Anthony S

12 Januari 2024 19:12

Anthony S

12 Januari 2024 19:12

Pertanyaan

Sebuah prisma kaca berbentuk segitiga. Sinar yang datang tegak lurus pada salah satu sisinya dipantulkan secara total. Jika sudut datang θd = 45°, apa yang terjadi jika prisma dibenamkan dalam air yang mempunyai indeks bias n = 1,33?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

19

:

06

:

21

Klaim

0

0


Empty Comment

Belum ada jawaban 🤔

Ayo, jadi yang pertama menjawab pertanyaan ini!

Mau jawaban yang cepat dan pasti benar?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Temukan jawabannya dari Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

H.B. Jassin, Paus Sastra Indonesia H.B Jassin merupakan tokoh sastra Indonesia kelahiran Gorontalo, pada tanggal 31 juli 1917. Bernama lengkap Hans Bague Jassin, ia adalah tokoh yang banyak mempunyai andil dalam kemajuan sastra di tanah air kita ini. Pemerhati yang amat berjasa dalam mengembangkan sastra dan tata bahasa Indonesia. Masih segar dalam catatan sejarah sastra dan kebudayaan di Indonesia, tentang kurang lebih 30 ribuan koleksi H.B. Jassin baik berupa buku, majalah sastra, guntingan surat kabar, dan catatan-catatan pribadi dari pengarang yang ada di Indonesia. Kini koleksi itu tersimpan di pusat dokumentasi sastra H.B. Jassin di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Hal itu membuktikan bahwa H.B. Jassin sangat peduli dengan sastra dan menjalaninya dengan ketekunan, sebab butuh ketelitian yang lebih dalam menata koleksi-koleksi sastra yang berhasil dihimpun. Tidak dapat dipungkiri, fakta tentang besarnya pengaruh H.B. Jassin di kalangan sesama sastrawan, bahkan H.B. Jassin sampai dijuluki "Paus Sastra Indonesia" oleh Gajus Siagian. Hal ini terjadi karena pada waktu itu, setiap sastrawan akan benar-benar diterima di kalangan sastrawan Indonesia pada waktu itu apabila telah mendapat pengakuan dari H.B. Jassin. Agak berlebihan memang, tetapi itulah fakta yang terjadi pada waktu itu. Contoh yang paling dikenal adalah Chairil Anwar yang dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor angkatan 45. Sampai-sampai Prof. A.A. Teeuw yang juga seorang ahli sastra Indonesia pun menyempatkan diri untuk memberi sebuah julukan lain bagi H.B. Jassin, yaitu "Wali Penjaga Sastra Indonesia." Semasa hidupnya, H.B. Jassin adalah sosok yang sangat peduli dengan sastra dan perkembangannya di Indonesia. Ia memberikan perhatiannya dari waktu ke waktu dalam mendorong kemajuan sastra dan kebudayaan di Indonesia. H.B. Jassin juga dikenal oleh banyak kalangan sebagai kritisi sastra terkemuka Indonesia, dan kesemuanya itu bukanlah asal kritikan yang tanpa memiliki dasar. Hal itu disebabkan H.B. Jassin yang memiliki dokumntasi sastra pribadi yang paling lengkap, yang sudah pasti menjadi acuannya, sebagai bahan perbandingan yang yang relevan. H.B. Jassin merupakan anak kedua dari enam bersaudara. Ayahnya bernama Bague Mantu Jassin, seorang kerani (pegawai) Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM), dan ibunya bernama Habiba Jau. Kegemarannya dalam membaca telah terlihat ketika memulai pendidikannya di Hollansislanse School (HIS). Dari sini pulalah ia mulai mengenal hal-hal tentang sastra, terutama mengarang dan puisi. Bakatnya itu semakin jelas terlihat setelah tamat MULO, yaitu ketika dia di HBS yang dijalaninya di Medan, karena mengikuti ayahnya yang pada waktu itu harus pindah ke BPM di Pangkalan Brandan. Beberapa karyanya telah dimuat di majalah pada waktu itu. Setelah tamat dari HBS, H.B. Jassin bekerja di kantor Asisten Residen Gorontalo. Walaupun hal itu dilakoni dengan tanpa menerima gaji, namun memberinya banyak kesempatan untuk dapat mempelajari cara membuat dokumentasi secara baik. Kemudian H.B. Jassin menerima tawaran pekerjaan dari Sutan Takdir Alisjahbana, yang pada waktu itu adalah redaktur majalah Balai Poestaka tahun 1940. Selama bekerja di Balai Pustaka, H.B. Jassin menulis juga beberapa cerpen dan sajak. Kemudian H.B. Jassin pindah ke bidang kritik serta dokumentasi sastra. Semasa di Balai Pustaka ini jugalah, H.B. Jassin mulai mengenal banyak sastrawan yang telah lebih dahulu dikenal. Ketika pindah di bidang kritik serta dokumentasi sastra, H.B. Jassin banyak belajar tentang bagaimana cara membuat sebuah timbangan buku yang baik, dan hal ini dia perolehnya dari Armin Pane. H.B. Jassin juga pernah menjadi redaktur di beberapa majalah sastra dan budaya seperti Horison, Mimbar Indonesia, Pandji Poestaka, Pantja Raja, Zenith, Kisah, Sastra, Buku Kita dan Medan Ilmu Pengetahuan. Gelar kesarjananya dari jurusan sastra di Fakultas Sastra Universitas Indonesia diperolehnya pada tahun 1957. Kemudian doktor sastra modern ini memperoleh doktor honoris causa-nya juga di Universitas Indonesia. H.B. Jassin juga sempat mendalami ilmu tentang perbandingan sastra di Universitas Yale, Amerika Serikat. H.B. Jassin adalah tipe sastrawan yang lebih banyak menulis dan sangat berhati-hati ketika berbicara. Kehati-hatiannya ini, membuat dia kadang menolak ketika didaulat untuk berbicara di depan publik pada kegiatan-kegiatan resmi, seperti seminar atau simposium. Tawaran untuk dia agar tampil sebagai pembicara, pasti akan ditampiknya, jika sadar bahwa ujung-ujungnya akan menghasilkan sebuah perdebatan. Dia pernah dikecam setelah menandatangani Manifestasi Kebudayaan (Manikebu). Oleh kelompok Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat), H.B. Jassin dianggap sosok yang anti-Soekarno. Oleh karena itu, dia dipecat sebagai staf pengajar di Universitas Indonesia dan dari lembaga bahasa. Cerpen karangan H.B. Jassin yang berjudul "Panji Kusmin, Langit Makin Mendung", yang dimuat pada majalah sastra, 1971 bahkan sempat dianggap menghina Tuhan, yang berujung sampai ke persidangan. Di pengadilan, H.B. Jassin diminta untuk mengungkapkan siapa tokoh yang bernama Ki Panji Kusmin dalam cerpen itu. Satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun adalah imbalan, karena H.B. Jassin menolak untuk mengungkapkan tentang siapa Ki Panji Kusmin. Perceraian H.B. Jassin dengan Tientje van Buren adalah riwayat dari 3 kali menikah yang dialaminya. Istri kedua dari tokoh yang memiliki 4 orang anak ini adalah Arsiti, yang kemudian meninggal pada tahun 1962 setelah memberinya 2 orang anak. Satu lagi wanita bernama Yuliko Willem adalah istri terakhir H.B. Jassin yang juga memberinya 2 orang anak. H.B. Jassin meninggal di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, pada tanggal 11 maret 2000, dalam usia 83 tahun. Sebagai penghormatan pemerintah Republik Indonesia atas jasa-jasa beliau, H.B. Jassin dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta. Sastrawan besar itu telah pergi untuk selamanya, namun jasa dan pengabdiannya dalam membesarkan sastra dan kebudayaan di tanah air, akan selalu ada dalam kenangan sejarah bangsa ini. Sastrawan sekaligus pengkritik sastra indonesia ini meninggalkan banyak bukti otentik tentang lingkaran sejarah sastra dan kesusastraan di tanah air ini. Tak kurang, sebuah pernyataan almarhum mantan presiden Kyai Haji Abdurahman Wahid atau Gus Dur yang menerangkan, "saya dibesarkan dalam tulisan beliau dalam mimbar Indonesia dan pada beberapa buku, saya menghormati beliau, karena beliau adalah raksasa tern pat kita berutang kepadanya". Gus Dur adalah pengagum salah satu tulisan H.B. Jassin yang berjudul "Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai," yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1954. (Dicuplik dengan penggubahan dari www.pendjarasoetji.blogspot.co.idjtakoh-sastra-indonesia. html) 8c. Kata sifat apa yang mungkin akan sering kamu gunakan untuk menggambarkan H.B. Jassin?

5

0.0

Jawaban terverifikasi

Dilema Nara Karya: Alya Khalisah - Nana terbangun karena sinar matahari menembus jendela kamarnya yang entah sejak kapan terbuka. Sejenak, ia hanya menatap langit-langit kamar. Matanya masih terasa sembab, sisa tangisan tadi malam. Kemudian, Nana bangun dan duduk di sisi ranjang kecilnya. Gadis itu memandang sekeliling kamar, dan tiba-tiba, suara pecahan kaca terdengar dari luar. Nana menutup kedua telinganya kuat-kuat, enggan mendengar apa pun. Setetes bening air matanya bergulir di pipi. Wajahnya dibenamkan dalam kedua telapak tangan yang lemah. Rasanya ia sudah tak sanggup lagi hidup dalam situasi seperti ini. Ia tak kuat hidup dalam lingkaran kesedihan yang menggiringnya menuju kegilaan. Nana berjalan perlahan ke luar rumah, di antara jalanan sepi sambil menundukkan kepala seolah malu dunia melihatnya. Ia menatap siluet hitamnya di antara bayang-bayang pepohonan dan rumah. Nana berhenti melangkah saat seseorang menghalangi bayangannya. “Ada yang ingin kukatakan padamu.” Orang itu mulai berbicara kepadanya. Nana mendongak. Wajahnya terasa familiar. “Kenapa?” Gadis itu bertanya dengan wajah datar, tapi Nara hanya diam. “KENAPA KAMU HARUS LAHIR DI DUNIA INI?!” Ia mulai membentak. Gadis itu melayangkan telapak tangannya ke pipi Nara. “PERGI!” Nana tak sanggup menatap lawan bicaranya. Ia hanya memegang pipinya yang terasa nyeri karena tamparan barusan. Hilanglah dari dunia ini, dasar penghancur keluarga orang! hardik gadis itu. Nana terisak diiringi suara teriakan gadis itu di telinganya. Tetesan bening meleleh, merayapi sudut wajahnya. Nana adalah anak perempuan biasa yang hidup dengan kasih sayang utuh dari orang tua. Ia hidup berkecukupan, bahkan lebih. Semula, ia mengira hidup dalam zona kesempurnaan. Tetapi ternyata, semua itu hanya bualan. Ayahnya, ternyata, seorang pria yang telah berkeluarga. Saat itulah ia menyadari, ibunya adalah istri kedua ayahnya. Keluarganya tidak diinginkan oleh semua orang. Ibunya dianggap wanita yang tak punya harga diri. Tidak ada yang sudi berbagi nafas dan tempat dengan keluarga Nana. Mereka tidak pernah mau tahu separah apakah kerusakan jiwa yang mendera orang yang mereka cemooh. Istri pertama ayah Nana adalah sahabat dekat ibu Nana. Sahabat dekat yang saling mengaitkan janji satu sama lain sejak duduk di bangku sekolah untuk tidak mengkhianati. Begitu istri pertama ayahnya mengetahui apa yang telah terjadi, ia tentu syok berat. Suami yang ia cintai, berpaling darinya. Sahabat yang paling ia percaya, mengkhianatinya dalam waktu yang sama. Nira, anak istri pertama ayahnya, pun tak percaya. Ia nyaris pingsan saat ayahnya mengungkapkan hal itu sendiri. Selanjutnya, teror mulai berdatangan sebagai tanda balas dendam. Mulai dari pecahnya kaca jendela di rumah, hingga lemparan api untuk rumahnya. “Na?” Lamunan Nana terhenti. Gadis itu tetap diam, memandang kosong. “Nana? Sayang, kamu ada di dalam, kan?” Panggilan itu tak membuat Nana beranjak dari posisi yang nyaman bagi dirinya. Kemudian ketukan demi ketukan tak bernada mulai terdengar dari balik pintu. “Nana, buka pintunya, Sayang. Ibu mau bicara mengenai kepindahan kita,” Memang, keluarganya berencana untuk pindah. Pindah ke wilayah yang cukup jauh untuk mengubur kelamnya masa lalu dan melanjutkan hidup. Tapi baginya, pindah rumah hanyalah bentuk pelarian diri. Raganya takkan teraniaya lagi. Namun, jiwa dan pikirannya telah menyatu dengan frustasi berkepanjangan yang diderita Nana selama ini. Ia tetap tidak akan hidup dalam damai seperti sebelumnya. Nana bergeming. Dalam pikirannya yang kalut, ia mengingat Nira. Gadis itu ingi ia lenyap dari dunia ini. Ia ingin Nana musnah. Nara tahu apa artinya itu. * Nana memandangi tubuh kakunya yang ditumpahi tangisan dan penyesalan yang terlontar dari ayah dan ibunya. Ia tertegun dan mengingat kejadian yang terasa begitu cepat. Awalnya, ia berniat memutuskan urat nadi tangan kirinya dengan gunting hijau kesukaannya. Awalnya, ia tidak mau melihat orangtuanya menangis hebat sambil memeluknya. Awalnya, ia ingin merasakan rasa sakit yang mendera jiwanya lebih lama lagi. Namun, saat ia menutup mata dan menguatkan diri atas segala risiko perbuatannya nanti, seberkas cahaya putih menyinari dirinya. Sesaat, ia pikir cahaya itu hanya datang dari luapan fantasinya ketika ia sudah berhasil mati. Kemudian Nana tahu, kematiannya akan membawa segala keadaan berubah menjadi baik. Inilah yang diinginkan semua orang. Nana tersenyum. Sedikit pun, ia tak merasakan kesedihan. Ia hanya merasakan gema bebas dan damai berdengung dalam pikirannya. Sekarang, ia tak perlu lagi menerima berbagai bentuk kekerasan mental dari orang-orang di sekitarnya. Ia sudah bebas dan hidup dalam kedamaian yang dirindukan. Nana menutup matanya, merasakan seluruh sensasi dan kenikmatan damai yang mengalir di sekujur tubuhnya. Berkas-berkas cahaya itu kembali datang dan menyinari tubuhnya, menuntun gadis kecil itu menuju dimensi lain. Dimensi yang akan membawanya menuju keabadian. JELASKAN APA AMANAT PADA TEKS DIATAS!

3

0.0

Jawaban terverifikasi

Cara Menyikat Gigi dengan Benar Meskipun dilakukan setiap hari, ternyata tidak semua orang menyikat gigi" dengan benar. Lalu, bagaimana cara menyikat gigi secara benar? Berikut ini cara menyikat gigi secara benar yang dapat kalian lakukan. Pertama, perhatikan posisi sikat gigi. Cara memegang sikat gigi adalah posisikan sikat gigi pada permukaan gigi dekat tepi gusi dengan posisi sikat agak miring membentuk sudut 45°. Jadi, posisi sikat gigi tidak seluruhnya menempel pada permukaan gigi. Kedua, perhatikan gerakan saat menyikat gigi. Sikatlah gigi dari sisi depan gigi di salah satu sisi mulut. Gerakkan sikat gigi secara melingkar berlawanan jarum jam selama 20 detik untuk setiap bagian. Gerakan ini bertujuan membersihkan plak yang terselip di celah gigi dan gusi. Setelah sisi depan, sikatlah gigi bagian belakang, sisi atas, dan sisi bawah dengan gerakan maju mundur secara perlahan. Pastikan semua permukaan gigi sudah disikat. Untuk menyikat bagian gigi seri, peganglah sikat gigi secara vertikal. Anda dapat menggunakan ujung kepala sikat gigi untuk menyikat dengan gerakan ke atas dan ke bawah. Ketiga, bersihkan lidah. Untuk membersihkan permukaan lidah dengan pembersih khusus lidah. Ada jenis sikat gigi yang dilengkapi pembersih lidah. Cara menggunakannya, letakkan alat tersebut pada bagian belakang lidah, lalu tarik hingga bagian ujung depan lidah. Ulangi beberapa kali. Keempat, bersihkan sela-sela gigi. Untuk membersihkan sela-sela gigi, gunakan benang gigi. Setelah itu, bilas sisa kotoran yang terdapat di gigi dan mulut dengan air bersih. Beberapa orang yang memiliki masalah khusus dengan mulut bisa menggunakan obat kunmr nonalkohol. Misalnya, untuk menghilangkan bau mulut. Waktu ideal untuk menggosok gigi adalah dua menit. Hindari menyikat gigi terlalu keras. Hal tersebut dapat menyebabkan gusi berdarah dan terjadi peradangan. Gesekan yang terlalu keras juga menyebabkan pengikisan lapisan pelindung gigi (enamel gigi) . Untuk memastikan apakah gigi sudah bersih atau belum, dapat menggunakan ujung lidah. Jika permukaan gigi m.li.ih terasa kasar, artinya gigi belum benar-benar bersih. Enamel gigi adalah .... A. lapisan pelindung gigi B. lapisan pelindung gusi C. sela-sela gigi D. bagian permukaan lidah

1

0.0

Jawaban terverifikasi

Cara Menyikat Gigi dengan Benar Meskipun dilakukan setiap hari, ternyata tidak semua orang menyikat gigi" dengan benar. Lalu, bagaimana cara menyikat gigi secara benar? Berikut ini cara menyikat gigi secara benar yang dapat kalian lakukan. Pertama, perhatikan posisi sikat gigi. Cara memegang sikat gigi adalah posisikan sikat gigi pada permukaan gigi dekat tepi gusi dengan posisi sikat agak miring membentuk sudut 45°. Jadi, posisi sikat gigi tidak seluruhnya menempel pada permukaan gigi. Kedua, perhatikan gerakan saat menyikat gigi. Sikatlah gigi dari sisi depan gigi di salah satu sisi mulut. Gerakkan sikat gigi secara melingkar berlawanan jarum jam selama 20 detik untuk setiap bagian. Gerakan ini bertujuan membersihkan plak yang terselip di celah gigi dan gusi. Setelah sisi depan, sikatlah gigi bagian belakang, sisi atas, dan sisi bawah dengan gerakan maju mundur secara perlahan. Pastikan semua permukaan gigi sudah disikat. Untuk menyikat bagian gigi seri, peganglah sikat gigi secara vertikal. Anda dapat menggunakan ujung kepala sikat gigi untuk menyikat dengan gerakan ke atas dan ke bawah. Ketiga, bersihkan lidah. Untuk membersihkan permukaan lidah dengan pembersih khusus lidah. Ada jenis sikat gigi yang dilengkapi pembersih lidah. Cara menggunakannya, letakkan alat tersebut pada bagian belakang lidah, lalu tarik hingga bagian ujung depan lidah. Ulangi beberapa kali. Keempat, bersihkan sela-sela gigi. Untuk membersihkan sela-sela gigi, gunakan benang gigi. Setelah itu, bilas sisa kotoran yang terdapat di gigi dan mulut dengan air bersih. Beberapa orang yang memiliki masalah khusus dengan mulut bisa menggunakan obat kunmr nonalkohol. Misalnya, untuk menghilangkan bau mulut. Waktu ideal untuk menggosok gigi adalah dua menit. Hindari menyikat gigi terlalu keras. Hal tersebut dapat menyebabkan gusi berdarah dan terjadi peradangan. Gesekan yang terlalu keras juga menyebabkan pengikisan lapisan pelindung gigi (enamel gigi) . Untuk memastikan apakah gigi sudah bersih atau belum, dapat menggunakan ujung lidah. Jika permukaan gigi m.li.ih terasa kasar, artinya gigi belum benar-benar bersih. Salah satu sebab terjadinya peradangan adalah .... A. terlalu sering menyikat gigi B. salah memilih sikat gigi C. terlalu keras menyikat gigi D. tidak menggunakan obat kumur

1

0.0

Jawaban terverifikasi