Anna T

01 Juni 2022 06:00

Anna T

01 Juni 2022 06:00

Pertanyaan

Sehari di Sungai Ciliwung Penulis: Dyah Laksmi Nur Jannah “Hei, jangan buang sampah sembarangan!” larang Dimas ketika ia melihat Aldi melempar bungkus permen ke selokan depan rumahnya. Dimas dan Aldi bersaudara sepupu. Keduanya sedang bersantai di depan rumah mereka yang berada di daerah pinggiran Jakarta. “Ah, cuma sedikit, kok, Kak,” balas Aldi santai. Matanya menatap bungkus permen yang hanyut terbawa air selokan. Aldi masih duduk di bangku kelas 5 SD. Sementara itu, Dimas sudah SMA kelas X. “Aldi tahu, enggak? Apa akibatnya jika semua orang punya pendapat seperti Aldi?” Aldi hanya mengangkat bahu. “Kalau Aldi ingin tahu, Minggu besok, Aldi ikut Kakak, yuk! Kita akan jalan-jalan ke Sungai Ciliwung,” ajak Dimas. “Wah, asyik! Naik perahu, ya, Kak?” seru Aldi bersemangat. Dimas tersenyum mengiyakan. Minggu pagi, Aldi dan Dimas berangkat menuju Sungai Ciliwung yang alirannya membelah Ibu Kota Jakarta. Di sana, mereka bergabung dengan teman-teman Dimas, para siswa SMA anggota Komunitas Peduli Lingkungan. Mereka berencana membersihkan sungai dari tumpukan sampah. Aldi tertegun memandangi air sungai yang kotor dan berwarna cokelat keruh. Puluhan kaleng, botol plastik, serta kantong plastik memenuhi permukaan air. Bahkan, ada sebuah kasur tersangkut di tepi sungai. “Hei, jangan melamun,” tegur Dimas, “Ayo, bantu Kakak memungut sampah-sampah ini.” “Ya, Kak,” dengan berpijak pada batu-batuan di sungai itu, Aldi mulai mengambil sampah yang ada di dekatnya. Dimas bercerita bahwa dahulu, air Sungai Ciliwung sangat jernih. Ratusan jenis ikan, udang, dan kepiting menghuni sungai. Karena banyak orang membuang sampah ke sungai, air sungai menjadi kotor. Ikan-ikan tak mampu bertahan hidup. Saat ini, hanya beberapa jenis ikan, misalnya soro, beunteur, berot, senggal, gobi, hampala, dan sidat yang masih bisa dijumpai meski dalam jumlah sedikit. “Sekarang Aldi tahu, Kak. Jika kita membuang sampah sembarangan, akan mencemari lingkungan. Akibatnya, banyak hewan dan tumbuhan akan mati,” ujar Aldi setelah mendengar cerita Dimas. “Ya, kita harus berbuat sesuatu untuk mencegahnya,” tanggap Dimas. Lalu, ia berkata lagi, “Nah, karena Aldi telah membantu Kakak, setelah ini, kita akan menyusuri sungai dengan perahu karet.” “Hore!” Aldi melonjak gembira. Di perahu karet, Aldi memandangi aneka jenis tumbuhan yang berjajar di tepi sungai. Aldi berjanji tidak akan membuang sampah sembarangan lagi. Ia ingin turut melestarikan lingkungan agar makhluk hidup di sekitarnya tidak punah. Bagaimanakah pemecahan masalah berdasarkan cerita tersebut?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

14

:

50

:

12

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

N. Izzatun

Mahasiswa/Alumni Universitas Gadjah Mada

01 Juni 2022 22:57

Jawaban terverifikasi

Jawabannya : Pemecahan masalah pada cerita tersebut yaitu : Dimas mengajak Aldi ke Sungai Ciliwung pada hari Minggu untuk bergabung bersama para siswa SMA anggota Komunitas Peduli Lingkungan. Di Sungai Ciliwung, Aldi tertegun melihat air sungai yang kotor dan penuh sampah. Kemudian, Aldi menyadari bahwa membuang sampah sembarangan dapat mencemari lingkungan, meskipun jumlah sampahnya sedikit. Pembahasan : Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pemecahan memiliki arti sebuah proses, perbuatan, atau memecahkan. Sedangkan kata masalah menurut KBBI adalah sesuatu yang harus diselesaikan, soal, persoalan. Jadi pengertian pemecahan masalah adalah proses atau suatu perbuatan yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu persoalan. Kalimat masalah merupakan kalimat yang mengandung sebuah pertanyaan yang membutuhkan solusi atau jalan keluar. Sedangkan kalimat penyelesaian masalah merupakan proses atau suatu perbuatan yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu persoalan. Untuk menyampaikan sebuah penyelesaian masalah dalam bentuk kalimat, kita harus memperhatikan jenis kata yang digunakan. Gunakan kata-kata yang jelas dan susun secara beraturan hingga mudah dimengerti. Permasalahan yang timbul pada cerita "Sehari di Sungai Ciliwung" adalah tindakan Aldi yang membuang bungkus permen ke selokan di depan rumahnya. Dimas mengetahui tindakan Aldi dan memintanya untuk tidak membuang sampah sembarangan. Jadi, pemecahan masalahnya yaitu : Dimas mengajak Aldi ke Sungai Ciliwung pada hari Minggu untuk bergabung bersama para siswa SMA anggota Komunitas Peduli Lingkungan. Di Sungai Ciliwung, Aldi tertegun melihat air sungai yang kotor dan penuh sampah. Kemudian, Aldi menyadari bahwa membuang sampah sembarangan dapat mencemari lingkungan, meskipun jumlah sampahnya sedikit.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dalam teks eksplanasi, pernyataan umum, isi, dan penutup harus berkaitan dan saling ... . a. memahami b. mendorong c. menggambarkan d. menjelaskan

16

5.0

Jawaban terverifikasi