Tubuh kita akan menglami penumpukan asam laktat karena tubuh kekurangan oksigen untuk memecah glukosa dalam darah, asam laktat terjadi karena pembuangan dari kontraksi otot. Selain asam laktat, proses pembuangan lainnya adalah berkeringat.
Sederhananya, energi sangat dibutuhkan otot untuk berkontraksi, bahkan dalam jumlah yang tidak sedikit. Adapun energi dihasilkan dari pemecahan cadangan gula yang ada di dalam otot (glikogen). Kalau sudah melakukan aktivitas berat atau olahraga, asam laktat memang bisa menumpuk di tubuh. Salah satu risiko akibat penumpukan itu adalah kram otot. Saat kram, otot berarti sedang tidak bisa relaksasi. Sebenarnya, otot bisa merelaksasi sendiri, tapi ketika asam laktat menumpuk maka otot malah jadi kram.Asam laktat harus cepat dibuang, tapi tidak bisa secepat itu dibuang lewat urine atau keringat. Jadi, kalau misalnya menumpuk atau berlebihan, asam laktat akan menyebabkan kram.
Saat kram, otot kondisinya tidak bisa relaksasi. Bisa dibilang otot kontraksi terus. Sebenarnya, energi otot itu fungsinya untuk merelaksasi juga, tapi ketika asam laktat menumpuk, itu artinya tidak ada energi lagi yang bisa diambil. Akhirnya kram muncul. Selain kram otot, beberapa gejala penumpukan asam laktat di tubuh adalah nyeri otot muntah, rasa lemah, kesemutan, mati rasa, hingga membuat napas menjadi pendek.