Juni R

14 Maret 2026 14:09

Juni R

14 Maret 2026 14:09

Pertanyaan

langkah² membuat makalah

langkah² membuat makalah

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

23

:

06

:

27

Klaim

3

2


Nabila A

14 Maret 2026 16:13

<p>Sebelumnya yang kamu perlu ketahui terlebih dahulu ialah melakukan pemilihan topik, topik ini dimaksudkan apa sih yang mau di isi dimakalah yang mau kamu buat, terus kamu perlu melakukan riset dari berbagai sumber, terhadap topik yang telah kamu pilih hal ini dilakukan agar informasi yang tertera dimakalah yang kamu buat jelas dan lebih rinci next ada penyusunan isi makalah yg meliputi &nbsp;pembuatan cover, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, pembahasan, penutup serta daftar pusaka.</p><p>Berikut ini dia penyusunan isi makalah:</p><p>1. Membuat cover,, cover biasanya berisi judul, nama lembaga/instansi (dimana Anda berasal), logo dari lembaga tersebut, dan nama penyusun (nama anda sendiri, yg membuat makalah).</p><p>2. Selanjutnya ada kata pengantar yang memuat ucapan syukur dan terimakasih serta harapan kepada pembaca.</p><p>3. Lalu ada daftar isi yang mencakup petunjuk halaman atau bagian mana saja informasi yang akan dibaca</p><p>4. Langsung ke isinya, isi berupa bab 1,2 dan 3 yang memuat pendahuluan, pembahasan dan penutup (pendahuluan: informasi dasar atau bisa dibilang pengenalan atau bagian pengantar yang berdasarkan materi/topik yang dipilih tadi lalu, pembahasan: yang berisi topik utama &nbsp;pada bagian ini jelas materi nya lebih rinci dan detail terkait topik, selanjutnya, penutup: bagian akhir dari topik yang memuat pada makalah)</p><p>5. Daftar pustaka, daftar pustaka ini bagian akhir di makalah yang berisi sumber-sumber informasi,, contohnya kamu mencari referensi ketika melakukan riset pasti kamu melihat diberbagai sumber website atau sumber lainnya kan, maka dari itu sumber" itu dibuat di daftar pustaka, misal kamu memperoleh sumber dari website maka, buat di daftar pustaka nama website nya atau link website nya begitu pun buku,, tulis judul bukunya beserta halaman berapa yang memuat informasi tersebut</p>

Sebelumnya yang kamu perlu ketahui terlebih dahulu ialah melakukan pemilihan topik, topik ini dimaksudkan apa sih yang mau di isi dimakalah yang mau kamu buat, terus kamu perlu melakukan riset dari berbagai sumber, terhadap topik yang telah kamu pilih hal ini dilakukan agar informasi yang tertera dimakalah yang kamu buat jelas dan lebih rinci next ada penyusunan isi makalah yg meliputi  pembuatan cover, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, pembahasan, penutup serta daftar pusaka.

Berikut ini dia penyusunan isi makalah:

1. Membuat cover,, cover biasanya berisi judul, nama lembaga/instansi (dimana Anda berasal), logo dari lembaga tersebut, dan nama penyusun (nama anda sendiri, yg membuat makalah).

2. Selanjutnya ada kata pengantar yang memuat ucapan syukur dan terimakasih serta harapan kepada pembaca.

3. Lalu ada daftar isi yang mencakup petunjuk halaman atau bagian mana saja informasi yang akan dibaca

4. Langsung ke isinya, isi berupa bab 1,2 dan 3 yang memuat pendahuluan, pembahasan dan penutup (pendahuluan: informasi dasar atau bisa dibilang pengenalan atau bagian pengantar yang berdasarkan materi/topik yang dipilih tadi lalu, pembahasan: yang berisi topik utama  pada bagian ini jelas materi nya lebih rinci dan detail terkait topik, selanjutnya, penutup: bagian akhir dari topik yang memuat pada makalah)

5. Daftar pustaka, daftar pustaka ini bagian akhir di makalah yang berisi sumber-sumber informasi,, contohnya kamu mencari referensi ketika melakukan riset pasti kamu melihat diberbagai sumber website atau sumber lainnya kan, maka dari itu sumber" itu dibuat di daftar pustaka, misal kamu memperoleh sumber dari website maka, buat di daftar pustaka nama website nya atau link website nya begitu pun buku,, tulis judul bukunya beserta halaman berapa yang memuat informasi tersebut


Yusri H

15 Maret 2026 01:22

<p><strong>1. Tahap Persiapan dan Observasi</strong></p><p>Langkah awal ini menentukan "pondasi" dari seluruh tulisan Anda.</p><p><strong>Menentukan Topik yang Spesifik:</strong> Pilih topik yang menarik, aktual, dan memiliki sumber referensi yang cukup. Hindari topik yang terlalu luas agar pembahasan tidak menyinggung.</p><p><strong>Melakukan Survei Literatur:</strong> Baca jurnal, buku, atau artikel ilmiah terkait untuk memahami apa yang telah dibahas oleh orang lain dan posisi tulisan Anda di antara karya-karya tersebut.</p><p><strong>Merumuskan Masalah (Research Question):</strong> Buatlah pertanyaan penelitian yang tajam (biasanya 2-3 pertanyaan). Masalah yang jelas akan memandu isi pembahasan agar tetap fokus.</p><p><br><strong>2. Penyusunan Kerangka (Garis Besar)</strong></p><p>Jangan langsung menulis paragraf. Buatlah kerangka berdasarkan struktur standar:</p><p><strong>Pendahuluan:</strong> Latar belakang (mengapa topik ini penting), rumusan masalah, dan tujuan.</p><p><strong>Pembahasan: </strong>Poin-poin utama yang akan dibahas untuk menjawab masalah.</p><p><strong>Penutup:</strong> Rangkuman jawaban dan saran praktis/teoretis.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>3. Pengumpulan Data dan Referensi</strong></p><p>Kualitas makalah ilmiah sangat bergantung pada kredibilitas sumbernya.</p><p><strong>Gunakan Sumber Primer:</strong> Utamakan jurnal ilmiah (artikel hasil penelitian) dibandingkan blog atau Wikipedia.</p><p><strong>Catat Sumber Segera:</strong> Setiap kali Anda mengambil ide dari orang lain, katat nama penulis, judul, dan tahunnya agar tidak terlupa saat menyusun daftar pustaka (menghindari plagiarisme).</p><p>&nbsp;</p><p><strong>4. Proses Penulisan (Drafting)</strong></p><p>Saat menulis, perhatikan kaidah bahasa ilmiah:</p><p><strong>Objektif dan Logis:</strong> Gunakan sudut pandang orang ketiga (hindari kata "saya" atau "aku"). Fokus pada fakta dan argumen, bukan emosi.</p><p><strong>Konektivitas (Kohesi): </strong>Pastikan ada transisi yang halus antarparagraf sehingga alur logika pembaca tidak terputus.</p><p><strong>Analisis Mendalam:</strong> Di bagian pembahasan, jangan hanya mengutip teori. Berikan analisis atau pendapat Anda yang didukung oleh data atau teori tersebut.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>5. Sitasi dan Daftar Pustaka</strong></p><p>Sitasi adalah &nbsp;kutipan alias mengambil ulang kalimat-kalimat tertentu yang dibuat dari orang lain<br>Daftar pustaka ialah kumpulan informasi mengenai sumber-sumber bacaan yang dipakai sebagai bahan untuk mengambil kutipan</p><p>Ini adalah aspek krusial dalam karya ilmiah.</p><p>Gunakan gaya sitasi yang konsisten (misalnya <strong>APA</strong> , <strong>MLA</strong> , atau <strong>IEEE</strong> ).</p><p>Sangat disarankan menggunakan aplikasi referensi manajemen seperti <strong>Zotero</strong> atau <strong>Mendeley</strong> untuk memastikan format daftar pustaka Anda sempurna dan otomatis.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>6. Revisi dan Penyuntingan (Editing)</strong></p><p>Setelah draf selesai, baca ulang dengan mata yang kritis:</p><p><strong>Periksa Plagiarisme:</strong> Gunakan alat pendeteksi plagiarisme untuk memastikan keaslian karya.</p><p><strong>Tipografi (Typo):</strong> Periksa ejaan, tanda baca, dan tata bahasa sesuai PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).</p><p><strong>Logika Penutup:</strong> Pastikan kesimpulan yang Anda tulis benar-benar menjawab rumusan masalah yang diajukan di awal.</p>

1. Tahap Persiapan dan Observasi

Langkah awal ini menentukan "pondasi" dari seluruh tulisan Anda.

Menentukan Topik yang Spesifik: Pilih topik yang menarik, aktual, dan memiliki sumber referensi yang cukup. Hindari topik yang terlalu luas agar pembahasan tidak menyinggung.

Melakukan Survei Literatur: Baca jurnal, buku, atau artikel ilmiah terkait untuk memahami apa yang telah dibahas oleh orang lain dan posisi tulisan Anda di antara karya-karya tersebut.

Merumuskan Masalah (Research Question): Buatlah pertanyaan penelitian yang tajam (biasanya 2-3 pertanyaan). Masalah yang jelas akan memandu isi pembahasan agar tetap fokus.


2. Penyusunan Kerangka (Garis Besar)

Jangan langsung menulis paragraf. Buatlah kerangka berdasarkan struktur standar:

Pendahuluan: Latar belakang (mengapa topik ini penting), rumusan masalah, dan tujuan.

Pembahasan: Poin-poin utama yang akan dibahas untuk menjawab masalah.

Penutup: Rangkuman jawaban dan saran praktis/teoretis.

 

3. Pengumpulan Data dan Referensi

Kualitas makalah ilmiah sangat bergantung pada kredibilitas sumbernya.

Gunakan Sumber Primer: Utamakan jurnal ilmiah (artikel hasil penelitian) dibandingkan blog atau Wikipedia.

Catat Sumber Segera: Setiap kali Anda mengambil ide dari orang lain, katat nama penulis, judul, dan tahunnya agar tidak terlupa saat menyusun daftar pustaka (menghindari plagiarisme).

 

4. Proses Penulisan (Drafting)

Saat menulis, perhatikan kaidah bahasa ilmiah:

Objektif dan Logis: Gunakan sudut pandang orang ketiga (hindari kata "saya" atau "aku"). Fokus pada fakta dan argumen, bukan emosi.

Konektivitas (Kohesi): Pastikan ada transisi yang halus antarparagraf sehingga alur logika pembaca tidak terputus.

Analisis Mendalam: Di bagian pembahasan, jangan hanya mengutip teori. Berikan analisis atau pendapat Anda yang didukung oleh data atau teori tersebut.

 

5. Sitasi dan Daftar Pustaka

Sitasi adalah  kutipan alias mengambil ulang kalimat-kalimat tertentu yang dibuat dari orang lain
Daftar pustaka ialah kumpulan informasi mengenai sumber-sumber bacaan yang dipakai sebagai bahan untuk mengambil kutipan

Ini adalah aspek krusial dalam karya ilmiah.

Gunakan gaya sitasi yang konsisten (misalnya APA , MLA , atau IEEE ).

Sangat disarankan menggunakan aplikasi referensi manajemen seperti Zotero atau Mendeley untuk memastikan format daftar pustaka Anda sempurna dan otomatis.

 

6. Revisi dan Penyuntingan (Editing)

Setelah draf selesai, baca ulang dengan mata yang kritis:

Periksa Plagiarisme: Gunakan alat pendeteksi plagiarisme untuk memastikan keaslian karya.

Tipografi (Typo): Periksa ejaan, tanda baca, dan tata bahasa sesuai PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).

Logika Penutup: Pastikan kesimpulan yang Anda tulis benar-benar menjawab rumusan masalah yang diajukan di awal.


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

tolong jawab pls

24

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi