Pidato persuasif adalah pidato yang bertujuan mengajak, membujuk, dan memengaruhi pendengar. lsi pidato persuasif menghadirkan berbagai macam argumen dari sudut pandang pembicara. Jadi, pembicara menyatakan beberapa argumen untuk mengajak, membujuk, dan memengaruhi pendengar dengan kata-kata yang diucapkannya.
Dalam menyampaikan pidato, ada pendengar yang menanggapi informasi pidato, baik berupa tanggapan positif ataupun negatif. Tanggapan merupakan bentuk evaluasi berupa kritik atau komentar mengenai suatu hal. Kalimat tanggapan harus dibuat berdasarkan penilaian objektif sesuai data dan fakta, sesuai dengan topik yang dibahas, dan disampaikan dengan norma kesopanan.
Jenis kalimat tanggapan positif pada umumnya digunakan untuk menyatakan persetujuan atas respons dari pernyataan atau peristiwa atas topik yang dibahas. Contohnya: Perkembangan budaya pop saat ini memang sangat mengkhawatirkan karena dapat melunturkan nasionalisme bangsa. JIka semua generasi bangsa hanya menyukai budaya pop, tidak lama lagi budaya tradisional akan hilang. Akhirnya, negara kita tidak memiliki jati diri lagi.
Jenis kalimat tanggapan negatif pada umumnya digunakan untuk menyatakan penolakan atas respons dari pernyataan atau peristiwa atas topik yang dibahas. Contohnya: Kekhawatiran tentang budaya pop yang akan menghilangkan rasa nasionalisme sangatlah berlebihan. Tanpa adanya budaya pop, negara kita tidak dapat mengikuti perkembangan zaman. Bukannya maju, malah akan semakin tertinggal. Keberadaan budaya pop masuk ke negara kita justru akan lebih membantu dalam mengembangkan berbagai aspek.
Dengan demikian, tanggapan berdasarkan isi kutipan teks pidato tersebut adalah (1) tanggapan positif: perkembangan budaya pop saat ini memang sangat mengkhawatirkan karena dapat melunturkan nasionalisme bangsa. JIka semua generasi bangsa hanya menyukai budaya pop, tidak lama lagi budaya tradisional akan hilang. Akhirnya, negara kita tidak memiliki jati diri lagi; dan (2) tanggapan negatif: Kekhawatiran tentang budaya pop yang akan menghilangkan rasa nasionalisme sangatlah berlebihan. Tanpa adanya budaya pop, negara kita tidak dapat mengikuti perkembangan zaman. Bukannya maju, malah akan semakin tertinggal. Keberadaan budaya pop masuk ke negara kita justru akan lebih membantu dalam mengembangkan berbagai aspek.