Rahmat S

05 September 2023 14:56

Rahmat S

05 September 2023 14:56

Pertanyaan

Tuliskan kebudayaan Deutro Melayu dan Mesolitikum !

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

06

:

08

:

45

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Sahel S

06 September 2023 01:54

Jawaban terverifikasi

Kebudayaan Deutro Melayu merujuk pada periode prasejarah di Asia Tenggara, khususnya pulau Sumatera dan Jawa, yang diperkirakan terjadi antara 700 SM hingga 500 M. Kebudayaan ini disebut "Deutro" karena dianggap sebagai kebudayaan setelah kebudayaan Melayu Kuno. Berikut adalah beberapa ciri kebudayaan Deutro Melayu: 1. Mata pencaharian: Kebudayaan Deutro Melayu dikenal sebagai masyarakat agraris. Mereka mengembangkan sistem pertanian dan memanfaatkan teknologi pertanian seperti irigasi untuk meningkatkan hasil panen. Mereka juga berdagang dengan bangsa-bangsa lain di kawasan tersebut, yang terbukti dari temuan arkeologis seperti keramik impor. 2. Pemukiman: Pada periode ini, terdapat bermacam-macam jenis pemukiman, mulai dari pemukiman pantai hingga pemukiman pedalaman. Permukiman pantai cenderung mengandalkan mata pencaharian perikanan dan perdagangan, sementara pemukiman pedalaman lebih mengandalkan pertanian. 3. Teknologi: Kebudayaan Deutro Melayu mengenal penggunaan besi. Mereka sudah memiliki teknologi pengetahuan dasar dalam pengecoran dan pengolahan besi. Peningkatan penggunaan besi ditemukan melalui temuan benda-benda logam seperti alat pertanian, senjata, dan peralatan rumah tangga. 4. Agama: Kebudayaan Deutro Melayu diperkirakan mempraktikkan agama animisme dan kepercayaan leluhur. Mereka diyakini melakukan upacara dan ritual yang berkaitan dengan kehidupan pertanian dan kehidupan sehari-hari. Sedangkan, Mesolitikum adalah salah satu periode dalam sejarah manusia yang terjadi setelah Paleolitikum (Zaman Batu Tua) dan sebelum Neolitikum (Zaman Batu Baru). Mesolitikum diperkirakan terjadi sekitar 10.000 hingga 5.000 tahun SM di berbagai belahan dunia. Dalam konteks kebudayaan Mesolitikum secara umum, berikut beberapa karakteristiknya: 1. Perubahan gaya hidup: Pada periode Mesolitikum, manusia mulai beralih dari kehidupan sebagai pemburu-pengumpul di Paleolitikum menjadi kehidupan semi-permanen dengan sedikit pertanian dan pemukiman tetap. Mesolitikum juga ditandai oleh pengenalan teknologi baru seperti alat-alat batu yang lebih kompleks dan teknologi perburuan yang lebih efisien. 2. Pengumpulan makanan: Mesolitikum masih didominasi oleh pemburu-pengumpul, tetapi dengan pendekatan yang lebih canggih. Manusia pada periode ini mengumpulkan makanan melalui berburu, meramu, dan memancing. Mereka juga mulai bertani dengan cara yang primitif. 3. Perkembangan alat batu: Pada periode Mesolitikum, alat-alat batu menjadi lebih maju dan kompleks dibandingkan dengan Paleolitikum. Manusia membuat alat batu yang lebih kecil, lebih tajam, dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti memotong, mengiris, atau mengasah. 4. Persebaran manusia: Selama periode Mesolitikum, manusia mulai menyebar ke berbagai wilayah baru dan mengembangkan hubungan perdagangan dengan kelompok manusia lainnya di wilayah yang berdekatan. Harap dicatat bahwa dua kebudayaan yang disebutkan di atas mencakup rentang waktu dan wilayah yang luas. Oleh karena itu, karakteristik mereka dapat bervariasi secara signifikan tergantung pada konteks geografis dan waktu tertentu.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

35

5.0

Jawaban terverifikasi