Hilya H

27 Desember 2023 05:41

Hilya H

27 Desember 2023 05:41

Pertanyaan

sebutkan ciri penulisan sejarah historiografi tradisional pada periode Hindu-Budha

sebutkan ciri penulisan sejarah historiografi tradisional pada periode Hindu-Budha

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

08

:

07

:

13

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Dela A

Community

27 Desember 2023 05:45

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang tepat untuk hal tersebut adalah <strong>berikut ciri penulisan sejarah pada periode Hindu Budha</strong></p><p><strong>1. Karya penulisan yang dihasilkan merupakan terjemahan naskah Hindu dari India seperti Mahabharata dan Ramayana yang diterjemahkan dalam parwa (karya prosa epos) Jawa kuno. Buku keempat dari Mahabharata (Wirataparwa) merupakan buku pertama yang diselesaikan dan pertama dibacakan pada tahun 996 di hadapan penguasa Jawa Timur.</strong></p><p><strong>2. Historiografi tradisional bersifat religiomagis. Istilah religiomagis berasal dari kata religi dan magis. Religi yaitu kepercayaan tentang adanya kekuatan di atas manusia. Magis bersifat menimbulkan kekuatan gaib serta dapat menguasai alam sekitar. Karya yang dihasilkan memberi peranan pada kekuatan supranatural beserta peristiwa-peristiwa yang ada di luar jangkauan manusia. Contoh karya historiografi yang bersifat religiomagis antara lain Aji Saka dan Bubuksah.</strong></p><p><strong>3. Kandungan isi penulisannya bersifat keratonsentris (istanasentris). Biasanya para penguasa kerajaan tradisional berusaha melagiliminasi kekuasaannya dan mewariskan pengalaman kepada generasi penerusnya. Untuk hal itulah raja membutuhkan tulisan sejarah yang disusun oleh pujangga Keraton sehingga muncul tulisan berupa kronik dan babad. Oleh karena pandangan hidup para pujangga masih diliputi rajasentris, maka karya yang dihasilkan pun bersifat keratonsentris. Para pujangga tersebut tidak hanya menulis peristiwa yang bersifat historis, tetapi juga mitologi untuk kebesaran raja. Contoh karya jenis seni antara lain Negarakertagama dan pararaton.</strong></p>

Jawaban yang tepat untuk hal tersebut adalah berikut ciri penulisan sejarah pada periode Hindu Budha

1. Karya penulisan yang dihasilkan merupakan terjemahan naskah Hindu dari India seperti Mahabharata dan Ramayana yang diterjemahkan dalam parwa (karya prosa epos) Jawa kuno. Buku keempat dari Mahabharata (Wirataparwa) merupakan buku pertama yang diselesaikan dan pertama dibacakan pada tahun 996 di hadapan penguasa Jawa Timur.

2. Historiografi tradisional bersifat religiomagis. Istilah religiomagis berasal dari kata religi dan magis. Religi yaitu kepercayaan tentang adanya kekuatan di atas manusia. Magis bersifat menimbulkan kekuatan gaib serta dapat menguasai alam sekitar. Karya yang dihasilkan memberi peranan pada kekuatan supranatural beserta peristiwa-peristiwa yang ada di luar jangkauan manusia. Contoh karya historiografi yang bersifat religiomagis antara lain Aji Saka dan Bubuksah.

3. Kandungan isi penulisannya bersifat keratonsentris (istanasentris). Biasanya para penguasa kerajaan tradisional berusaha melagiliminasi kekuasaannya dan mewariskan pengalaman kepada generasi penerusnya. Untuk hal itulah raja membutuhkan tulisan sejarah yang disusun oleh pujangga Keraton sehingga muncul tulisan berupa kronik dan babad. Oleh karena pandangan hidup para pujangga masih diliputi rajasentris, maka karya yang dihasilkan pun bersifat keratonsentris. Para pujangga tersebut tidak hanya menulis peristiwa yang bersifat historis, tetapi juga mitologi untuk kebesaran raja. Contoh karya jenis seni antara lain Negarakertagama dan pararaton.


Kevin L

Gold

29 Desember 2023 01:20

Jawaban terverifikasi

Pertanyaan tersebut berkaitan dengan sejarah dan historiografi, khususnya pada periode Hindu-Budha. Historiografi tradisional pada periode ini memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari periode lainnya. Penjelasan: 1. Karya penulisan yang dihasilkan biasanya merupakan terjemahan naskah Hindu dari India seperti Mahabharata dan Ramayana yang diterjemahkan dalam parwa (karya prosa epos) Jawa kuno. Misalnya, buku keempat dari Mahabharata (Wirataparwa) merupakan buku pertama yang diselesaikan dan pertama dibacakan pada tahun 996 di hadapan penguasa Jawa Timur. 2. Historiografi tradisional bersifat religiomagis, yaitu memberi peranan pada kekuatan supranatural dan peristiwa-peristiwa yang ada di luar jangkauan manusia. Contoh karya historiografi yang bersifat religiomagis antara lain Aji Saka dan Bubuksah. 3. Isi penulisan biasanya bersifat keratonsentris (istanasentris), yaitu para penguasa kerajaan tradisional berusaha melagiliminasi kekuasaannya dan mewariskan pengalaman kepada generasi penerusnya. Untuk itu, raja membutuhkan tulisan sejarah yang disusun oleh pujangga Keraton sehingga muncul tulisan berupa kronik dan babad. Karya yang dihasilkan pun bersifat keratonsentris dan biasanya juga mencakup mitologi untuk kebesaran raja. Contoh karya jenis seni antara lain Negarakertagama dan pararaton. Kesimpulan: Ciri penulisan sejarah historiografi tradisional pada periode Hindu-Budha meliputi penulisan yang merupakan terjemahan naskah Hindu, bersifat religiomagis, dan bersifat keratonsentris. Semoga penjelasan ini membantu Anda ๐Ÿ™‚.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

40

5.0

Jawaban terverifikasi