Aini N

01 Desember 2023 13:45

Aini N

01 Desember 2023 13:45

Pertanyaan

Pada awalnya Pepera dilakukan di Irian Barat dilaksanakan dengan metode One Man One Vote akan tetapi pada praktiknya metode ini mengalami perubahan karena... A. Metode Many Man Many Vote lebih cepat dilakukan B. Rakyat Papua menghendaki satu orang untuk satu suara C. Metode One Man One Vote tidak sesuai dengan budaya Indonesia D. Metode One Man One Vote menunjukkan adanya musyawarah mufakat E. Rakyat Papua telah menyatukan keinginan untuk bergabung dengan Indonesia

Pada awalnya Pepera dilakukan di Irian Barat dilaksanakan dengan metode One Man One Vote akan tetapi pada praktiknya metode ini mengalami perubahan karena...

A. Metode Many Man Many Vote lebih cepat dilakukan

B. Rakyat Papua menghendaki satu orang untuk satu suara 

C. Metode One Man One Vote tidak sesuai dengan budaya Indonesia

D. Metode One Man One Vote menunjukkan adanya musyawarah mufakat

E. Rakyat Papua telah menyatukan keinginan untuk bergabung dengan Indonesia

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

10

:

41

:

40

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Nanda R

Community

20 Juni 2024 02:57

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang tepat adalah:</p><p>D. Metode One Man One Vote menunjukkan adanya musyawarah mufakat</p><p>Penjelasan:</p><p>Pada awalnya, Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) di Irian Barat (sekarang Papua dan Papua Barat) direncanakan menggunakan metode One Man One Vote, di mana setiap pemilih memiliki satu suara. Namun, dalam praktiknya, metode ini mengalami perubahan karena adanya keinginan untuk mencapai musyawarah mufakat atau konsensus antara berbagai pihak yang terlibat dalam proses Pepera.</p><p>Proses Pepera di Papua pada tahun 1969 memang melibatkan berbagai diskusi, negosiasi, dan perundingan antara pemerintah Indonesia, pemerintah Belanda (yang sebelumnya mengelola wilayah tersebut), dan perwakilan masyarakat Papua. Penentuan akhir dilakukan melalui Musyawarah Besar yang dihadiri oleh berbagai pemuka adat dan tokoh masyarakat Papua.</p><p>Oleh karena itu, pilihan D adalah jawaban yang sesuai karena menunjukkan alasan perubahan metode dalam Pepera di Irian Barat yang lebih mendukung prinsip musyawarah mufakat.</p>

Jawaban yang tepat adalah:

D. Metode One Man One Vote menunjukkan adanya musyawarah mufakat

Penjelasan:

Pada awalnya, Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) di Irian Barat (sekarang Papua dan Papua Barat) direncanakan menggunakan metode One Man One Vote, di mana setiap pemilih memiliki satu suara. Namun, dalam praktiknya, metode ini mengalami perubahan karena adanya keinginan untuk mencapai musyawarah mufakat atau konsensus antara berbagai pihak yang terlibat dalam proses Pepera.

Proses Pepera di Papua pada tahun 1969 memang melibatkan berbagai diskusi, negosiasi, dan perundingan antara pemerintah Indonesia, pemerintah Belanda (yang sebelumnya mengelola wilayah tersebut), dan perwakilan masyarakat Papua. Penentuan akhir dilakukan melalui Musyawarah Besar yang dihadiri oleh berbagai pemuka adat dan tokoh masyarakat Papua.

Oleh karena itu, pilihan D adalah jawaban yang sesuai karena menunjukkan alasan perubahan metode dalam Pepera di Irian Barat yang lebih mendukung prinsip musyawarah mufakat.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi