Biloks tiap atom dalam senyawa-senyawa tersebut adalah sebagai berikut.
- P4 : P = 0
- Al3+: Al = +3
- ClO4−: Cl = +7, O = -2
- H2O2 : H = +1, O = -1
- LiAlH4 : Li = +1, Al = +3, H = -1
- Cr(NO3)2 : Cr = +2, N = +5, O = -2
Bilangan oksidasi (BO) atom ditentukan dengan mengikuti beberapa aturan berikut.
- Bilangan oksidasi atom dalam unsur bebas adalah 0
- Bilangan oksidasi ion monoatomik = muatan
- Jumlah bilangan oksidasi semua atom dalam ion poliatomik = muatannya
- Jumlah bilangan oksidasi atom dalam senyawa adalah 0
- Dalam senyawa unsur golongan IA, IIA dan alumunium mempunyai biloks beruturut-turut +1, +2, dan +3.
- Bilangan oksidasi F dalam senyawa selalu -1
- Bilangan oksidasi O dalam senyawa biasanya -2, kecuali dalam senyawa peroksida (-1) dan superoksida (−21)
- Bilangan oksidasi H selalu +1, kecuali ketika berikatan dengan logam menjadi -1
Berdasarkan aturan di atas, dapat diperoleh perhitungan bilangan oksidasi tiap atom sebagai berikut.
1. BO P dalam P4 = 0
2. BO Al dalam Al3+ = +3
3. BO O dan Cl dalam ClO4−
Biloks O BO Cl+BO O×4 BO Cl+(−2)×4 BO +4muCl====−2−1−1+7
4. BO O dan H dalam H2O2
BO H2×BO O+2×BO H2×BO O+2×(+1)2×BO OBO O=====+100−2−1
5. BO Li, Al, dan H dalam LiAlH4
BO LiBO AlBO Li+BO Al+4×BO H1+3+4×BO H4×BO +4muHBO +4muH======+1+300−4−1
6. BO Cr, N, dan O dalam Cr(NO3)2
Cr(NO3)2→Cr2++2NO3−
BO Cr BO N+3×BO O BO N+3×(−2) BO N====+2−1−1+5