Rinjani S

31 Agustus 2023 23:00

Rinjani S

31 Agustus 2023 23:00

Pertanyaan

Sistem politik Portugis pada masa pendudukannya di wilayah Ambon

Sistem politik Portugis pada masa pendudukannya di wilayah Ambon

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

16

:

35

:

34

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Rizki H

01 September 2023 19:20

Jawaban terverifikasi

Sistem politik yang diterapkan Portugis di masa itu pada umumnya bersifat otoriter dan didasarkan pada kendali penuh atas wilayah tersebut. Portugis memiliki wewenang yang besar dalam mengatur pemerintahan, ekonomi, dan agama di wilayah Ambon. Mereka menjalankan monopoli perdagangan rempah-rempah, memengaruhi budaya setempat melalui agama Katolik, dan memiliki kendali kuat atas administrasi wilayah. Ini adalah ciri khas sistem politik kolonial pada masa itu di banyak wilayah yang dikuasai oleh kekuatan kolonial Eropa.


Vincent M

Community

01 September 2023 23:17

Jawaban terverifikasi

<p>Sistem politik Portugis di wilayah Ambon, yang merupakan bagian dari Kepulauan Maluku di Indonesia, pada masa pendudukannya pada abad ke-16 dan ke-17 adalah bagian dari upaya mereka untuk mendirikan basis perdagangan dan pengaruh di wilayah tersebut. Berikut adalah beberapa ciri sistem politik Portugis di Ambon pada masa itu:</p><p>Bentuk Pemerintahan: Portugis mendirikan bentuk pemerintahan kolonial di Ambon. Mereka mendirikan benteng-fortress, yang berfungsi sebagai pusat administrasi dan pertahanan di pulau-pulau tersebut. Pemerintahan kolonial Portugis diatur oleh seorang gubernur (ouvidor) yang bertanggung jawab atas administrasi wilayah tersebut.</p><p>Penguasaan Wilayah: Portugis tidak hanya mendirikan basis perdagangan di Ambon, tetapi mereka juga mencoba menguasai sejumlah pulau di sekitarnya, termasuk Ternate dan Tidore. Ini memicu persaingan dengan Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore, yang mendominasi wilayah tersebut pada saat itu.</p><p>Pengaruh Agama: Portugis juga membawa misi Katolik Roma ke wilayah tersebut, dan upaya konversi agama menjadi salah satu aspek penting dalam politik mereka. Mereka membangun gereja-gereja dan berusaha memperluas pengaruh Katolik Roma di antara penduduk setempat.</p><p>Perdagangan dan Monopoli: Portugis mendirikan monopoli perdagangan di wilayah ini, mengendalikan perdagangan rempah-rempah seperti cengkih dan pala. Hal ini menjadi salah satu sumber konflik dengan penduduk setempat dan negara-negara pesaing, seperti Belanda dan Spanyol.</p><p>Persaingan dengan Kekuatan Lain: Kehadiran Portugis di Ambon menyebabkan persaingan dengan kekuatan kolonial lainnya, terutama Belanda. Persaingan ini menjadi salah satu pemicu awal dari perang-perang yang dikenal sebagai "Perang Rempah-Rempah," yang pada akhirnya mengakibatkan pengusiran Portugis dari sebagian besar wilayah tersebut.</p><p>Pada akhirnya, kehadiran Portugis di Ambon tidak berlangsung lama, dan wilayah tersebut akhirnya jatuh ke tangan Belanda. Belanda kemudian mendominasi wilayah tersebut dan mengendalikan perdagangan rempah-rempah di Maluku hingga berakhirnya era kolonial.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Sistem politik Portugis di wilayah Ambon, yang merupakan bagian dari Kepulauan Maluku di Indonesia, pada masa pendudukannya pada abad ke-16 dan ke-17 adalah bagian dari upaya mereka untuk mendirikan basis perdagangan dan pengaruh di wilayah tersebut. Berikut adalah beberapa ciri sistem politik Portugis di Ambon pada masa itu:

Bentuk Pemerintahan: Portugis mendirikan bentuk pemerintahan kolonial di Ambon. Mereka mendirikan benteng-fortress, yang berfungsi sebagai pusat administrasi dan pertahanan di pulau-pulau tersebut. Pemerintahan kolonial Portugis diatur oleh seorang gubernur (ouvidor) yang bertanggung jawab atas administrasi wilayah tersebut.

Penguasaan Wilayah: Portugis tidak hanya mendirikan basis perdagangan di Ambon, tetapi mereka juga mencoba menguasai sejumlah pulau di sekitarnya, termasuk Ternate dan Tidore. Ini memicu persaingan dengan Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore, yang mendominasi wilayah tersebut pada saat itu.

Pengaruh Agama: Portugis juga membawa misi Katolik Roma ke wilayah tersebut, dan upaya konversi agama menjadi salah satu aspek penting dalam politik mereka. Mereka membangun gereja-gereja dan berusaha memperluas pengaruh Katolik Roma di antara penduduk setempat.

Perdagangan dan Monopoli: Portugis mendirikan monopoli perdagangan di wilayah ini, mengendalikan perdagangan rempah-rempah seperti cengkih dan pala. Hal ini menjadi salah satu sumber konflik dengan penduduk setempat dan negara-negara pesaing, seperti Belanda dan Spanyol.

Persaingan dengan Kekuatan Lain: Kehadiran Portugis di Ambon menyebabkan persaingan dengan kekuatan kolonial lainnya, terutama Belanda. Persaingan ini menjadi salah satu pemicu awal dari perang-perang yang dikenal sebagai "Perang Rempah-Rempah," yang pada akhirnya mengakibatkan pengusiran Portugis dari sebagian besar wilayah tersebut.

Pada akhirnya, kehadiran Portugis di Ambon tidak berlangsung lama, dan wilayah tersebut akhirnya jatuh ke tangan Belanda. Belanda kemudian mendominasi wilayah tersebut dan mengendalikan perdagangan rempah-rempah di Maluku hingga berakhirnya era kolonial.

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

35

5.0

Jawaban terverifikasi