Pertanyaan

Bagaimana teori terbentuknya planet Bumi?

Bagaimana teori terbentuknya planet Bumi?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

02

:

44

:

17

Klaim

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Pembahasan
lock

Terdapat lima teori populer mengenai proses pembentukan bumi, yaitu: Teori nebula, Menyebutkan bahwa di alam semesta terdapat kabut gas yang berputar. Kabut gas berputar cepat dan mempunyai suhu yang tinggi. Proses perputaran ini mengakibatkan materi kabut terlempar dan berpisah ke sekelilingnya , kemudian memadat karena pendinginan. Bagian padat dan dingin inilah yang kemudian menjadi planet, termasuk didalamnya bumi. Teori planetesimal , kondisi ini diawali dengan matahari yang telah ada sebagai salah satu bintang. Pada suatu ketika, ada sebuah bintang melintasi ruang angkasa dengan cepat dan berada dekat sekali dengan matahari. Daya tarik bintang ini sangat besar sehingga menyebabkan massa gas terlempar dari Matahari dan mulai mengorbit. Materi dari matahari yang terlempar dan mengorbit tersebut yang kemudian menjadi bumi. Teori pasang surut gas, berpendapat ada sebuah bintang besar mendekati Matahari dalam jarak pendek sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari. Gaya tarik yang terjadi mengakibatkan suatu tarikan dan membentuk suatu arah sinar panjang yang membawa beberapa partikel matahari ke luar. Partikel ini membentuk gumpalan-­gumpalan yang akhirnya membeku dan menjadi jajaran planet, termasuk bumi didalamnya. Teori bintang kembar , teori ini berpendapat bahwa pada awalnya terdapat dua bintang yang saling mengelilingi. Salah satunya mengalami ledakan dan menghasilkan partikel-partikel yang tertangkap oleh bintang yang tidak meledak. Partikel-partikel ledakan mengalami pendinginan hingga menjadi planet dan satelit yang mengitari matahari. Teori protoplanet , menjelaskan bahwa pada awalnya, planet merupakan gumpulan gas dan awan debu di sekitar matahari yang membentuk gumpalan. Debu tertarik ke pusat kabut gas dengan gerakan berputar hingga membentuk sebuah bola dan berubah menjadi cakram. Putaran cakram yang sangat cepat mengakibatkan adanya bagian cakram yang terlempar berupa gumpalan. Semakin lama, gumpalan kabut gas tersebut akan mengalami pemadatan menjadi planet, termasuk bumi.

Terdapat lima teori populer mengenai proses pembentukan bumi, yaitu:

  1. Teori nebula, Menyebutkan bahwa di alam semesta terdapat kabut gas yang berputar. Kabut gas berputar cepat dan mempunyai suhu yang tinggi. Proses perputaran ini mengakibatkan materi kabut terlempar dan berpisah ke sekelilingnya , kemudian memadat karena pendinginan. Bagian padat dan dingin inilah yang kemudian menjadi planet, termasuk didalamnya bumi.
  2. Teori planetesimal, kondisi ini diawali dengan matahari yang telah ada sebagai salah satu bintang. Pada suatu ketika, ada sebuah bintang melintasi ruang angkasa dengan cepat dan berada  dekat sekali dengan matahari. Daya tarik bintang ini sangat besar sehingga menyebabkan massa gas terlempar dari Matahari dan mulai mengorbit. Materi dari matahari yang terlempar dan mengorbit tersebut yang kemudian menjadi bumi.
  3. Teori pasang surut gas, berpendapat ada sebuah bintang besar mendekati Matahari dalam jarak pendek sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari. Gaya tarik yang terjadi mengakibatkan suatu tarikan dan membentuk suatu arah sinar panjang yang membawa beberapa partikel matahari ke luar. Partikel ini membentuk gumpalan-­gumpalan yang akhirnya membeku dan menjadi jajaran planet, termasuk bumi didalamnya.
  4. Teori bintang kembar, teori ini berpendapat bahwa pada awalnya terdapat dua bintang yang saling mengelilingi. Salah satunya mengalami ledakan dan menghasilkan partikel-partikel yang tertangkap oleh bintang  yang tidak meledak. Partikel-partikel ledakan mengalami pendinginan hingga menjadi planet dan satelit yang mengitari matahari.
  5. Teori protoplanet, menjelaskan bahwa pada awalnya, planet merupakan gumpulan gas dan awan debu di sekitar matahari yang membentuk gumpalan. Debu tertarik ke pusat kabut gas dengan gerakan berputar hingga membentuk sebuah bola dan  berubah menjadi cakram. Putaran cakram yang sangat cepat mengakibatkan adanya bagian cakram yang terlempar berupa gumpalan. Semakin lama, gumpalan kabut gas tersebut  akan mengalami pemadatan menjadi planet, termasuk bumi.space

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

M.Rangga Syafutra

Pembahasan lengkap banget

Farel mario

Makasih ❤️

Pertanyaan serupa

Mengapa terbentuknya bumi tidak dapat dilepaskan dari proses terbentuknya tata surya?

1

3.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia