Pada individu AaBbCc tersebut terdapat pautan antara gen A dan B, artinya saat pembentukan gamet gen A akan selalu berpasangan dengan gen B. Sedangkan gen C dapat berpasangan secara bebas karena tidak terdapat pautan. Sehingga gamet yang dihasilkan dari individu tersebut yaitu ABC, ABc, abC, dan abc.
Selain itu gen C dalam keadaan homozigot bersifat letal, artinya bila terdapat keturunan yang memiliki genotipe CC maka keturunan tersebut akan mati.
Jika terjadi persilangan antara AaBbCc dengan sesamanya, maka persilangannya adalah sebagai berikut.
Parental : AaBbCc >< AaBbCc
Gamet : ABC, ABc, abC, abc ABC, ABc, abC, abc

keterangan: individu yang letal (mati) diwarnai oleh warna kuning pada tabel.
F1:
Genotip : 1 AABBCC : 2 AABBCc : 2 AaBbCC : 4 AaBbCc : AABBcc : 2 AaBbcc : 1 aabbCC : 2 aabbCc : 1 aabbcc
Fenotip : 75% hidup : 25% letal (mati)
Dengan demikian, keturunan yang hidup dari persilangan AaBbCc dengan sesamanya adalah 75%.