Rizqy A

27 September 2023 06:09

Rizqy A

27 September 2023 06:09

Pertanyaan

Mengapa WTO didirikan sebagai penerus GATT, dan bagaimana organisasi ini berusaha untuk meningkatkan aturan dan peraturan perdagangan global?

Mengapa WTO didirikan sebagai penerus GATT, dan bagaimana organisasi ini berusaha untuk meningkatkan aturan dan peraturan perdagangan global?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

19

:

41

:

43

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Vincent M

Community

28 September 2023 09:41

Jawaban terverifikasi

<p>Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) didirikan sebagai penerus General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) karena ada kebutuhan untuk memperkuat peraturan dan aturan perdagangan global. GATT, yang awalnya dibentuk pada tahun 1947, adalah sebuah perjanjian multilateral yang mengatur perdagangan internasional, terutama dalam hal pengurangan tarif bea masuk atas barang-barang impor. Meskipun GATT berhasil dalam mengurangi tarif bea masuk, terdapat beberapa kelemahan dan kekosongan dalam perjanjian ini yang memerlukan pembaruan.</p><p>Alasan utama pendirian WTO sebagai penerus GATT adalah sebagai berikut:</p><p>Perluasan Ruang Lingkup: GATT awalnya hanya mengatur perdagangan barang-barang, sedangkan perdagangan internasional telah berkembang pesat termasuk dalam sektor jasa, hak kekayaan intelektual, dan berbagai aspek perdagangan lainnya. WTO didirikan untuk memperluas cakupan peraturan perdagangan agar mencakup semua sektor ekonomi.</p><p>Peningkatan Peraturan: WTO bertujuan untuk menghadirkan kerangka kerja hukum yang lebih kuat dan berkomitmen untuk menegakkan peraturan perdagangan internasional secara lebih efektif. GATT cenderung bersifat sebagai perjanjian sementara, sementara WTO adalah organisasi permanen dengan mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih kuat.</p><p>Pengaturan Sengketa yang Lebih Efisien: WTO membentuk Badan Penyelesaian Sengketa yang independen yang memiliki wewenang untuk menyelesaikan sengketa perdagangan antara negara-negara anggota. Ini membantu menghindari konflik perdagangan yang berlarut-larut.</p><p>Penekanan pada Kepatuhan: WTO menempatkan penekanan yang lebih besar pada kepatuhan terhadap peraturan perdagangan. Negara-negara anggota diwajibkan untuk mematuhi perjanjian-perjanjian WTO, dan pelanggaran dapat mengakibatkan tindakan hukum.</p><p>Organisasi Perdagangan Dunia bekerja untuk meningkatkan aturan dan peraturan perdagangan global dengan:</p><p>Mengadakan Putaran Perundingan: WTO mengadakan putaran perundingan perdagangan multilateral yang dikenal sebagai "Putaran Doha" dan "Putaran Uruguay" untuk mengidentifikasi dan mengatasi isu-isu perdagangan yang kompleks, termasuk subsdidi pertanian, hukum kekayaan intelektual, dan layanan.</p><p>Pemantapan Peraturan: WTO terus bekerja untuk memperbarui peraturan perdagangan, seperti Kesepakatan TRIPS (Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights) yang mengatur hak kekayaan intelektual, dan Kesepakatan TBT (Technical Barriers to Trade) yang mengatur standar teknis dan prosedur penilaian kesesuaian.</p><p>Mengatasi Hambatan Perdagangan: WTO berusaha untuk mengatasi hambatan perdagangan non-tarif, seperti regulasi teknis dan hambatan teknis dagang, yang dapat menghambat akses pasar.</p><p>Mekanisme Penyelesaian Sengketa: WTO memiliki Badan Penyelesaian Sengketa yang kuat untuk menyelesaikan sengketa perdagangan antara negara-negara anggota, memberikan jalan bagi penyelesaian yang adil.</p><p>Dengan demikian, WTO didirikan sebagai penerus GATT untuk mengatasi kelemahan GATT dan meningkatkan peraturan dan aturan perdagangan global agar mencerminkan realitas perdagangan internasional yang lebih kompleks. WTO berusaha untuk menciptakan kerangka kerja perdagangan yang lebih adil, terbuka, dan dapat diandalkan bagi semua negara anggota.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) didirikan sebagai penerus General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) karena ada kebutuhan untuk memperkuat peraturan dan aturan perdagangan global. GATT, yang awalnya dibentuk pada tahun 1947, adalah sebuah perjanjian multilateral yang mengatur perdagangan internasional, terutama dalam hal pengurangan tarif bea masuk atas barang-barang impor. Meskipun GATT berhasil dalam mengurangi tarif bea masuk, terdapat beberapa kelemahan dan kekosongan dalam perjanjian ini yang memerlukan pembaruan.

Alasan utama pendirian WTO sebagai penerus GATT adalah sebagai berikut:

Perluasan Ruang Lingkup: GATT awalnya hanya mengatur perdagangan barang-barang, sedangkan perdagangan internasional telah berkembang pesat termasuk dalam sektor jasa, hak kekayaan intelektual, dan berbagai aspek perdagangan lainnya. WTO didirikan untuk memperluas cakupan peraturan perdagangan agar mencakup semua sektor ekonomi.

Peningkatan Peraturan: WTO bertujuan untuk menghadirkan kerangka kerja hukum yang lebih kuat dan berkomitmen untuk menegakkan peraturan perdagangan internasional secara lebih efektif. GATT cenderung bersifat sebagai perjanjian sementara, sementara WTO adalah organisasi permanen dengan mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih kuat.

Pengaturan Sengketa yang Lebih Efisien: WTO membentuk Badan Penyelesaian Sengketa yang independen yang memiliki wewenang untuk menyelesaikan sengketa perdagangan antara negara-negara anggota. Ini membantu menghindari konflik perdagangan yang berlarut-larut.

Penekanan pada Kepatuhan: WTO menempatkan penekanan yang lebih besar pada kepatuhan terhadap peraturan perdagangan. Negara-negara anggota diwajibkan untuk mematuhi perjanjian-perjanjian WTO, dan pelanggaran dapat mengakibatkan tindakan hukum.

Organisasi Perdagangan Dunia bekerja untuk meningkatkan aturan dan peraturan perdagangan global dengan:

Mengadakan Putaran Perundingan: WTO mengadakan putaran perundingan perdagangan multilateral yang dikenal sebagai "Putaran Doha" dan "Putaran Uruguay" untuk mengidentifikasi dan mengatasi isu-isu perdagangan yang kompleks, termasuk subsdidi pertanian, hukum kekayaan intelektual, dan layanan.

Pemantapan Peraturan: WTO terus bekerja untuk memperbarui peraturan perdagangan, seperti Kesepakatan TRIPS (Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights) yang mengatur hak kekayaan intelektual, dan Kesepakatan TBT (Technical Barriers to Trade) yang mengatur standar teknis dan prosedur penilaian kesesuaian.

Mengatasi Hambatan Perdagangan: WTO berusaha untuk mengatasi hambatan perdagangan non-tarif, seperti regulasi teknis dan hambatan teknis dagang, yang dapat menghambat akses pasar.

Mekanisme Penyelesaian Sengketa: WTO memiliki Badan Penyelesaian Sengketa yang kuat untuk menyelesaikan sengketa perdagangan antara negara-negara anggota, memberikan jalan bagi penyelesaian yang adil.

Dengan demikian, WTO didirikan sebagai penerus GATT untuk mengatasi kelemahan GATT dan meningkatkan peraturan dan aturan perdagangan global agar mencerminkan realitas perdagangan internasional yang lebih kompleks. WTO berusaha untuk menciptakan kerangka kerja perdagangan yang lebih adil, terbuka, dan dapat diandalkan bagi semua negara anggota.

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

38

5.0

Jawaban terverifikasi