Pitaloka M

23 September 2023 13:28

Pitaloka M

23 September 2023 13:28

Pertanyaan

sebutkan dualisme pemerintah yang datang dari pemerintah jakarta dan dari markas mabes tni!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

21

:

57

:

08

Klaim

3

1

Jawaban terverifikasi

Vincent M

Community

23 September 2023 14:08

Jawaban terverifikasi

Sistem dualisme pemerintahan yang datang dari pemerintah pusat di Jakarta dan dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) adalah fenomena politik yang terjadi di Indonesia pada masa lalu, terutama selama masa pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto. Istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan dualisme ini adalah "dwi-fungsi ABRI" (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), yang mencerminkan peran ganda yang dimainkan oleh militer dalam politik Indonesia. Pada saat itu, militer, termasuk Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, memiliki peran yang sangat besar dalam pemerintahan. Pemerintah sentral di Jakarta, yang dipimpin oleh presiden dan para menteri, mengatur pemerintahan sipil dan ekonomi. Namun, militer juga memiliki pengaruh yang kuat dalam politik dan pemerintahan, dan ini tercermin dalam beberapa cara: ABRI sebagai Penjaga Stabilitas Politik: Militer dianggap oleh rezim Orde Baru sebagai penjaga stabilitas politik. Mereka berperan dalam menjaga keamanan internal dan eksternal, serta dalam menghadapi ancaman terhadap rezim yang berkuasa. Panglima ABRI dalam Kabinet: Panglima ABRI sering kali memiliki kursi dalam kabinet pemerintah. Hal ini memberi militer kehadiran langsung dalam proses pengambilan keputusan pemerintah. Pengaruh dalam Pembuatan Kebijakan: Militer memiliki pengaruh dalam pembuatan kebijakan nasional, termasuk kebijakan ekonomi, sosial, dan politik. Peran dalam Penindasan: Militer terlibat dalam penindasan terhadap oposisi politik, termasuk penekanan terhadap gerakan mahasiswa dan kelompok aktivis. Pada tahun 1998, Indonesia mengalami perubahan politik yang signifikan saat terjadi Reformasi. Demonstrasi besar-besaran dan tekanan internasional mengakibatkan pengunduran diri Presiden Soeharto dan perubahan sistem politik yang lebih demokratis. Seiring dengan Reformasi, "dwi-fungsi ABRI" dihapuskan, dan militer diubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan peran yang lebih terbatas dalam politik. Kini, Indonesia adalah negara demokratis dengan pemerintahan sipil yang berfungsi sepenuhnya, dan militer berperan sebagai kekuatan pertahanan nasional.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

38

5.0

Jawaban terverifikasi