Marsyandha A

12 Desember 2022 12:55

Marsyandha A

12 Desember 2022 12:55

Pertanyaan

PT Cahaya membeli sebuah mesin seharga Rp 15.000,00 pada tangg 1 Januari 2019. PT Cahaya telah mengeluarkan biaya transportasi sebesar Rp 1.300,00 dan menghabiskan Rp 2.500,00 untuk pemasangan mesin. Kemudian mesin tersebut rusak dan menimbulkan biaya sebesar Rp 600,00 untuk perbaikan. Penyusutan dibebankan sebesar 10% per tahun. Nilai catat mesin pada laporan posisi keuangan PT Cahaya pada tanggal 31 Desember 2019..

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

04

:

41

:

16

Klaim

1

2


Kevin L

Gold

10 Januari 2024 04:41

Dari pertanyaan yang diberikan, topik yang sedang dibahas adalah tentang perhitungan nilai catat mesin dalam laporan posisi keuangan. Konsep yang digunakan adalah perhitungan harga perolehan dan penyusutan mesin. Harga perolehan mesin adalah total dari harga beli mesin ditambah dengan biaya-biaya yang dikeluarkan sebelum mesin siap digunakan. Sedangkan penyusutan adalah penurunan nilai aset karena usia dan pemakaian. Penjelasan: 1. Pertama, kita hitung harga perolehan mesin. Harga perolehan mesin adalah total dari harga beli mesin ditambah dengan biaya-biaya yang dikeluarkan sebelum mesin siap digunakan. Dalam hal ini, harga beli mesin adalah Rp 15.000,00, biaya transportasi sebesar Rp 1.300,00, biaya pemasangan Rp 2.500,00, dan biaya perbaikan Rp 600,00. Jadi, harga perolehan mesin = harga beli + biaya transportasi + biaya pemasangan + biaya perbaikan = Rp 15.000,00 + Rp 1.300,00 + Rp 2.500,00 + Rp 600,00 = Rp 19.400,00. 2. Kedua, kita hitung penyusutan mesin per tahun. Penyusutan mesin dihitung dengan metode garis lurus, yaitu (harga perolehan - nilai residu) / umur ekonomis. Dalam hal ini, umur ekonomis mesin tidak disebutkan, jadi kita asumsikan umur ekonomis mesin adalah 10 tahun dan nilai residu adalah Rp 0,00 (karena tidak disebutkan). Jadi, penyusutan per tahun = (harga perolehan - nilai residu) / umur ekonomis = (Rp 19.400,00 - Rp 0,00) / 10 tahun = Rp 1.940,00 per tahun. 3. Ketiga, kita hitung nilai catat mesin pada tanggal 31 Desember 2019. Nilai catat mesin adalah harga perolehan mesin dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Dalam hal ini, akumulasi penyusutan adalah penyusutan per tahun dikalikan dengan jumlah tahun sejak mesin dibeli hingga tanggal 31 Desember 2019. Jadi, akumulasi penyusutan = penyusutan per tahun x jumlah tahun = Rp 1.940,00 x 1 tahun = Rp 1.940,00. Maka, nilai catat mesin = harga perolehan - akumulasi penyusutan = Rp 19.400,00 - Rp 1.940,00 = Rp 17.460,00. Kesimpulan: Nilai catat mesin pada laporan posisi keuangan PT Cahaya pada tanggal 31 Desember 2019 adalah Rp 17.460,00. Semoga penjelasan ini membantu kamu 🙂.


Nanda R

Community

14 Januari 2024 14:06

<p>Berdasarkan informasi yang diberikan, PT Cahaya membeli mesin seharga Rp 15.000.000,00 pada tanggal 1 Januari 2019. Selain harga mesin, perusahaan juga mengeluarkan biaya transportasi sebesar Rp 1.300.000,00 dan biaya pemasangan sebesar Rp 2.500.000,00. Kemudian, mesin mengalami kerusakan dan diperbaiki dengan biaya Rp 600.000,00. Penyusutan mesin dibebankan sebesar 10% per tahun.Untuk membuat jurnal penyesuaian per 31 Desember 2019, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:</p><ol><li>Menghitung nilai perolehan mesin:<ul><li>Harga mesin + Biaya transportasi + Biaya pemasangan = Rp 15.000.000,00 + Rp 1.300.000,00 + Rp 2.500.000,00 = Rp 18.800.000,00</li></ul></li><li>Menghitung akumulasi penyusutan:<ul><li>Akumulasi penyusutan = Harga perolehan mesin * Tingkat penyusutan = Rp 18.800.000,00 * 10% = Rp 1.880.000,00</li></ul></li><li>Menghitung nilai buku mesin per 31 Desember 2019:<ul><li>Nilai buku mesin = Harga perolehan mesin - Akumulasi penyusutan = Rp 18.800.000,00 - Rp 1.880.000,00 = Rp 16.920.000,00</li></ul></li></ol><p>Jurnal penyesuaian per 31 Desember 2019 adalah:</p><p>Pengakuan penyusutan: Biaya penyusutan mesin (Pendapatan) &nbsp; &nbsp; 1.880.000,00 &nbsp; &nbsp;Akumulasi penyusutan mesin (Neraca) &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;1.880.000,00</p><p>Dengan demikian, nilai catat mesin pada laporan posisi keuangan PT Cahaya pada tanggal 31 Desember 2019 adalah Rp 16.920.000,00.</p>

Berdasarkan informasi yang diberikan, PT Cahaya membeli mesin seharga Rp 15.000.000,00 pada tanggal 1 Januari 2019. Selain harga mesin, perusahaan juga mengeluarkan biaya transportasi sebesar Rp 1.300.000,00 dan biaya pemasangan sebesar Rp 2.500.000,00. Kemudian, mesin mengalami kerusakan dan diperbaiki dengan biaya Rp 600.000,00. Penyusutan mesin dibebankan sebesar 10% per tahun.Untuk membuat jurnal penyesuaian per 31 Desember 2019, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Menghitung nilai perolehan mesin:
    • Harga mesin + Biaya transportasi + Biaya pemasangan = Rp 15.000.000,00 + Rp 1.300.000,00 + Rp 2.500.000,00 = Rp 18.800.000,00
  2. Menghitung akumulasi penyusutan:
    • Akumulasi penyusutan = Harga perolehan mesin * Tingkat penyusutan = Rp 18.800.000,00 * 10% = Rp 1.880.000,00
  3. Menghitung nilai buku mesin per 31 Desember 2019:
    • Nilai buku mesin = Harga perolehan mesin - Akumulasi penyusutan = Rp 18.800.000,00 - Rp 1.880.000,00 = Rp 16.920.000,00

Jurnal penyesuaian per 31 Desember 2019 adalah:

Pengakuan penyusutan: Biaya penyusutan mesin (Pendapatan)     1.880.000,00    Akumulasi penyusutan mesin (Neraca)              1.880.000,00

Dengan demikian, nilai catat mesin pada laporan posisi keuangan PT Cahaya pada tanggal 31 Desember 2019 adalah Rp 16.920.000,00.


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Salah satu faktor penghambat perdagangan internasional adalah ....

23

5.0

Jawaban terverifikasi