Ridho E

03 Januari 2023 13:33

Ridho E

03 Januari 2023 13:33

Pertanyaan

Menurut Tamin, mengapa tata ruang mempunyai keterkaitan erat dengan transportasi?

Menurut Tamin, mengapa tata ruang mempunyai keterkaitan erat dengan transportasi?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

06

:

06

:

46

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

T. TA.Deri

27 Januari 2023 03:18

Jawaban terverifikasi

<p><strong>Jawaban :</strong></p><p>Karena transportasi berfungsi menghubungkan satu ruang kegiatan dengan ruang kegiatan lainnya.</p><p>&nbsp;</p><p>Tamin menyatakan bahwa transportasi adalah sistem jaringan yang menghubungkan antar ruang kegiatan. Sedangkan pengertian tata ruang sendiri adalah sistem penataan, pemanfaatan dan pengendalian ruang. Tata ruang memiliki keterkaitan erat dengan transportasi, karena transportasi berfungsi menghubungkan satu ruang kegiatan dengan ruang kegiatan lainnya. Sehingga dengan perencanaan jaringan transportasi yang baik, maka akan tercipta tata ruang yang baik pula.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Jadi, kaitan transportasi dan tata ruang adalah karena transportasi berfungsi menghubungkan satu ruang kegiatan dengan ruang kegiatan lainnya.</strong></p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Jawaban :

Karena transportasi berfungsi menghubungkan satu ruang kegiatan dengan ruang kegiatan lainnya.

 

Tamin menyatakan bahwa transportasi adalah sistem jaringan yang menghubungkan antar ruang kegiatan. Sedangkan pengertian tata ruang sendiri adalah sistem penataan, pemanfaatan dan pengendalian ruang. Tata ruang memiliki keterkaitan erat dengan transportasi, karena transportasi berfungsi menghubungkan satu ruang kegiatan dengan ruang kegiatan lainnya. Sehingga dengan perencanaan jaringan transportasi yang baik, maka akan tercipta tata ruang yang baik pula.

 

Jadi, kaitan transportasi dan tata ruang adalah karena transportasi berfungsi menghubungkan satu ruang kegiatan dengan ruang kegiatan lainnya.

 

 


H. Hudayanti

12 Juni 2023 09:18

Jawaban terverifikasi

<p>Tamin adalah seorang pakar tata ruang dan transportasi yang terkenal di Indonesia. Menurut Tamin, tata ruang dan transportasi memiliki keterkaitan erat karena beberapa alasan berikut:</p><p>&nbsp;</p><p>1. Aksesibilitas: Tata ruang yang baik harus memastikan aksesibilitas yang mudah dan efisien bagi penduduk, barang, dan jasa ke berbagai fasilitas dan tempat penting di suatu wilayah. Transportasi berperan penting dalam menyediakan sarana dan prasarana yang memungkinkan mobilitas tersebut. Jika aksesibilitas tidak diatur dengan baik, akan sulit bagi masyarakat untuk mencapai fasilitas publik, pusat bisnis, tempat kerja, pendidikan, kesehatan, dan rekreasi.</p><p>&nbsp;</p><p>2. Distribusi penduduk dan aktivitas: Tata ruang mempengaruhi distribusi penduduk dan aktivitas ekonomi di suatu wilayah. Jika tata ruang yang ada tidak mempertimbangkan kebutuhan transportasi, dapat terjadi konsentrasi penduduk atau aktivitas ekonomi yang tidak seimbang. Hal ini dapat menyebabkan kemacetan, ketidakseimbangan pembangunan, dan ketimpangan sosial-ekonomi antar wilayah. Oleh karena itu, transportasi perlu diintegrasikan dalam perencanaan tata ruang untuk mencapai keseimbangan distribusi penduduk dan aktivitas.</p><p>&nbsp;</p><p>3. Penggunaan lahan yang efisien: Transportasi yang efisien dapat mempengaruhi penggunaan lahan yang efisien. Pemilihan jenis transportasi yang tepat, seperti transportasi umum yang berkelanjutan atau pengembangan jaringan transportasi yang terintegrasi, dapat meminimalkan lahan yang digunakan untuk infrastruktur transportasi. Dengan mengoptimalkan penggunaan lahan, tata ruang dapat memberikan ruang yang lebih luas untuk keperluan lain, seperti pemukiman, pertanian, konservasi, atau ruang terbuka hijau.</p><p>&nbsp;</p><p>4. Dampak lingkungan: Transportasi memiliki dampak lingkungan yang signifikan, seperti polusi udara, polusi suara, dan emisi gas rumah kaca. Tata ruang yang baik harus memperhitungkan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh transportasi dan berusaha untuk mengurangi dampak negatifnya. Misalnya, dengan merencanakan pemukiman yang padat di sekitar pusat transportasi massal, dapat mengurangi penggunaan mobil pribadi dan mengurangi emisi gas rumah kaca.</p><p>&nbsp;</p><p>Dalam pandangan Tamin, keterkaitan erat antara tata ruang dan transportasi menekankan pentingnya integrasi dalam perencanaan dan pengembangan suatu wilayah. Dengan mempertimbangkan transportasi dalam perencanaan tata ruang dan sebaliknya, dapat menciptakan wilayah yang lebih berkelanjutan, efisien, dan nyaman bagi penduduknya.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Tamin adalah seorang pakar tata ruang dan transportasi yang terkenal di Indonesia. Menurut Tamin, tata ruang dan transportasi memiliki keterkaitan erat karena beberapa alasan berikut:

 

1. Aksesibilitas: Tata ruang yang baik harus memastikan aksesibilitas yang mudah dan efisien bagi penduduk, barang, dan jasa ke berbagai fasilitas dan tempat penting di suatu wilayah. Transportasi berperan penting dalam menyediakan sarana dan prasarana yang memungkinkan mobilitas tersebut. Jika aksesibilitas tidak diatur dengan baik, akan sulit bagi masyarakat untuk mencapai fasilitas publik, pusat bisnis, tempat kerja, pendidikan, kesehatan, dan rekreasi.

 

2. Distribusi penduduk dan aktivitas: Tata ruang mempengaruhi distribusi penduduk dan aktivitas ekonomi di suatu wilayah. Jika tata ruang yang ada tidak mempertimbangkan kebutuhan transportasi, dapat terjadi konsentrasi penduduk atau aktivitas ekonomi yang tidak seimbang. Hal ini dapat menyebabkan kemacetan, ketidakseimbangan pembangunan, dan ketimpangan sosial-ekonomi antar wilayah. Oleh karena itu, transportasi perlu diintegrasikan dalam perencanaan tata ruang untuk mencapai keseimbangan distribusi penduduk dan aktivitas.

 

3. Penggunaan lahan yang efisien: Transportasi yang efisien dapat mempengaruhi penggunaan lahan yang efisien. Pemilihan jenis transportasi yang tepat, seperti transportasi umum yang berkelanjutan atau pengembangan jaringan transportasi yang terintegrasi, dapat meminimalkan lahan yang digunakan untuk infrastruktur transportasi. Dengan mengoptimalkan penggunaan lahan, tata ruang dapat memberikan ruang yang lebih luas untuk keperluan lain, seperti pemukiman, pertanian, konservasi, atau ruang terbuka hijau.

 

4. Dampak lingkungan: Transportasi memiliki dampak lingkungan yang signifikan, seperti polusi udara, polusi suara, dan emisi gas rumah kaca. Tata ruang yang baik harus memperhitungkan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh transportasi dan berusaha untuk mengurangi dampak negatifnya. Misalnya, dengan merencanakan pemukiman yang padat di sekitar pusat transportasi massal, dapat mengurangi penggunaan mobil pribadi dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

 

Dalam pandangan Tamin, keterkaitan erat antara tata ruang dan transportasi menekankan pentingnya integrasi dalam perencanaan dan pengembangan suatu wilayah. Dengan mempertimbangkan transportasi dalam perencanaan tata ruang dan sebaliknya, dapat menciptakan wilayah yang lebih berkelanjutan, efisien, dan nyaman bagi penduduknya.

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

indonesia merupakan negara yang sangat subur yang mana sektor pertanian sangat berpotensi untuk menjadi pendorong kemajuan nasional, namun saaat ini sektor agrikutur masih mengalami banyak hambatan, jelaskan yang menjadi penghambat perkembangan agrikultur di indonesia

81

3.7

Jawaban terverifikasi