Pada suatu hari di sekolah, aku ingat saat itu hari ketika ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa dia melakukan hal ini kepadaku? Aku melemparkan muka dengan rasa benci dan berlari. Keesokan harinya di sekolah, "Ibumu hanya memiliki satu mata?" Mereka semua mengejekku. Aku berharap ibuku hilang dari dunia ini. Oleh sebab itu, aku berkata kepada ibuku, "Ibu, kenapa engkau tidak memiliki mata lainnya? Ibu hanya akan menjadi bahan tertawaan. Kenapa Ibu tidak mati saja?" Ibu tidak menjawab. Aku merasa sedikit buruk, tetapi pada waktu yang sama, rasanya sangat baik bahwa aku telah mengatakan apa yang telah ingin aku katakan selama ini. Mungkin itu karena ibu tidak menghukumku, tetapi aku tidak berpikir bahwa aku telah sangat melukai perasaannya. Malam itu, aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibu ngis di sana, dengan pelan, seakan dia takut bahwa dia akan membangunkanku. Aku melihatnya, lalu pergi. Karena perkataanku sebelumnya kepadanya, ada sesuatu yang mencubit hatiku. Meskipun begitu, aku membenci ibuku yang menangis dari satu matanya. Jadi, aku mengatakan kepada diriku sendiri jika aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena aku membenci ibu bermata-satu dan kemiskinan kami. Aku belajar dengan keras. Aku meninggalkan ibuku dan pergi ke Seoul untuk belajar. Aku diterima di Universitas Seoul dengan segala kepercayaan diri. Kemudian, aku menikah. lout Aku membeli rumah. Aku memiliki anak-anak. Sekarang, aku hidup bahagia sebagai seorang pria yang sukses. Aku sangat suka tinggal di sini karena ini adalah tempat yang tidak mengingatkan aku akan ibu. Kebahagiaan ini menjadi besar dan semakin besar, ketika seseorang tidak terduga menjumpaiku "Apa? Siapa ini?" Ini adalah ibuku, tetap dengan satu matanya. Ini rasanya seperti seluruh langit sedang jatuh ke diriku. Anak perempuanku lari kabur, takut akan mata ibu yang hanya satu. Dan aku bertanya kepadanya, "Siapa kamu? aku tidak mengenalmu!" sandiwaraku. Aku berteriak kepadanya "Mengapa engkau berani datang ke rumah dan menakuti anakku! Pergi dari sini sekarang juga!" Dan ibu dengan pelan menjawab, "Oh, maafkan, aku pasti salah alamat," dan dia menghilang. Terima kasih Tuhan. la tidak mengenaliku. Rasanya cukup lega. Aku mengatakan kepada diri sendiri bahwa aku tidak akan peduli atau berpikir tentang ini sepanjang sisa hidup. Ada perasaan lega datang kepadaku. Suatu hari sebuah surat yang berisi tentang reuni sekolah datang ke rumah. Aku berbohong kepada istri dengan mengatakan bahwa aku akan pergi perjalanan bisnis. Setelah reuni ini, aku pergi ke rumah lama. Karena rasa penasaran saja, aku menemukan ibu terjatuh di tanah yang dingin. Namun, aku tidak meneteskan satu air mata sekalipun. Ia memiliki sepotong kertas di tangannya, surat untukku. ================================== Anakku, Aku pikir hidupku sudah cukup lama saat ini. Dan aku tidak akan mengunjungi Seoul lagi. Akan tetapi, apakah itu terlalu banyak jika aku ingin kamu untuk datang mengunjungiku sekali-kali, Nak? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat lega ketika mendengar kamu akan datang ke acara reuni ini. Tetapi aku memutuskan untuk tidak datang ke sekolah. Untuk kamu, aku meminta maaf jika aku hanya memiliki satu mata dan aku hanya membawa rasa malu bagi dirimu. Kamu tahu, ketika kamu masih sangat kecil, kamu terkena sebuah kecelakaan, dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihatmu harus tumbuh dengan hanya satu mata. Maka aku memberikanmu mataku. Aku sangat bangga kepadamu, Nak, yang melihat dunia yang baru untukku, menggantikanku, dengan mata itu. Aku tidak pernah marah kepadamu atas apa pun yang kamu lakukan. Beberapa kali ketika kamu marah kepadaku, aku berpikir sendiri, Ini karena kamu mencintai aku." Aku rindu waktu ketika kamu masih sangat kecil dan berada di sekitarku. Aku sangat merindukanmu. Aku men cintaimu. Kamu adalah duniaku. 2. Tentukan informasi penting dalam teks cerita inspirasi tersebut!

1

5.0

Jawaban terverifikasi