A B

30 Mei 2023 08:42

A B

30 Mei 2023 08:42

Pertanyaan

PT. Darma menggunakan kombinasi dari sistem biaya proses dan sistem biaya pesanan, yang dikenal dengan operations costing. Jelaskan mengenai hal tersebut dan berikan contoh!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

15

:

44

:

09

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

A. Selvi

Mahasiswa/Alumni Politeknik Negeri Ujung Pandang

30 Mei 2023 13:32

Jawaban terverifikasi

<p>Simak jawabannya pada pembahasan berikut!</p><p>&nbsp;</p><p>Operations costing merupakan metode pencatatan biaya produksi yang menggabungkan antara metode full costing (biaya proses) dengan job order costing (biaya pesanan). Metode ini digunakan pada perusahaan yang memiliki tingkat kompleksitas produksi yang tinggi karena melakukan kegiatan produksi dengan jumlah besar, namun juga menerima pesanan produk dengan spesifikasi khusus.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Biaya yang diperhitungkan dalam metode operations costing diantaranya biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Saat perusahaan melakukan kegiatan produksi dalam jumlah besar, maka perusahaan akan menggunakan metode full costing untuk mencatat biaya produksinya. Namun disaat perusahaan memperoleh pesanan produk, maka perusahaan akan mencatat produksi atas pesanan dengan metode job order costing.</p><p>&nbsp;</p><p>Adapun contoh dari penerapan operations costing dijelaskan sebagai berikut.</p><p>&nbsp;</p><p>PD Darma merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri keramik. PD Darma melakukan produksi keramik dalam jumlah besar untuk sekali produksi, dan juga menerima pesanan apabila ada pelanggan yang ingin memesan keramik dengan desain khusus. Ketika PD Darma memproduksi keramik dalam jumlah besar tanpa adanya pesanan, maka PD Darma akan menggunakan metode full costing (biaya proses). Sedangkan apabila PD Darma memproduksi keramik atas dasar pesanan, maka PD Darma akan menggunakan metode job order costing (biaya pesanan).</p>

Simak jawabannya pada pembahasan berikut!

 

Operations costing merupakan metode pencatatan biaya produksi yang menggabungkan antara metode full costing (biaya proses) dengan job order costing (biaya pesanan). Metode ini digunakan pada perusahaan yang memiliki tingkat kompleksitas produksi yang tinggi karena melakukan kegiatan produksi dengan jumlah besar, namun juga menerima pesanan produk dengan spesifikasi khusus. 

 

Biaya yang diperhitungkan dalam metode operations costing diantaranya biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Saat perusahaan melakukan kegiatan produksi dalam jumlah besar, maka perusahaan akan menggunakan metode full costing untuk mencatat biaya produksinya. Namun disaat perusahaan memperoleh pesanan produk, maka perusahaan akan mencatat produksi atas pesanan dengan metode job order costing.

 

Adapun contoh dari penerapan operations costing dijelaskan sebagai berikut.

 

PD Darma merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri keramik. PD Darma melakukan produksi keramik dalam jumlah besar untuk sekali produksi, dan juga menerima pesanan apabila ada pelanggan yang ingin memesan keramik dengan desain khusus. Ketika PD Darma memproduksi keramik dalam jumlah besar tanpa adanya pesanan, maka PD Darma akan menggunakan metode full costing (biaya proses). Sedangkan apabila PD Darma memproduksi keramik atas dasar pesanan, maka PD Darma akan menggunakan metode job order costing (biaya pesanan).


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Salah satu faktor penghambat perdagangan internasional adalah ....

38

5.0

Jawaban terverifikasi