A B

03 Oktober 2023 04:55

A B

03 Oktober 2023 04:55

Pertanyaan

Pendekatan klasik seperti teori ilmiah manajemen dan pendekatan modern seperti teori kontingensi melibatkan perbedaan dalam pandangan mereka tentang pengelolaan organisasi. Berikan Analisa Anda mengenai perbedaan utama antara pendekatan klasik (teori ilmiah manajemen) dan pendekatan modern (teori kontingensi).

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

09

:

35

:

01

Klaim

3

1

Jawaban terverifikasi

Sahel S

03 Oktober 2023 12:42

Jawaban terverifikasi

<p>Perbedaan utama antara pendekatan klasik (teori ilmiah manajemen) dan pendekatan modern (teori kontingensi) dalam pengelolaan organisasi adalah dalam pandangan mereka tentang bagaimana organisasi harus diatur dan dipimpin.</p><p>Pendekatan klasik dalam pengelolaan organisasi, seperti teori ilmiah manajemen, berfokus pada penciptaan dan penerapan prinsip universal yang dapat diterapkan di berbagai situasi organisasional. Pendekatan ini didasarkan pada keyakinan bahwa ada prinsip-prinsip manajemen yang dapat ditemukan, dipelajari, dan diterapkan secara konsisten untuk mencapai keefektifan organisasi. Teori ilmiah manajemen, yang dikembangkan oleh Frederick Taylor dan Henri Fayol, menekankan pentingnya spesialisasi tugas, pemisahan antara manajemen dan pekerjaan, serta penerapan metode ilmiah untuk meningkatkan efisiensi produksi.</p><p>Di sisi lain, pendekatan modern dalam pengelolaan organisasi, seperti teori kontingensi, lebih mengakui kompleksitas dan heterogenitas organisasi. Pendekatan ini berpendapat bahwa tidak ada satu pendekatan manajemen yang benar untuk semua situasi organisasional. Itu berarti bahwa praktik manajemen yang efektif mungkin berbeda tergantung pada faktor-faktor kontekstual atau situasional, seperti lingkungan organisasi, struktur organisasi, budaya organisasi, dan tujuan organisasi. Pandangan yang lebih terlibat dalam teori kontingensi adalah adanya hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel kontekstual dan praktek-praktek manajemen yang sukses.</p><p>Selain itu, pendekatan klasik cenderung mengandalkan hierarki dan otoritas formal dalam pengambilan keputusan dan pengendalian organisasi. Di sisi lain, pendekatan modern memberikan perhatian pada partisipasi, hubungan timbal balik, dan kemampuan adaptasi organisasi terhadap perubahan dan ketidakpastian.</p><p>Dalam kesimpulannya, perbedaan utama antara pendekatan klasik (teori ilmiah manajemen) dan pendekatan modern (teori kontingensi) adalah bahwa pendekatan klasik lebih menekankan prinsip-prinsip universal dan metode ilmiah, sementara pendekatan modern lebih mengakui kompleksitas dan heterogenitas organisasi serta pentingnya konteks dan situasi dalam pengambilan keputusan manajemen.</p>

Perbedaan utama antara pendekatan klasik (teori ilmiah manajemen) dan pendekatan modern (teori kontingensi) dalam pengelolaan organisasi adalah dalam pandangan mereka tentang bagaimana organisasi harus diatur dan dipimpin.

Pendekatan klasik dalam pengelolaan organisasi, seperti teori ilmiah manajemen, berfokus pada penciptaan dan penerapan prinsip universal yang dapat diterapkan di berbagai situasi organisasional. Pendekatan ini didasarkan pada keyakinan bahwa ada prinsip-prinsip manajemen yang dapat ditemukan, dipelajari, dan diterapkan secara konsisten untuk mencapai keefektifan organisasi. Teori ilmiah manajemen, yang dikembangkan oleh Frederick Taylor dan Henri Fayol, menekankan pentingnya spesialisasi tugas, pemisahan antara manajemen dan pekerjaan, serta penerapan metode ilmiah untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Di sisi lain, pendekatan modern dalam pengelolaan organisasi, seperti teori kontingensi, lebih mengakui kompleksitas dan heterogenitas organisasi. Pendekatan ini berpendapat bahwa tidak ada satu pendekatan manajemen yang benar untuk semua situasi organisasional. Itu berarti bahwa praktik manajemen yang efektif mungkin berbeda tergantung pada faktor-faktor kontekstual atau situasional, seperti lingkungan organisasi, struktur organisasi, budaya organisasi, dan tujuan organisasi. Pandangan yang lebih terlibat dalam teori kontingensi adalah adanya hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel kontekstual dan praktek-praktek manajemen yang sukses.

Selain itu, pendekatan klasik cenderung mengandalkan hierarki dan otoritas formal dalam pengambilan keputusan dan pengendalian organisasi. Di sisi lain, pendekatan modern memberikan perhatian pada partisipasi, hubungan timbal balik, dan kemampuan adaptasi organisasi terhadap perubahan dan ketidakpastian.

Dalam kesimpulannya, perbedaan utama antara pendekatan klasik (teori ilmiah manajemen) dan pendekatan modern (teori kontingensi) adalah bahwa pendekatan klasik lebih menekankan prinsip-prinsip universal dan metode ilmiah, sementara pendekatan modern lebih mengakui kompleksitas dan heterogenitas organisasi serta pentingnya konteks dan situasi dalam pengambilan keputusan manajemen.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Salah satu faktor penghambat perdagangan internasional adalah ....

56

5.0

Jawaban terverifikasi