Pertanyaan

Apakah Latar belakang pendudukan Jepang di Indonesia?

Apakah Latar belakang pendudukan Jepang di Indonesia?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

14

:

23

:

35

Klaim

I. Agung

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Jawaban terverifikasi

Jawaban

jawabannya adalah untuk menyerang dan menduduki Hindia Belanda agar mampu menguasai sumber daya alam, terutama minyak bumi, guna mendukung industri dan kampanye perang Jepang.

jawabannya adalah untuk menyerang dan menduduki Hindia Belanda agar mampu menguasai sumber daya alam, terutama minyak bumi, guna mendukung industri dan kampanye perang Jepang.

Pembahasan

Serangan Jepang ke Hindia Belanda terjadi pada 11 Januari 1942, dengan pendaratan pertama di Tarakan (Kalimatan Timur). Pada Februari 1942, Jepang menduduki Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Palembang, dan Bali. Pendudukan Palembang dianggap strategis karena letaknya di antara Batavia yang menjadi pusat kekuasaan Belanda dan Singapura yang menjadi wilayah kekuasaan Inggris. Di daerah Jawa, Jepang pertama kali mendarat di Banten, kemudian Indramayu, Kragan (Rembang dan Tuban), dan Surabaya. Pada Maret 1942, Jepang menyerang Batavia dan Bandung. Sejak 9 Maret 1972, Indonesia menjadi daerah kekuasaan Jepang. Tujuan Jepang menyerang dan menduduki Hindia Belanda adalah menguasai sumber daya alam, terutama minyak bumi, guna mendukung industri dan kampanye perang Jepang. Jawa dirancang sebagai pusat seluruh operasi militer di Asia Tenggara, dan Sumatera sebagai sumber minyak utama. Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Tjarda van Starkenborgh Stachouwer dan Jenderal Hein ter Poorten tidak berdaya menghadapi serbuan kilat Jepang. Belanda pun menyerah tanpa syarat di Kalijati, Subang, Jawa Barat, pada 8 Maret 1942 kepada Letnan Jenderal Hitoshi Imamura (Jepang). Setelah menguasai Indonesia, pemerintah pendudukan Jepang kemudian membagi Indonesia menajdi tiga daerah militer yang masing-masing dikendalikan oleh Angkatan Darat (Rikugun) dan Angkatan Laut (Kaigun). Ketiga wilayah militer ini berada di bawah komando panglima besar tentara Jepang untuk wilayah Asia Tenggara yang berkedudukan di Saigon (Vietnam). Ketiga daerah tersebut adalah sebaga berikut. Daerah Jawa dan Madura berpusat di Batavia yang berada di bawah kendali Kaigun. Daerah Sumatera dan Semenanjung Melayu berpusat di Singapura yang berada di bawah kendali Rikugun. Daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua berada di bawah kendali Kaigun. Selain membagi Indonesia dalam tiga wilayah militer, Jepang juga mengangkat beberapa tokoh politik Indonesia masuk ke dalam struktur pemerintahan Jepang untuk memenuhi kebutuhan akan pegawai, pengangkatan mereka terutama dimaksudkan untuk menarik simpati rakyat Indonesia. Dengan demikian jawabannya adalah untuk menyerang dan menduduki Hindia Belanda agar mampu menguasai sumber daya alam, terutama minyak bumi, guna mendukung industri dan kampanye perang Jepang.

Serangan Jepang ke Hindia Belanda terjadi pada 11 Januari 1942, dengan pendaratan pertama di Tarakan (Kalimatan Timur). Pada Februari 1942, Jepang menduduki Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Palembang, dan Bali. Pendudukan Palembang dianggap strategis karena letaknya di antara Batavia yang menjadi pusat kekuasaan Belanda dan Singapura yang menjadi wilayah kekuasaan Inggris. Di daerah Jawa, Jepang pertama kali  mendarat di Banten, kemudian Indramayu, Kragan (Rembang dan Tuban), dan Surabaya. Pada Maret 1942, Jepang menyerang Batavia dan Bandung.

Sejak 9 Maret 1972, Indonesia menjadi daerah kekuasaan Jepang. Tujuan Jepang menyerang dan menduduki Hindia Belanda adalah menguasai sumber daya alam, terutama minyak bumi, guna mendukung industri dan kampanye perang Jepang. Jawa dirancang sebagai pusat seluruh operasi militer di Asia Tenggara, dan Sumatera sebagai sumber minyak utama. Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Tjarda van Starkenborgh Stachouwer dan Jenderal Hein ter Poorten tidak berdaya menghadapi serbuan kilat Jepang. Belanda pun menyerah tanpa syarat di Kalijati, Subang, Jawa Barat, pada 8 Maret 1942 kepada Letnan Jenderal Hitoshi Imamura (Jepang).

Setelah menguasai Indonesia, pemerintah pendudukan Jepang kemudian membagi Indonesia menajdi tiga daerah militer yang masing-masing dikendalikan oleh Angkatan Darat (Rikugun) dan Angkatan Laut (Kaigun). Ketiga wilayah militer ini berada di bawah komando panglima besar tentara Jepang untuk wilayah Asia Tenggara yang berkedudukan di Saigon (Vietnam). Ketiga daerah tersebut adalah sebaga berikut.

  • Daerah Jawa dan Madura berpusat di Batavia yang berada di bawah kendali Kaigun.
  • Daerah Sumatera dan Semenanjung Melayu berpusat di Singapura yang berada di bawah kendali Rikugun.
  • Daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua berada di bawah kendali Kaigun.

Selain membagi Indonesia dalam tiga wilayah militer, Jepang juga mengangkat beberapa tokoh politik Indonesia masuk ke dalam struktur pemerintahan Jepang untuk memenuhi kebutuhan akan pegawai, pengangkatan mereka terutama dimaksudkan untuk menarik simpati rakyat Indonesia.

Dengan demikian jawabannya adalah untuk menyerang dan menduduki Hindia Belanda agar mampu menguasai sumber daya alam, terutama minyak bumi, guna mendukung industri dan kampanye perang Jepang.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

aifaqdestia febian

Pembahasan lengkap banget

Achmad Jusuf Sajid Assidiq

Pembahasan tidak menjawab soal

Pertanyaan serupa

Jelaskan mengapa kedatangan bangsa Jepang ke Indonesia begitu cepat dan merata ke seluruh Indonesia?

12

4.4

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia