Pertanyaan

Amniosentesis dan penempelan Vilus Korionik digunakan untuk mendeteksi penyakit genetik dan penyakit bawaan pada janin saat masih berada di dalam rahim. Jelaskan perbedaan keduanya!

Amniosentesis dan penempelan Vilus Korionik digunakan untuk mendeteksi penyakit genetik dan penyakit bawaan pada janin saat masih berada di dalam rahim. Jelaskan perbedaan keduanya!space 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

05

:

02

:

38

Klaim

R. Fransisca

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Gadjah Mada

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Teknologi sistem reproduksi merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan reproduksi . Salah satu teknologi sistem reproduksi adalah amniosentesis dan Chorionic Villus Sampling (CVC) . Kedua teknologi tersebut memiliki persamaan yaitu berguna untuk mendiagnosis penyakit bawaan pada janin . Namun keduanya memiliki perbedaan yaitu dari aspek metode yang digunakan . Metode yang digunakan pada Amniosintesis adalah dengan cara pengambilan beberapa milimeter air ketuban (cairan amnion) yang mengelilingi tersebut. Keberadaan zat- zat kimiawi yang terdapat pada air ketuban dapat mendeteksi adanya sejumlah kelainan seperti cystic fibrosis , sickle cell anemia , down syndrome ,dan lain se bagainya. Amniosentesis dapat dilakukan sejak kehamilan pada minggu keempat belas sampai dengan keenam belas . Sedangkan metode yang digunakan pada Chorionic Villus Sampling (CVC) dengan cara m engambil sedikit jaringan plasenta janin , yaitu villus korionik . CVC dapat dilakukan sejak kehamilan pada minggu kedelapan sampai minggu kesepuluh .

Teknologi sistem reproduksi merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan reproduksi. Salah satu teknologi sistem reproduksi adalah amniosentesis dan Chorionic Villus Sampling (CVC). Kedua teknologi tersebut memiliki persamaan yaitu berguna untuk mendiagnosis penyakit bawaan pada janin. Namun keduanya memiliki perbedaan yaitu dari aspek metode yang digunakan. Metode yang digunakan pada Amniosintesis adalah dengan cara pengambilan beberapa milimeter air ketuban (cairan amnion) yang mengelilingi tersebut. Keberadaan zat- zat kimiawi yang terdapat pada air ketuban dapat mendeteksi adanya sejumlah kelainan seperti cystic fibrosis, sickle cell anemia, down syndrome, dan lain sebagainya. Amniosentesis dapat dilakukan sejak kehamilan pada minggu keempat belas sampai dengan keenam belas. Sedangkan metode yang digunakan pada Chorionic Villus Sampling (CVC) dengan cara mengambil sedikit jaringan plasenta janin, yaitu villus korionik. CVC dapat dilakukan sejak kehamilan pada minggu kedelapan sampai minggu kesepuluh.space  

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Pertanyaan serupa

Untuk membantu pasangan suami istri yang memiliki masalah kesuburan teknologi reproduksi yang dapat diterapkan untuk pasangan tersebut adalah ….

1

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia