Mohammad C
04 September 2023 07:34
Mohammad C
04 September 2023 07:34
Pertanyaan
1
2
Ilhamhaqiqi I
04 September 2023 12:27
Indonesia telah mengalami berbagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat dalam sejarahnya. Salah satu pelanggaran HAM berat yang signifikan adalah Peristiwa 1965-1966. Berikut penjelasannya:
**Peristiwa 1965-1966:**
- **Deskripsi:** Peristiwa ini terjadi setelah upaya kudeta militer di Indonesia pada tahun 1965 yang gagal. Sebagai tanggapan, terjadi gelombang pembunuhan massal, penghilangan paksa, dan penahanan terhadap individu-individu yang dianggap terlibat atau diduga terlibat dalam kudeta tersebut. Tidak ada peradilan yang adil selama peristiwa ini, dan perkiraan korban berkisar dari ratusan ribu hingga jutaan orang.
**Mengapa Termasuk dalam Pelanggaran HAM Berat:**
- **Pelanggaran HAM Massal:** Peristiwa 1965-1966 melibatkan pelanggaran HAM massal dalam bentuk pembunuhan massal dan penghilangan paksa yang merenggut nyawa ribuan hingga jutaan orang.
- **Ketidakadilan Sistemik:** Tidak ada peradilan yang adil atau proses hukum yang layak selama peristiwa ini. Banyak yang ditahan tanpa dakwaan resmi atau pengadilan yang adil.
- **Penghilangan Identitas:** Banyak orang yang menghilang selama peristiwa ini, dan keluarga mereka tidak diberitahu tentang nasib mereka, yang merupakan bentuk serius dari pelanggaran HAM berat.
- **Tidak Ada Pertanggungjawaban:** Tidak ada pertanggungjawaban yang signifikan terhadap pelaku pelanggaran HAM selama peristiwa ini, yang menunjukkan pengabaian yang serius terhadap hak asasi manusia.
Peristiwa 1965-1966 adalah salah satu contoh pelanggaran HAM berat di Indonesia yang mempengaruhi berjuta-juta orang dan meninggalkan dampak yang masih terasa hingga saat ini.
· 0.0 (0)
Sahel S
06 September 2023 02:36
Salah satu pelanggaran HAM berat yang pernah terjadi di Indonesia adalah Tragedi Tanjung Priok pada 12 September 1984. Peristiwa ini terjadi saat aparat keamanan membubarkan sebuah pertemuan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, yang dihadiri oleh kelompok masyarakat yang memiliki keberatan terhadap pemerintah saat itu.
Dalam peristiwa tersebut, aparat keamanan melakukan tindakan kekerasan yang tidak proporsional terhadap peserta pertemuan. Mereka menggunakan senjata api, gas air mata, dan alat-alat pemukul untuk membubarkan massa. Banyak orang yang tewas dan luka-luka akibat serangan aparat.
Tragedi Tanjung Priok termasuk dalam pelanggaran HAM berat karena melanggar sejumlah prinsip dasar HAM yang meliputi hak hidup, hak tidak disiksa, dan hak kebebasan berekspresi. Aparat keamanan tidak hanya menggunakan kekuatan yang berlebihan, tetapi juga mengeksekusi beberapa peserta pertemuan tanpa melalui proses hukum yang adil. Hal ini melanggar prinsip penting HAM, termasuk hak atas kehidupan, keselamatan, dan kebebasan individu. Pelanggaran semacam ini dianggap berat karena mengakibatkan kerugian nyata dan serius terhadap hak-hak asasi manusia individu dan kolektif.
· 0.0 (0)
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!